Rabu, 23 September 2026
16:41 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Komet Arend-Roland

Komet Arend-Roland

komet

Komet Arend–Roland
250px-Comet_Arend-Roland_-_20-1-1957_-_Maffei.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Komet Arend-Roland pada 20 Januari 1957. Pelat 103a-O dipaparkan selama 20 menit.
Penemuan
Ditemukan oleh:Sylvain Arend dan Georges Roland
Ditemukan tanggal:8 November 1956
Nama lain:C/1956 R1 (Arend–Roland)
Karakteristik orbit A
Epos:2435880.5
Aphelion:125.7 AU
Perihelion:0.316 AU
Sumbu semi-mayor:63.03 AU
Eksentrisitas orbit:0.996
Periode orbit:~552 tahun
Inklinasi:119.94°

Komet Arend–Roland (penamaan resmi: C/1956 R1) adalah sebuah komet non-periodik terang yang ditemukan pada tahun 1956 oleh astronom Belgia, Sylvain Arend dan Georges Roland, di Observatorium Uccle. Komet ini terkenal karena memiliki ekor antikecil (anti-tail) yang spektakuler dan terlihat dengan jelas selama perihelion pada tahun 1957.

Penemuan

Komet ini ditemukan pada tanggal 8 November 1956 saat Arend dan Roland sedang memeriksa pelat fotografi dalam survei untuk komet dan asteroid. Setelah penemuan, komet ini dengan cepat menjadi terang dan menjadi objek pengamatan populer di belahan Bumi utara selama musim semi tahun 1957.[1]

Karakteristik

Komet Arend–Roland memiliki orbit hiperbolik dengan eksentrisitas mendekati 1, yaitu 0,996, menandakan bahwa ia berasal dari Awan Oort dan mungkin tidak akan kembali lagi ke Tata Surya bagian dalam. Ekor komet ini sangat menonjol, dengan panjang lebih dari 15 derajat pada langit malam dan mengarah ke arah Matahari, menciptakan fenomena unik berupa ekor antikecil.

Fenomena Ekor Antikecil

Fenomena ini disebabkan oleh perspektif pengamat di Bumi yang melihat partikel debu dalam orbit komet membentuk ekor ke arah Matahari akibat sudut pandang tertentu. Ekor antikecil ini menjadi sorotan karena tampak bertolak belakang dengan ekor gas utama yang menjauhi Matahari.[2]

Pengaruh Budaya dan Ilmiah

Komet Arend–Roland menginspirasi banyak publikasi astronomi populer pada masanya. Ia juga menjadi subjek penelitian intensif dalam studi mengenai struktur ekor dan dinamika partikel debu komet. Observasi komet ini juga memberikan data penting mengenai interaksi angin Matahari dan partikel komet.

Lihat pula

Referensi

  1. Marsden, B. G. (1957). "Comet Arend-Roland 1956h". Smithsonian Astrophysical Observatory. Circular No. 160, pp. 1–3.
  2. Kronk, Gary W. (2000). Cometography: Volume 2, 1800–1899. Cambridge University Press. ISBN 9780521585043.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan