Kamis, 08 Oktober 2026
04:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Kramatwatu, Serang

kecamatan di Kabupaten Serang, Banten

Bagikan:
Kramatwatu
Koordinat: 6°02′11″S 106°07′04″E / 6.0364°S 106.1178°E / -6.0364; 106.1178
Negara Indonesia
ProvinsiBanten
KabupatenSerang
Pemerintahan
 • CamatWawan Setiawan, S.Sos., M.Si.
Populasi
 • Total258.433- jiwa
Kode Kemendagri36.04.05 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3604220 Suntingan nilai di Wikidata
Luas- km²
Kepadatan- jiwa/km²
Desa/kelurahan15 desa
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kramatwatu%2C_Serang&revid=30008690&groups=_5cdfaa31e3e7d41700cab7ddd7322a4de43f3c65&parser=parsoid

Kramatwatu (kadang ditulis secara tidak baku sebagai Kramat Watu atau Kramat) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Indonesia. Terdiri dari 13 Desa: Pegadingan, Harjatani, Kramatwatu, Lebakwana, Margasana, Pamengkang, Pejaten, Pelamunan, Serdang, Terate, Tonjong, Toyomerto, dan Wanayasa.

Kramatwatu yang merupakan kecamatan perbatasan antara Kabupaten Serang dan Cilegon serta Kota Serang menjadi kecamatan dengan arus lalu lintas yang sangat padat.

Pertumbuhan Kramatwatu cukup cepat dan masih menunjukkan keseimbangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Kebanyakan masyarakat Kramatwatu di pedesaan adalah petani (wilayah pesawahan) dan nelayan (wilayah pesisir).

Wilayah pusat kecamatan yang terletak di Desa Kramatwatu telah diubah menjadi perkotaan dan pusat perbelanjaan. Selain itu, alun-alun dijadikan sebagai tempat Tablig Akbar, pertunjukan kesenian teater, sastra, dan festival musik.

Bahasa

Masyarakat Kramatwatu menggunakan bahasa Jawa Banten. Meski sama-sama menggunakan bahasa Jawa Banten, masing-masing desa, bahkan masing-masing kampung memiliki dialek yang berbeda.

Budaya dan Nilai

Sebagian besar anggota masyarakat memeluk agama Islam dengan semangat religius yang tinggi, tapi pemeluk agama lain dapat hidup berdampingan dengan damai.

Potensi, dan kekhasan budaya masyarakat Kramatwatu antara lain seni bela diri Bandrong, Debus, Qasidah, Buka Pintu, dan ilmu kanuragan. Selain itu, terdapat juga peninggalan Kasultanan Banten di Desa Margasana bernama Tasikardi, sebuah penambahan. Tasikardi berupa danau yang pada masa dulu digunakan sebagai sumber air penghuni keraton dan di tengah waduk tersebut terdapat tempat singgah Sultan. Di Wulandira juga terdapat danau, berhadap-hadapan dengan Gunung Pinang, yang menjadi legenda paling terkenal di Kramatwatu, bahkan di Banten. Selain itu, Kramatwatu memiliki "Sumur Pitu" atau dalam bahasa Indonesianya, "Sumur Tujuh", yang dipercaya masyarakat sebagai tempat berkumpulnya para wali songo pada masa pertama.

Ekonomi Masyarakat

Ekonomi masyarakat Kramatwatu mengandalkan pesawahan dan perdagangan. Kramatwatu merupakan kecamatan yang masih memiliki lahan pesawahan serta perkebunan yang luas. Hal ini karena masyarakat Kramatwatu dikenal tidak mau menjual tanah dan kebun warisan nenek moyang mereka. Selain itu, perdagangan di Kramatwatu berkembang pesat. Hal ini karena letaknya yang strategis, berada di antara tiga kota sekaligus. Selain itu, Kramatwatu memiliki pintul gerbang tol menuju Jakarta dan kota-kota lainnya.

Tokoh

Abuya Luzen Pelamunan (Ulama)

Qazwini (Ulama)

Abuya Latif Sufi Alhamdan (cendikiawan)

Hussein Jayadiningrat (Profesor pertama Indonesia)

Dimas Djayadiningrat (Sutradara)


Ikon rintisan

Artikel bertopik kecamatan di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan