Sabtu, 31 Oktober 2026
05:47 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Koperasi pekerja

Koperasi pekerja

Bagikan:
250px-CNT-FAI_Cooperative_Barcelona.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Koperasi pekerja (worker cooperative) di Barcelona yang memproduksi barang dari kayu dan baja. Koperasi tersebut dijalankan oleh CNT-FAI, organisasi buruh dan anarko-sindikalis yang berperan dalam Revolusi Spanyol.

Koperasi pekerja adalah koperasi yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh pekerjanya. Kontrol ini dapat dilakukan dengan beberapa cara. Badan usaha koperasi dapat berarti firma di mana setiap pekerja-pemilik berpartisipasi dalam pengambilan keputusan secara demokratis, atau dapat juga merujuk pada situasi di mana manajer dianggap dan diperlakukan sebagai pekerja firma tersebut. Dalam bentuk tradisional koperasi pekerja, semua saham dipegang oleh pekerja, tanpa ada pemilik dari luar ataupun konsumen; serta setiap anggota memiliki satu suara. Dalam praktiknya, kontrol oleh pekerja-pemilik dapat dilakukan melalui kepemilikan individu, kolektif, atau mayoritas pekerja; atau kepemilikan hak suara individu, kolektif, atau mayoritas (dilaksanakan berdasarkan prinsip satu anggota satu suara).[1] Oleh karenanya, koperasi pekerja memiliki karakteristik di mana setiap pekerja memiliki satu saham, dan semua saham dimiliki oleh pekerjanya.[2] Organisasi internasional yang mewakili koperasi pekerja adalah CICOPA. CICOPA memiliki dua organisasi regional: CECOP- CICOPA Eropa dan CICOPA Amerika.

Definisi koperasi pekerja

Ada banyak definisi tentang apa yang memenuhi syarat sebagai koperasi pekerja. CICOPA, Organisasi Koperasi Industri, Perajin, dan Layanan Produsen Internasional, memberikan definisi sebanyak 8 halaman dalam Deklarasi Dunia tentang Koperasi Pekerja, yang disetujui oleh Majelis Umum Aliansi Koperasi Internasional pada September 2005. Di bawah ini adalah bagian tentang karakteristik dasar koperasi pekerja:

  1. Memiliki tujuan untuk menciptakan dan mempertahankan pekerjaan yang berkelanjutan dan menghasilkan kekayaan, untuk meningkatkan kualitas hidup anggota-pekerja, memuliakan pekerjaan manusia, memungkinkan manajemen mandiri pekerja secara demokratis dan mempromosikan pengembangan masyarakat dan lokal.
  2. Keanggotaan yang bebas dan sukarela–agar dapat berkontribusi dengan sumber daya kerja dan ekonomi personalnya–dikondisikan dengan keberadaan tempat kerja.
  3. Sebagai aturan umum, pekerjaan harus dilakukan oleh anggota. Hal ini menyiratkan bahwa mayoritas pekerja di badan usaha koperasi pekerja adalah anggota serta sebaliknya.
  4. Relasi pekerja-anggota dengan koperasinya harus dianggap berbeda dari relasi kerja berbasis upah konvensional dan dari relasi kerja mandiri individu.
  5. Regulasi internal secara formal ditentukan oleh rezim yang secara demokratis disetujui dan diterima oleh pekerja-anggota.
  6. Mereka harus mandiri dan independen di hadapan negara dan pihak ketiga, dalam relasi dan manajemen kerja, serta dalam penggunaan dan manajemen alat-alat produksi.[2]

Koperasi pekerja juga mengikuti Prinsip Rochdale dan nilai-nilainya, yang merupakan seperangkat prinsip inti untuk mengoperasikan koperasi. Prinsip dan nilai ini pertama kali ditetapkan oleh Rochdale Society of Equitable Pioneers di Rochdale, Inggris, pada 1844. Prinsip ini juga telah membentuk dasar bagi prinsip-prinsip koperasi yang masih beroperasi di seluruh dunia hingga hari ini.

Filsafat politik koperasi pekerja

Advokasi demokrasi tempat kerja, terutama dengan ekspresi penuh manajemen mandiri pekerja seperti yang ada di dalam koperasi pekerja, berakar di dalam beberapa tradisi intelektual dan politik:

Koperasi pekerja juga penting bagi gagasan otonomisme, distributisme, mutualisme, sindikalisme, ekonomi partisipatoris, sosialisme gilda, sosialisme libertarian, dan lainnya.

Lihat pula

Pemikir koperasi pekerja lainnya
Video mengenai koperasi pekerja

Referensi

Bacaan lebih lanjut

  • For All The People: Uncovering the Hidden History of Cooperation, Cooperative Movements, and Communalism in America, PM Press, oleh John Curl, 2009, ISBN978-1-60486-072-6
  • (Prancis) Créer en Scop, le guide de l'entreprise participative, Ed Scop Edit 2005 (disponible gratuitement sur le site de la CG SCOP Diarsipkan 2011-01-11 di Wayback Machine)
  • (Prancis) Histoire des Scop et de la coopération, Jean Gautier, Ed Scop Edit, 2006 (DVD)

Pranala luar

Jenis koperasi
Menurut penguasaan
Konsumsi
Pekerja (Daftar)
Pembelian
Lainnya
Menurut tujuan
Perbankan
Perumahan
Pertanian
Utilitas (daftar)
Pendidikan bersama
Asuransi bersama
Lainnya
Topik
Identitas
Teori politik
dan ekonomi
Teoritikus kunci
Menurut wilayah
Organisasi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan