Minggu, 11 Oktober 2026
14:12 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Kajian kohort

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Kajian kohort" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

Dalam ilmu sosial, kohor adalah sekelompok orang yang memiliki karakteritik atau pengalaman yang sama dalam periode tertentu (seperti waktu lahir, lulus sekolah, menikah, dsb.). Sehingga misalnya saja orang-orang yang lahir pada tahun 1980an akan membentuk suatu kohor kelahiran. Kelompok pembanding dapat berupa populasi umum yang merupakan asal dari kohor tersebut, atau dapat juga kohor lain yang tampak seperti hanya memiliki sedikit kaitan dengan substansi yang dibahas tetapi memiliki banyak kemiripan. Selain itu, sub kelompok dalam suatu kohor dapat dibandingkan satu sama lain.

Kajian tentang kohor adalah berupa penelitian dengan pendekatan longitudinal yang berbeda dengan pendekatan secara lintas sektor. Dengan pendekatan demikian, penelitian dilakukan pada subjek perorangan dari waktu ke waktu, menghasilkan data dalam jarak waktu tertentu, sehingga mengurangi kemungkinan bias akibat kesalahan pengambilan sampel. Namun, kajian kohor menghabiskan biaya yang tidak sedikit, memakan waktu yang lama, dan kemungkinannya relatif besar untuk kehilangan subjek penelitian.

Beberapa kajian kohor merunut sekelompok anak sejak lahir, dan mencatat berbagai informasi tentang mereka. Manfaat dari kajian ini tergantung pada kemampuan peneliti untuk tetap berhubungan dengan seluruh anggota kohor. Kajian seperti itu ada yang telah berlangsung selama berpuluh-puluh tahun.

Konsep umum
Kajian terkontrol
(EBM I sampai II-1)
Kajian observasional
(EBM II-2 sampai II-3)
Pengukuran
Kejadian
Asosiasi
Dampak populasi
Lainnya
Jenis uji coba
Analisis uji klinis
Interpretasi hasil
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan