Kamis, 24 September 2026
22:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Asetal

Asetal

Untuk plastik rekayasa, lihat Polioksimetilena. Untuk senyawa pemberi rasa, lihat 1,1-dietoksietana.
Artikel ini bukan mengenai asetil atau asetaldehida.
250px-Acetal_general_structure.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Struktur umum asetal

Dalam kimia organik, asetal adalah suatu gugus fungsi dengan rumus kimia R2C(OR')2.[1] Dalam struktur ini, gugus R dapat berupa fragmen organik (sebuah atom karbon dengan atom lain yang terikat padanya) atau hidrogen, sedangkan gugus R' harus berupa fragmen organik dan bukan hidrogen. Kedua gugus R' dapat identik satu sama lain (disebut “asetal simetris”) atau berbeda (disebut “asetal campuran”).[2]

Asetal terbentuk dari dan dapat dikonversi kembali menjadi aldehida atau keton serta memiliki bilangan oksidasi yang sama pada atom karbon pusat.[3] Namun demikian, asetal menunjukkan kestabilan kimia dan kereaktifan yang sangat berbeda dibandingkan senyawa karbonil yang bersesuaian. Atom karbon pusat pada asetal memiliki empat ikatan, sehingga bersifat jenuh dan bergeometri tetrahedral.[4]

Istilah ketal kadang digunakan untuk menyebut struktur yang berasal dari keton (kedua gugus R berupa fragmen organik dan bukan hidrogen), sedangkan secara historis istilah asetal digunakan khusus untuk struktur yang berasal dari aldehida (memiliki setidaknya satu atom hidrogen sebagai pengganti salah satu gugus R pada karbon pusat).[5]

Apabila salah satu gugus R memiliki atom oksigen sebagai atom pertamanya (artinya terdapat lebih dari dua atom oksigen yang berikatan tunggal dengan karbon pusat), maka gugus fungsi tersebut diklasifikasikan sebagai ortoester.[6] Berbeda dengan variasi pada gugus R, kedua gugus R' harus selalu berupa fragmen organik. Jika salah satu R' adalah hidrogen, gugus fungsi tersebut disebut hemiasetal, sedangkan jika kedua R' adalah hidrogen, maka gugus fungsi tersebut merupakan hidrat dari keton atau aldehida.[7]

Pembentukan asetal terjadi ketika gugus hidroksil dari suatu hemiasetal mengalami protonasi dan terlepas sebagai air. Karbokation yang terbentuk kemudian dengan cepat diserang oleh molekul alkohol. Pelepasan proton dari alkohol yang terikat selanjutnya menghasilkan asetal.[8]

500px-Acetal_formation_2.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konversi aldehida menjadi asetal
500px-Ketal_formation.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konversi keton menjadi ketal

Asetal bersifat lebih stabil dibandingkan hemiasetal, namun pembentukannya tetap merupakan suatu kesetimbangan yang dapat dibalik, sebagaimana halnya pada ester.[9] Selama reaksi pembentukan asetal berlangsung, air harus disingkirkan dari campuran reaksi—misalnya dengan menggunakan aparatus Dean–Stark—karena keberadaan air dapat menghidrolisis kembali produk menjadi hemi-asetal.[10]

Pembentukan asetal mengurangi jumlah total molekul yang terlibat (karbonil + 2 alkohol → asetal + air), sehingga secara umum tidak menguntungkan dari sudut pandang entropi.[11] Salah satu kondisi di mana proses ini tidak merugikan secara entropi adalah ketika digunakan satu molekul diol tunggal, bukan dua molekul alkohol terpisah (karbonil + diol → asetal + air).[12]

Lihat pula

Referensi

  1. Clayden, Jonathan; Greeves, Nick; Warren, Stuart (2012). Organic Chemistry (Edisi 2nd). Oxford University Press. hlm. 463–466. ISBN 9780199270293.
  2. McMurry, John (2016). Organic Chemistry (Edisi 9th). Cengage Learning. hlm. 869–872. ISBN 9781305080485.
  3. Smith, Michael B. (2013). "March's Advanced Organic Chemistry". Wiley: 1225–1228. doi:10.1002/9780470929653.
  4. Solomons, T. W. Graham; Fryhle, Craig B. (2014). Organic Chemistry (Edisi 11th). Wiley. hlm. 789–791. ISBN 9781118133576.
  5. IUPAC, Compendium of Chemical Terminology, edisi ke-2 ("Buku Emas") (1997). Versi koreksi daring:  (2006) "ketals".
  6. "Orthoester". IUPAC Gold Book. Diakses tanggal 2025-12-16.
  7. Fox, Marye Anne; Whitesell, James K. (2004). Organic Chemistry. Jones & Bartlett Learning. hlm. 588–591. ISBN 9780763721978.
  8. Anslyn, Eric V.; Dougherty, Dennis A. (2006). Modern Physical Organic Chemistry. University Science Books. hlm. 515–518. ISBN 9781891389313.
  9. Carey, Francis A.; Sundberg, Richard J. (2007). Advanced Organic Chemistry Part A. Springer. hlm. 456–459. ISBN 9780387448992.
  10. Dean, E. W.; Stark, D. D. (1920). "A Convenient Method for the Determination of Water in Petroleum and Other Organic Emulsions". Industrial & Engineering Chemistry. 12 (5): 486–490. doi:10.1021/ie50125a025.
  11. Atkins, Peter; de Paula, Julio (2014). Physical Chemistry (Edisi 10th). Oxford University Press. hlm. 155–158. ISBN 9780199697403.
  12. March, Jerry; Smith, Michael B. (2013). March's Advanced Organic Chemistry. Wiley. hlm. 1230–1232.
Hanya karbon,
hidrogen
dan oksigen
Hidrokarbon
Lainnya
Hanya satu
unsur
selain
C, H, O
Nitrogen
Fosfor
Sulfur
Selenium
Telurium
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan