Selasa, 03 November 2026
07:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kerajaan Kongo

Kerajaan Kongo

Bagikan:
Kerajaan Kongo
Wene wa Kongo atau Kongo dya Ntotila
1395–1914
Lambang Kongo
Lambang
Kerajaan Kongo
Kerajaan Kongo
Ibu kotaMbanza-Kongo, Angola
Bahasa lainnyaKiKongo
Agama Kekristenan, kepercayaan tradisional
PemerintahanMonarki
• c. 1390s
Lukeni lua Nimi (pertama)
• 1911-1914
Manuel III (terakhir)
LegislatifKing's Council of 12
Sejarah 
• Penaklukan Kabunga
1395
• Pembubaran oleh Portugal
1914
Luas
c. 1650[1]129.400 km2 (50.000 sq mi)
Populasi
• c. 1650[1]
509.250
Mata uangKerang Nzimbu dan baju Raffia
Kode ISO 3166CG
Didahului olehDigantikan oleh
Mpemba Kasi
Negara Bebas Kongo
Afrika Barat Portugis
Persekutuan Afrika Prancis Khatulistiwa

Kerajaan Kongo (1400[2] – 1914) (Kongo: Kongo dya Ntotila[3] atau Wene wa Kongo[4]) adalah kerajaan yang terletak di Afrika tengah bagian barat, yang kini merupakan Angola utara, Cabinda, Republik Kongo dan bagian barat Republik Demokratik Kongo.[5] Pada puncak kejayaannya, kerajaan ini mencapai Samudra Atlantik di barat dan Sungai Kwango di timur, dari Sungai Kongo di utara dan Sungai Kwanza di selatan. Kerajaan Kongo terdiri dari beberapa provinsi utama, tetapi pengaruhnya mencapai kerajaan-kerajaan tetangga, seperti Ngoyo, Kakongo, Ndongo, dan Matamba.[1]

Kerajaan ini berdiri dari tahun 1390 hingga 1891 sebagai negara merdeka, dan dari 1891 hingga 1914 sebagai negara jajahan Kerajaan Portugal. Setelah pemberontakan pada tahun 1914 berhasil dipadamkan oleh Portugal, Kerajaan Kongo dibubarkan dan digabung dengan koloni Portugal di Angola.

Pada masa modern, sekte Bundu dia Kongo mencoba merestorasi kerajaan ini dengan memisahkan diri dari Angola, Republik Kongo, Republik Demokratik Kongo, dan Gabon.[6]

Catatan kaki

  1. 1 2 3 Thornton, John (1977). "Demography and History in the Kingdom of Kongo, 1550–1750". The Journal of African History. 18 (4): 526.
  2. ↑ Tshilemalema, Mukenge (2001). Culture and Customs of the Congo. hlm. 18.
  3. ↑ Schemmel, B. (2008). "Traditional Polities". Diakses tanggal 2008-01-24.
  4. ↑ Thornton, John (2007). Central Africans, Atlantic Creoles, and the Foundation of the Americas, 1585-1660. hlm. 57.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  5. ↑ Fryer, Peter (2000). Rhythms of Resistance: African Musical Heritage in Brazil. hlm. 158.
  6. ↑ "Bundu dia Kongo". Global Security. Diakses tanggal 26 Desember 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan