Minggu, 18 Oktober 2026
01:52 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Kuadran Casius

Bagikan:

Kuadran Casius merupakan salah satu dari 30 peta kuadran Mars yang digunakan oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melalui Program Riset Astrogeologi. Kuadran ini terletak di bagian utara-tengah dari belahan timur Mars dan mencakup 60° hingga 120° bujur timur (240° hingga 300° bujur barat) serta 30° hingga 65° lintang utara. Peta ini menggunakan Proyeksi kerucut konformal Lambert dengan skala nominal 1:5.000.000 (1:5M). Kuadran ini juga dikenal sebagai MC-6 (Mars Chart-6).[1] Kuadran Casius mencakup sebagian Utopia Planitia dan sebagian kecil Terra Sabaea. Lebar batas selatan dan utara kuadran masing-masing sekitar 3.065 km dan 1.500 km, sedangkan jarak dari utara ke selatan mencapai sekitar 2.050 km. Luas kuadran diperkirakan sekitar 4,9 juta km², atau sedikit lebih dari 3% dari luas permukaan Mars.[2]

Terminologi

Nama "Casius" berasal dari fitur albedo yang terlihat melalui teleskop pada koordinat 40° N dan 100° E di Mars. Fitur ini dinamai oleh Schiaparelli pada tahun 1888, diambil dari Gunung Casius di Mesir yang terkenal dengan rawa pesisirnya pada masa kuno. Penamaan ini disahkan oleh Persatuan Astronomi Internasional (IAU) pada tahun 1958.

Fisografi dan geologi

Kuadran Casius yang berada pada lintang tinggi menampilkan sejumlah fitur yang diduga menunjukkan keberadaan es tanah. Salah satu fitur tersebut adalah patterned ground atau tanah berpola, yang biasanya berbentuk poligon dan ditemukan pada lintang di atas 55°. Fitur lain yang berkaitan dengan es tanah meliputi Scalloped Topography, Ring Mold Craters, dan Concentric Crater Fill.

Polygonal patterned ground

Polygonal patterned ground merupakan fitur yang umum ditemukan di beberapa wilayah Mars, terutama pada topografi cekung bertingkat (Scalloped topography).[3][4] Fenomena ini diyakini terjadi akibat sublimasi es dari tanah, yaitu perubahan es padat langsung menjadi gas, mirip dengan proses pada dry ice di Bumi. Keberadaan polygonal ground dapat menjadi indikasi lokasi es air yang potensial bagi eksplorasi manusia di masa depan.[5] Polygonal ground terbentuk pada lapisan mantel yang jatuh dari atmosfer ketika iklim Mars berbeda dari sekarang. Polygon biasanya dibagi menjadi dua tipe, yaiitu high center polygons dan low center polygons. High center polygon memiliki diameter tengah sekitar 10 meter dengan parit selebar 2–3 meter, sedangkan low center polygon berdiameter 5–10 meter dengan tepi batas selebar 3–4 meter. Low center polygon diusulkan sebagai penanda keberadaan es tanah.[6]

Referensi

  1. ↑ Davies, M.E.; Batson, R.M.; Wu, S.S.C. "Geodesy and Cartography" in Kieffer, H.H.; Jakosky, B.M.; Snyder, C.W.; Matthews, M.S., Eds. Mars. University of Arizona Press: Tucson, 1992.
  2. ↑ "Calculating area enclosed by arbitrary polygon on Earth's surface". Stack Overflow (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-11.
  3. ↑ Malin, Michael C.; Edgett, Kenneth S. (2001-10). "Mars Global Surveyor Mars Orbiter Camera: Interplanetary cruise through primary mission". Journal of Geophysical Research: Planets. 106 (E10): 23429–23570. doi:10.1029/2000je001455. ISSN 0148-0227.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  4. ↑ Kreslavsky, M., Head, J. 2000. Kilometer-scale roughness on Mars: Results from MOLA data analysis. J. Geophys. Res. 105 (E11), 26695–26712.
  5. ↑ Mustard, John F.; Cooper, Christopher D.; Rifkin, Moses K. (2001-07). "Evidence for recent climate change on Mars from the identification of youthful near-surface ground ice". Nature. 412 (6845): 411–414. doi:10.1038/35086515. ISSN 0028-0836.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  6. ↑ Soare, R., et al. (2018). Possible ice-wedge polygonisation in Utopia Planitia, Mars, and its poleward latitudinal-gradient. 49th Lunar and Planetary Science Conference 2018 (LPI Contrib. No. 2083), 1084.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan