Rabu, 21 Oktober 2026
11:12 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Kerak ungu

Kerak ungu

spesies burung

Bagikan:
Kerak ungu
250px-Common_Myna_%28Acridotheres_tristis%29_on_Kapok_%28Ceiba_pentandra%29_in_Kolkata_W_IMG_4297.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerak ungu di Kolkata, India
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Sturnidae
Genus: Acridotheres
Spesies:
A. tristis
Nama binomial
Acridotheres tristis
(Linnaeus, 1766)
Subspecies

Acridotheres tristis melanosternus
Acridotheres tristis naumanni
Acridotheres tristis tristis
Acridotheres tristis tristoides

250px-Common_Mynah_distribution_map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penyebaran burung kerak ungu.

Kerak ungu (bahasa Latin:Acridotheres tristis) adalah burung dari famili Sturnidae, genus Acridotheres yang merupakan burung dari Asia.

Ciri-ciri

Burung Kerak ungu memiliki ukuran sedang (24 cm), berwarna cokelat, bergaya dengan kepala gelap, tanpa jambul dan kulit di sekitar mata berwarna kuning. Sewaktu terbang, kilapan putih pada sayap terlihat mencolok. Pada burung remaja, warna bulu lebih suram dibanding burung dewasa. Iris berwarna kemerahan, paruh dan kaki berwarna kuning.[2]

Penyebaran

Spesies ini merupakan burung asli dari Asia, yang menyebar dari Iran, Asia Selatan termasuk Pakistan, India, Nepal, Bhutan, Bangladesh dan Sri Lanka. Kerak ungu juga di Turkmenistan, Afghanistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Tajikistan, Myanmar, Malaysia, Singapura, Thailand, Indochina dan Tiongkok.[3][4]

Habitat

Habitat burung ini banyak ditemui di hutan terbuka, daerah perkebunan sampai ke area pemukiman. Meski spesies ini mudah beradaptasi, tetapi populasinya dilaporkan banyak menurun di Singapura dan Malaysia.[5]

Taksonomi dan subspesies

Burung Kerak ungu memiliki dua subspesies:[3]

  • Acridotheres tristis tristis (Linnaeus, 1758).
  • A. t. melanosternus (Legge, 1879).

Subspesies melanosternus berwarna lebih gelap dari subspesies lainnya.[3]

Galeri

  • 120px-Common_Myna_with_plastic.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Starr_040617-0005_Pennisetum_clandestinum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Common_Myna-_Juvenile_crying_for_food_from_Adult_I_IMG_8070.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Acridotheres_tristis_-Sydney%2C_Australia-8.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Common_Myna_%28Acridotheres_tristis%29-_Immature_at_nest_in_Kolkata_I_IMG_7877.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Myna-face-closeup.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  1. ↑ "Acridotheres tristis". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2012.1. International Union for Conservation of Nature. 2012. Diakses tanggal 16 Juli 2012. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ www.fobi.web.id[pranala nonaktif permanen]
  3. 1 2 3 Ali, Salim (2001). Handbook of the Birds of India and Pakistan, Volume 5 (Edisi 2 (paperback)). India: Oxford University Press. hlm. 278. ISBN 0-19-565938-4.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  4. ↑ "Common Myna". Diakses tanggal Desember 23, 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Ubiquitous Javan Myna". Bird Ecology Study Group, Nature Society (Singapore). Besgroup.blogspot.com. Diakses tanggal Oktober 25, 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan