Selasa, 13 Oktober 2026
07:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Kumarila Bhatta

Kumarila Bhatta

Bagikan:
250px-Vedas.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kumarila Bhatta menafsirkan Veda sebagai sumber yang membebaskan pengetahuan

Kumarila Bhatta adalah seorang filsuf Hindu dan ilmuwan mimamsa dari Prayag (sekarang dikenal dengan nama Allahabad).[1] Bhatta menafsirkan Veda sebagai sumber yang membebaskan pengetahuan.[1] Seperti halnya Purva mimamsa, Veda dianggap memiliki kekuatan untuk membebaskan.[1]

Menurut Kumarila dalam tulisannya yang berjudul varttika, Veda bukan ciptaan manusia.[2] Tidak ada manusia yang dianggap menjadi penulis veda dan tidak ada seorang pun yang mengingat siapa yang menulisnya.[2] Vedas juga bukan ciptaan dewa.[2] Kumarila menganggap tidak perlu untuk mengungkapkan eksistensi dewa karena veda adalah abadi; suatu kitab yang abadi tidak membutuhkan penulis atau asal lainnya.[2] Alam semesta juga abadi, oleh karena itu tidak membutuhkan dewa sebagai pencipta atau asal dari segala sesuatu.[2] Kumarila bersama dengan purva Mimamsa mengembangkan suatu metode untuk menafsirkan veda.[1] Menurut mereka,yang terdapat dalam Veda utamanya adalah Brahmanas bukan Upanishads, seperti yang diajarkan dalam vedanta.[1] Kumarila juga menganggap praktik agama sannyasa tidak ada.[1]


Karya-Karya Penting

Kumarila Bhatta juga menulis berbagai tulisan penting bagi umat Hindhu, tulisan-tulisan penting yang ditulis dalam bahasa asli antara lain:[1]

1. Shlokavartika

2. Tantravartika

3. Tuptika


Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Ian P. McGreal. Great Thinkers of The Eastern World.1995. New York: Harper Collins Publisher. hal. 198, 200
  2. 1 2 3 4 5 A ready reference to philosophy East and West Bales, Eugene (1987). A ready reference to philosophy East and West. University Press of America. hlm. 198.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan