Kamis, 08 Oktober 2026
23:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Kelutum

spesies tumbuhan bergenus Artocarpus

Bagikan:

Kelutum (Artocarpus altissimus),[1] adalah sejenis pohon penghasil kayu anggota suku Moraceae. Nama-nama lainnya adalah kelutum ketan atau kelutum nangka.[2] Juga disebut lempato, tumbuhan ini menyebar terbatas di Sumatra dan Kalimantan Barat.[3]

Kelutum
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Klad:Tracheophyta
Klad:Angiospermae
Klad:Eudikotil
Klad:Rosid
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
A. altissimus
Nama binomial
Artocarpus altissimus
Artikel takson sembarang

Pengenalan

Pohon berukuran sedang yang menggugurkan daun; tinggi hingga 30 m, batang bebas cabang bisa mencapai 20 m dan gemang batang hingga 300 cm; berbanir menyolok. Daun penumpu membungkus ujung ranting. Daun-daun bundar telur, hingga bundar telur lonjong atau bundar-telur-terbalik lonjong; sedikit berbulu terutama di sisi bawah di sekitar urat-urat daun; urat daun 5-9 pasang. Bongkol bunga jantan serupa peluru atau silindris, garis tengahnya 2-3 mm, bertangkai 5–7 mm.[3]

Kelutum tumbuh di hutan hujan tropika hingga ketinggian 550 m dpl.[3] Ia terutama tumbuh pada tanah-tanah yang tinggi.[2]

Kayu

Kayu kelutum dalam perdagangan digolongkan sebagai kayu terap atau keledang. Densitas kayunya tercatat antara 370 – 490 kg/m3 pada kadar air 15%.[3]

Heyne mencatat bahwa kayu teras kelutum berwarna coklelat, padat, dan berserat lurus; mudah untuk dikerjakan. Kelutum termasuk golongan kayu raja dan digunakan untuk membuat pencalang (perahu yang dibuat dari satu batang pohon); yang panjangnya dapat mencapai 20 m dan lebarnya 2½ – 3 m. Konon, perahu semacam ini dapat bertahan hingga 50-60 tahun. Karena keawetannya yang tinggi dan ketahanannya terhadap cacing laut (teredo), kayu kelutum biasa dipakai sebagai tiang rumah, balok dan papan lantai, serta perancah (steiger) di laut.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Aprilianti, Popi (26 Januari 2019). "Konservasi Ex-Situ Artocarpus spp. di Kebun Raya Bogor sebagai Sarana Edukasi Buah Khas Indonesia" (PDF). Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pendidikan Biologi: Inovasi dalam Penelitian dan Pembelajaran Biologi. Salatiga: Fakultas Biologi, Universitas Kristen Satya Wacana: 146. ISBN 978-602-61913-2-8. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 22 Agustus 2025. Diakses tanggal 22 Agustus 2025.{{cite journal}}: |pages= and |page= ditentukan lebih dari satu kali; Markup miring atau tebal tidak diperbolehkan dalam: |journal=Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link) Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
  2. 1 2 3 Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 2: 668-669. Yay. Sarana Wana Jaya, Jakarta.
  3. 1 2 3 4 Djarwaningsih, T., D.S. Alonzo, S. Sudo, and M.S.M. Sosef. 1995. Artocarpus J.R. Forster & J.G. Forster. in R.M.H.J. Lemmens, I. Soerianegara and W.C. Wong (eds.). Timber Trees: minor commercial timber. Plant Resources of South-East Asia (PROSEA) 5(2): 64.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan