Sabtu, 26 September 2026
00:27 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Kepler-47

Kepler-47

Kepler-47
330px-Kepler-47_System_Artist-Impression_20190416.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penyajian lukisan Sistem Kepler-47
Data pengamatan
Epos J2000      Ekuinoks J2000
Rasi bintang Cygnus[1]
Asensio rekta  19j 41m 11.49832d[2]
Deklinasi  +46° 55′ 13.7073″[2]
Magnitudo tampak (V) 15.4[3]
Ciri-ciri
Tahap evolusi Deret utama
Kelas spektrum G6V + M4V
Astrometri
Gerak diri (μ) RA: −3,383[2] mdb/thn
Dek.: −10,212[2] mdb/thn
Paralaks (π)0,9540±0,0208[2] mdb
Jarak3.420 ± 70 tc
(1.050 ± 20 pc)
Orbit[4]
PrimerKepler-47A
PengiringKepler-47B
Periode (P)7,4483648+0,0000038
−0,0000270
 h
Sumbu semimayor (a)0,08145+0,00036
−0,00037
 AU
Eksentrisitas (e)0,0288+0,0015
−0,0013
Inklinasi (i)89,613+0,045
−0,040
°
Argumen periapsis (ω)
(sekunder)
226,3+2,8
−2,6
°
Detail[5][4]
Kepler-47A
Massa0,957+0,013
−0,015
 M☉
Radius0,936±0,005 R☉
Luminositas0.840 ± 0.067 L☉
Gravitasi permukaan (log g)4.488 ± 0.01
Suhu5636 ± 100 K
Metalisitas [Fe/H]−0.25 ± 0.08
Kecepatan rotasi (v sin i)4,1+0,5
−0,35
 km/detik
Usia4–5 gigatahun
Kepler-47B
Massa0,342±0,003 M☉
Radius0,338±0,002 R☉
Luminositas0.014 ± 0.002 L☉
Gravitasi permukaan (log g)4.9073 ± 0.0067
Suhu3357 ± 100 K
Usia4–5 gigatahun
Penamaan lain
2MASS J19411149+4655136, KOI-3154, KIC 10020423
Referensi basis data
SIMBADdata
Exoplanet Archivedata
KICdata

Kepler-47 adalah sistem bintang biner yang terletak di rasi bintang Cygnus yang berjarak sekitar 3.420 tahun cahaya (1.050 parsec) dari Bumi. Sistem ini memiliki tiga planet luar tata surya yang semuanya mengorbit kedua bintang secara bersamaan, sehingga Kepler-47 merupakan sistem circumbinary planet [en]. Dua planet pertama yang diumumkan adalah Kepler-47b dan Kepler-47c, sedangkan planet ketiga yang ditemukan kemudian adalah Kepler-47d. Kepler-47 merupakan sistem multi-planet sirkumbiner pertama yang ditemukan oleh misi Kepler.[6] Planet terluarnya merupakan raksasa gas yang mengorbit di dalam zona laik huni kedua bintang tersebut.[7] Karena sebagian besar bintang yang berukuran setara atau lebih besar daripada Matahari merupakan bintang biner, penemuan bahwa sistem multi-planet dapat terbentuk dalam sistem seperti ini memberikan dampak terhadap teori-teori sebelumnya mengenai pembentukan planet.[8][6]

Sekumpulan astronom yang dipimpin oleh Jerome Orosz di San Diego State University, termasuk para astronom dari Tel-Aviv University di Israel, menemukan sistem planet tersebut melalui teleskop luar angkasa Kepler milik NASA pada tahun 2012.[9] Pada November 2013, bukti planet ketiga yang mengorbit antara planet b dan c, Kepler-47d, diumumkan.[10] Setelah itu, analisis data transit dari teleskop luar angkasa Kepler mengkonfirmasi keberadaan Kepler-47d.[11]

Tata nama dan sejarah penemuan

Sebelum pengamatan Kepler, Kepler-47 memiliki 2MASS katalog jumlah 2MASS J19411149 + 4.655.136. Dalam Katalog Input Kepler, Kepler-47 memiliki designasi KIC 10020423, dan ketika ditemukan memiliki kandidat planet transisi, Kepler-47 diberi Kepler Object of Interest [en] KOI-3154.[5]

330px-LombergA1024.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Volume pencarian Kepler Space Telescope dalam konteks Galaksi Bimasakti

Calon planet-planet ditemukan di sekitar sepasang bintang-bintang oleh Misi Kepler milik NASA. Tugas Misi Kepler adalah menemukan planet yang sedang transit di sekitar bintang-bintang tersebut.[12] Para penemu planet menamai sepasang bintang-bintang tersebut Kepler-47, yang merupakan prosedur normal untuk menamai planet luar tata surya yang ditemukan oleh pesawat ruang angkasa.[5] Calon planet yang terkait erat dengan bintang-bintang yang dipelajari oleh Misi Kepler diberi label ".01", ".02", ".03", dan seterusnya. Label-label tersebut dinamai dari bintang dan sesuai dengan urutan penemuan.[13] Apabila calon planet ditemukan secara bersamaan, cara pengurutannya mengikuti urutan periode orbit dari yang terpendek hingga terpanjang.[13] Dengan mengikuti aturan-aturan ini, terdapat dua calon planet yang ditemukan, masing-masing memiliki periode orbit 49,51 dan 303,158 hari.[5] Setelah verifikasi dan pengesahan, planet-planet Kepler-47 diberi huruf. Urutan pertama yang dimulai adalah huruf b, kemudian huruf c dan seterusnya. Pengurutan nama tersebut identik dengan penamaan terakhir untuk planet-planet yang dicalonkan.[14]

Karakteristik bintang

Kepler-47 adalah sistem bintang biner yang jaraknya sekitar 1.055 parsek (3.440 tahun cahaya) dari Bumi.[15] Sistem bintang biner tersebut mencakup bintang deret utama tipe-G (Kepler-47A) dan bintang katai merah (Kepler-47B). Kedua bintang demikian saling mengorbit satu sama lain di sekitar barisenter di antara kedua-duanya, sehingga menyelesaikan satu orbit penuh setiap 7,45 hari.[16] Kedua bintang tersebut yang mengorbit barisenter tersendiri berjarak sekitar 0,084 AU.[16] Masing-masing kedua bintang tersebut memiliki 104% dan 35% massa Matahari, serta 96% dan 35% jari-jari Matahari.[16] Suhu permukaan yang dimiliki masing-masing 5636 K dan 3357 K.[16] Berdasarkan karakteristik bintang dan dinamika orbital, kemungkinan usia sistem yang mencakup kedua planet tersebut diperkirakan 4-5 miliar tahun.[16] Sebagai perbandingan, Matahari berusia sekitar 4,6 miliar tahun[17] dan memiliki suhu 5778 K.[18]

Bintang utama dari sistem ini agaknya kekurangan kelimpahan logam ([Fe/H]), yang jumlahnya sekitar -0,25 atau sekitar 56% dari jumlah besi, serta beberapa logam-logam berat lainnya yang ditemukan di Matahari.[16] Luminositas dari kedua bintang tersebut masing-masing sekitar 84% dan 1% dari luminositas Matahari.[16]

Magnitudo tampak dari sistem bintang tersebut, atau dengan kata lain, seberapa terang tampak dari perspektif Bumi, adalah sekitar 15,4.[3] Artinya, magnitudo tersebut terlalu redup bila dipandang dengan mata telanjang, yang biasanya dapat menemukan objek dengan magnitudo kurang dari 6.[19]

Sistem keplanetan

500px-Kepler-47_System_Artist-Impression_Overhead.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram orbit sistem Kepler-47. Planet terluar adalah Kepler-47c, sedangkan planet terdalam adalah Kepler-47b. Planet terbesar adalah Kepler-47d, yang mengorbit di antara planet Kepler-47b dan Kepler 47-c.

Sebelum penemuan sistem planet Kepler-47 oleh Jerome Orosz, rekan-rekannya, serta para astronom dari Universitas Tel Aviv pada tahun 2012,[9] sebagian besar ilmuwan beranggapan bahwa sistem bintang biner dengan banyak planet tidak mungkin ada.[6] Mereka meyakini bahwa gangguan gravitasi yang disebabkan oleh orbit kedua bintang induk akan menyebabkan planet sirkumbiner saling bertabrakan atau terlempar keluar dari orbitnya, baik menuju salah satu bintang induk maupun keluar dari sistem tersebut.[6] Namun, penemuan ini menunjukkan bahwa banyak planet dapat terbentuk di sekitar bintang biner, bahkan di dalam zona laik huninya. Meskipun planet-planet dalam sistem Kepler-47 kemungkinan besar tidak dapat mendukung kehidupan, planet-planet lain yang mengorbit sistem bintang biner berpotensi laik huni dan dapat mendukung kehidupan.[6] Karena sebagian besar bintang merupakan bintang biner, penemuan bahwa sistem multi-planet dapat terbentuk di sistem seperti ini telah memengaruhi teori-teori sebelumnya mengenai pembentukan planet serta membuka lebih banyak peluang untuk menemukan planet luar tata surya yang berpotensi layak untuk dihuni.[8][6]

250px-Kepler-47_Artist-Impression_20190416.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar lukisan mengenai ukuran relatif tiga planet dalam sistem Kepler-47. Dari ke kiri hingga ke kanan: Kepler-47b, Kepler-47d, dan Kepler-47c.

Sistem biner diketahui menampung tiga planet, yang sama-sama mengorbit berdekatan satu sama lain dan lebih besar dari Bumi. Ketiga planet tersebut tidak memiliki permukaan padat.[5] Ketiga planet tersebut di sistem Kepler-47 memiliki kepadatan yang sangat rendah, lebih kecil dari Saturnus.[20][21] Kepadatan dari ketiga planet tersebut diperkirakan sekitar 0,26 hingga 0,68.[5] Planet tersebut tidak biasa karena memiliki kepadatan yang rendah dan suhunya yang relatif ringan. Planet dengan kepadatan rendah biasanya termasuk kelas Jupiter panas yang mengorbit dekat dengan bintang inangnya, yang dikenal sebagai puffy planets.[20][21] Singkatnya, planet dengan kepadatan rendah disertai dengan suhu yang sejuk dianggap tidak biasa.[20]

Sistem keplanetan Kepler-47[5]
Anggota
(diurut dari bintang)
Massa Sumbu semimayor
(AU)
Periode orbit
(hari)
Eksentrisitas Inklinasi Jari-jari
b 8.427 ± 0.62 M⊕ 0.2956 ± 0.0047 49.51 ± 0.04 <0.035 89.59 ± 0.5° 3.03 ± 0.12 R⊕
d 19,017+11,695
−23,803
 M⊕
0.6992 ± 0.0033 187.35 ± 0.15 0,024+0,017
−0,025
≈90° 7,04+0,49
−0,66
 R⊕
c 23.17 ± 1.97 M⊕ 0.989 ± 0.016 303.158 ± 0.072 <0.411 89.825 ± 0.010° 4.61 ±  0.20 R⊕

Kepler-47b

Artikel utama: Kepler-47b

Kepler-47b adalah planet kelas Neptunus sekaligus planet terdalam dari sistem Kepler-47. Planet Kepler-47b berada dekat dengan bintang induknya, berjarak 0,2956 AU.[16][22] Planet Kepler-47b menyelesaikan satu orbit penuh di sekitar bintang induknya dalam 50 hari.[6] Suhu keseimbangan yang dimiliki 169 °C (336 °F), sehingga planet Kepler-47b tidak layak untuk menyediakan kehidupan.[20] Karena suhu keseimbangan Kepler-47b yang tinggi, gas metana pada lapisan atmosfer terpecah menjadi beberapa senyawa yang lain, sehingga membentuk kabut tebal yang menyelimuti lapisan atmosfer.[23] Kepler-47b adalah planet terkecil dari planet-planet lainnya di dalam sistem Kepler-47, dengan ukurannya 3,1 kali ukuran Bumi.[20]

Kepler-47c

Artikel utama: Kepler-47c

Kepler-47c adalah planet yang kedua ditemukan. Planet Kepler-47c termasuk kelas Neptunus dan planet terluar, yang mengorbit bintang induknya dari jarak 0,989 AU, hampir jaraknya dari Bumi ke Matahari.[16] Planet Kepler-47c menyelesaikan satu orbit penuh di sekitar bintang induknya dalam sekitar 300 hari.[6] Kepler-47c terletak di dalam zona laik huni, dengan suhu kesetimbangan 241 K.[6][20] Jari-jari Kepler-47c adalah 4,7 kali jari-jari Bumi, ukurannya sebanding dengan Neptunus.[6][20] Meskipun diasumsikan Kepler-47c tidak mampu menyediakan kehidupan, terdapat kemungkinan bahwa Kepler-47c memiliki atmosfer uap air yang padat dan bulan yang mungkin layak dihuni.[6][24]

Kepler-47d

250px-Artist%27s_concept_illustrates_Kepler-47%2C_the_first_transiting_circumbinary_system.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar lukisan Kepler-47d

Planet yang baru-baru ini terdapat dalam sistem Kepler-47 adalah planet Kepler-47d. Planet yang diumumkan tersebut ditemukan oleh astronom Jerome Orosz dan rekan-rekannya di San Diego State University pada November 2013.[25][20] Dari data transit sistem Kepler-47 dari teleskop luar angkasa Kepler, tim Orosz menyadari sebuah sinyal transit yatim yang berlangsung selama 4,15 jam,[16][26] dan tidak dikaitkan dengan dua planet tersebut sebelumnya.[25][20] Karena lemahnya sinyal transit Kepler-47d, hal tersebut tidak ditemukan sebelumnya pada 2012.[22][20] Hanya satu transit Kepler-47d yang terlihat terdeteksi,[26] sehingga diperlukan transit tambahan untuk mengkonfirmasi keberadaannya.[27] Dari pemodelan simulasi yang dinamis, orbit Kepler-47d terbukti presesi dari waktu ke waktu, sehingga menyebabkan dalam waktu empat tahun tanpa transit dari Kepler-47d.[16][25] Beberapa kajian tentang sistem Kepler-47 berikutnya mengarah pada konfirmasi keberadaan Kepler-47d, yang diumumkan pada April 2019.[27] Penemuan Kepler-47d tidak terduga untuk tim Orosz, sewaktu mereka berharap menemukan adanya planet lain yang mengorbit lebih jauh.[20][21] Kepler-47d adalah planet terbesar dari sistem Kepler-47, setidaknya 7 kali ukuran Bumi atau hampir seukuran dengan Saturnus, meskipun massanya dapat dibandingkan dengan massa Neptunus.[22][21] Kepler-47d mengorbit di antara planet Kepler-47b dan Kepler-47c dengan jarak sekitar 0,7 AU.[23] Kepler-47d menyelesaikan orbit setiap 187,35 hari.[28] Suhu keseimbangannya sekitar 283 K.[20]

Referensi

  1. ↑ Roman, Nancy G. (1987). "Identification of a constellation from a position". Publications of the Astronomical Society of the Pacific. 99 (617): 695. Bibcode:1987PASP...99..695R. doi:10.1086/132034.Catatan konstelasinya ada di VizieR.
  2. 1 2 3 4 5 Lua error in Modul:Citation/CS1/Utilities at line 82: bad argument #1 to 'message.newRawMessage' (string expected, got nil).Gaia DR3 record for this source at VizieR.
  3. 1 2 "UCAC4 685-070595". VizieR. 2012. Diakses tanggal 16 April 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Orosz, Jerome A.; Welsh, William F.; Haghighipour, Nader; Quarles, Billy; Short, Donald R.; Mills, Sean M.; Sutyal, Suman; Torres, Guillermo; Agol, Eric; Fabrycky, Daniel C. (16 April 2019). "Discovery of a Third Transiting Planet in the Kepler-47 Circumbinary System". The Astronomical Journal. 157 (5): 174. arXiv:1904.07255. Bibcode:2019AJ....157..174O. doi:10.3847/1538-3881/ab0ca0. S2CID 118682065.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 4 5 6 7 Orosz, Jerome A.; Welsh, William F.; Carter, Joshua A.; Fabrycky, Daniel C.; Cochran, William D.; Endl, Michael; Ford, Eric B.; Haghighipour, Nader; MacQueen, Phillip J.; Mazeh, Tsevi; Sanchis-Ojeda, Roberto; Short, Donald R.; Torres, Guillermo; Agol, Eric; Buchhave, Lars A.; Doyle, Laurance R.; Isaacson, Howard; Lissauer, Jack J.; Marcy, Geoffrey W.; Shporer, Avi; Windmiller, Gur; Barclay, Thomas; Boss, Alan P.; Clarke, Bruce D.; Fortney, Jonathan; Geary, John C.; Holman, Matthew J.; Huber, Daniel; Jenkins, Jon M.; et al. (2012). "Kepler-47: A Transiting Circumbinary Multi-Planet System". Science. 337 (6101): 1511–4. arXiv:1208.5489. Bibcode:2012Sci...337.1511O. doi:10.1126/science.1228380. PMID 22933522. S2CID 44970411.
  6. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 "NASA's Kepler Discovers Multiple Planets Orbiting a Pair of Stars". exoplanets.nasa.gov. NASA. 28 Agustus 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 31 Oktober 2012. Diakses tanggal 2 September 2012. Kepler mission has discovered multiple transiting planets orbiting two suns for the first time{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Orosz, Jerome A.; Welsh, William F.; Carter, Joshua A.; Fabrycky, Daniel C.; Cochran, William D.; Endl, Michael; Ford, Eric B.; Haghighipour, Nader; MacQueen, Phillip J.; Mazeh, Tsevi; Sanchis-Ojeda, Roberto; Short, Donald R.; Torres, Guillermo; Agol, Eric; Buchhave, Lars A.; Doyle, Laurance R.; Isaacson, Howard; Lissauer, Jack J.; Marcy, Geoffrey W.; Shporer, Avi; Windmiller, Gur; Barclay, Thomas; Boss, Alan P.; Clarke, Bruce D.; Fortney, Jonathan; Geary, John C.; Holman, Matthew J.; Huber, Daniel; Jenkins, Jon M.; et al. (28 Agustus 2012). "NASA's Kepler discovers multiple planets orbiting a pair of stars". Science. 337 (6101). Sciencedaily.com: 1511–4. arXiv:1208.5489. Bibcode:2012Sci...337.1511O. doi:10.1126/science.1228380. PMID 22933522. S2CID 44970411. Diakses tanggal 4 November 2012.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 Quintana, Elisa V.; et al. (November 2006). "Terrestrial planet formation surrounding close binary stars". Icarus. 185 (1): 1–20. arXiv:astro-ph/0607222. Bibcode:2006Icar..185....1Q. doi:10.1016/j.icarus.2006.06.016. S2CID 17611721.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. 1 2 Shamah, David (30 Agustus 2012). "New worlds discovered, courtesy of US-Israel team". The Times of Israel. Diakses tanggal 30 Agustus 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "The Confirmation of a Third Planet in the Kepler-47 Circumbinary System" (PDF). 2013.
  11. ↑ "Scientists Fill Out A Circumbinary Planetary System". Institute For Astronomy. 16 April 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "Mission overview". NASA. Diakses tanggal 17 April 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. 1 2 "Kepler Input Catalog search result". Space Telescope Science Institute. Retrieved 25 July 2015.
  14. ↑ Hessman, F. V.; Dhillon, V. S.; Winget, D. E.; Schreiber, M. R.; Horne, K.; Marsh, T. R.; Guenther, E.; Schwope, A.; Heber, U. (2010). "On the naming convention used for multiple star systems and extrasolar planets". arXiv:1012.0707 [astro-ph.SR].
  15. ↑ "Kepler-47". CDS Portal.
  16. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Orosz, Jerome A.; Welsh, William F.; Carter, Joshua A.; Fabrycky, Daniel C.; Cochran, William D.; Endl, Michael; Ford, Eric B.; Haghighipour, Nader; MacQueen, Phillip J.; Mazeh, Tsevi; Sanchis-Ojeda, Roberto; Short, Donald R.; Torres, Guillermo; Agol, Eric; Buchhave, Lars A.; Doyle, Laurance R.; Isaacson, Howard; Lissauer, Jack J.; Marcy, Geoffrey W.; Shporer, Avi; Windmiller, Gur; Barclay, Thomas; Boss, Alan P.; Clarke, Bruce D.; Fortney, Jonathan; Geary, John C.; Holman, Matthew J.; Huber, Daniel; Jenkins, Jon M.; et al. (2012). "Kepler-47: A Transiting Circumbinary Multi-Planet System". Science. 337 (6101): 1511–4. arXiv:1208.5489. Bibcode:2012Sci...337.1511O. doi:10.1126/science.1228380. PMID 22933522.
  17. ↑ Williams, Matt (22 Desember 2015). "What is the Life Cycle Of The Sun?". Universe Today. Diakses tanggal 16 September 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ "Sun Fact Sheet". NASA Space Science Data Coordinated Archive. NASA. 23 Februari 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Februari 1998. Diakses tanggal 18 September 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. ↑ Sinnott, Roger W. (19 Juli 2006). "What's my naked-eye magnitude limit?". Sky and Telescope. Diakses tanggal 17 April 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 "Discovery Alert: A Third Planet in Kepler-47 System". NASA. 17 April 2019. Diakses tanggal 17 April 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. 1 2 3 4 Wall, Mike (16 April 2019). "Discovery! 3rd Planet Found in Two-Star 'Tatooine' Star System". Space.com. Diakses tanggal 16 April 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. 1 2 3 Orosz, Jerome A.; Welsh, William F.; Haghighipour, Nader; Quarles, Billy; Short, Donald R.; Mills, Sean M.; Sutyal, Suman; Torres, Guillermo; Agol, Eric; Fabrycky, Daniel C. (16 April 2019). "Discovery of a Third Transiting Planet in the Kepler-47 Circumbinary System". The Astronomical Journal. 157 (5): 174. arXiv:1904.07255. doi:10.3847/1538-3881/ab0ca0. Retrieved 16 April 2019.
  23. 1 2 "NASA's Kepler Discovers Multiple Planets Orbiting a Pair of Stars". exoplanets.nasa.gov. NASA. 28 August 2012. Retrieved 2 September 2012. Kepler mission has discovered multiple transiting planets orbiting two suns for the first time
  24. ↑ "International Astronomical Union | IAU". www.iau.org.
  25. 1 2 3 "The Confirmation of a Third Planet in the Kepler-47 Circumbinary System" (PDF). 2013.
  26. 1 2 Hinse, Tobias C. (15 Januari 2015). "Predicting a third planet in the Kepler-47 circumbinary system". The Astrophysical Journal. 799 (1): 88. arXiv:1409.1349. Bibcode:2015ApJ...799...88H. doi:10.1088/0004-637X/799/1/88. S2CID 118358830.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. 1 2 "Scientists Fill Out A Circumbinary Planetary System". Institute For Astronomy. 16 April 2019.
  28. ↑ "Planet Kepler-47 (AB) d". exoplanet.eu. 17 April 2019. Diakses tanggal 18 April 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Kepler-47.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan