Minggu, 04 Oktober 2026
00:42 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Kolesistitis

Kolesistitis

Bagikan:
250px-Gallbladder_cholesterolosis_micro.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mikrograf yang menunjukkan kondisi empedu dengan kolesistitis.

Kolesistitis adalah gejala peradangan (inflamasi) kantung empedu dengan berbagai penyebab.[1]

Jenis

Kolesistitis kronis

Bagian dari kolesistitis yang terjadi biasanya terhubung dengan kandung empedu.[1] Biasanya serangan pada kolesistitis kronis lebih ringan dibandingkan kolesistitis akut.[1] Penyakit ini dapat berupa ulkus peptikum dan esofagitis peptikum.[1] Penyakit ini memiliki risiko untuk salah dikenali sebagai penyakit iskemia miokard yang terjadi pada jantung apabila letak rasa nyeri tinggi.[1]

Kolesistitis tanpa batu akut

Penyakit ini bersifat jarang terjadi pada anak-anak, dan biasanya disebabkan oleh infeksi.[2] Infeksi yang terjadi disebabkan oleh bakteri.[2] Bakteri yang umumnya menyerang adalah Streptococcus kelompok A dan B, serta bakteri-bakteri Gram negatif, seperti Salmonella dan Leptospira interrogans.[2] Infeksi parasit lainnya seperti oleh cacing askaris atau Giardia lamblia juga ditemukan.[2] Gejala klinis dari penyakit ini adalah rasa nyeri pada daerah kanan atas suatu epigastrium.[2] Gejala seperti mual, muntah, dan demam juga lazim ditemui.[2] Bagian kanan atas daerah perut akan mengeras dan ada tekanan.[2] Jika diperiksa dengan ultrasonografi, maka akan terlihat kantung empedu membesar dan dindingnya menebal.[2] Jika diperiksa dengan uji biokimia, maka aktivitas enzim alkali fosfatase dan kadar bilirubin akan meningkat.[2]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 Rubenstein D, Wayne D, Bradley J. 2005. “Kedokteran Klinis. Jakarta: Erlangga.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Wahab AS. 1996. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Jakarta: EGC.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan