Minggu, 25 Oktober 2026
23:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Kelompok pemeran

Kelompok pemeran

multipel pemeran utama dalam karya seni

Bagikan:
330px-Friends_actors_montage.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemeran utama Friends, dari kiri, searah jarum jam: Lisa Kudrow, Jennifer Aniston, Courteney Cox, Matthew Perry, Matt LeBlanc, dan David Schwimmer, memiliki waktu penampilan di layar yang hampir sama.

Dalam produksi karya drama, kelompok pemeran, multipel pemeran utama atau pemeran ensambel adalah kelompok peran yang terdiri dari beberapa aktor dan pemeran utama yang memiliki jumlah waktu penampilan layar yang sama.[1][2]

Struktur

Berbeda dengan model populer yang memberikan prioritas kepada satu tokoh utama, sebuah kelompok pemeran lebih menekankan pada rasa “kebersamaan dan komunitas”.[3]

Sinema

Kelompok pemeran dalam film sudah diperkenalkan sejak September 1916 melalui D. W. Griffith dengan film epik bisu Intolerance, yang menampilkan empat alur cerita terpisah namun berjalan paralel.[4] Film tersebut mengikuti kehidupan beberapa tokoh selama ratusan tahun, melintasi berbagai budaya dan periode waktu.[5] Penyatuan berbagai alur cerita dan perkembangan karakter merupakan ciri utama dari pemilihan pemeran ensambel dalam film; baik berupa lokasi, peristiwa, maupun tema besar yang menyatukan film dan para tokohnya.[4]

Film yang menampilkan pemeran ansambel cenderung menekankan keterhubungan antar tokoh, bahkan ketika para tokoh tersebut tidak saling mengenal.[6] Keterhubungan ini sering ditunjukkan kepada penonton melalui contoh teori "enam tingkat pemisahan", yang memungkinkan mereka menavigasi alur cerita dengan menggunakan pemetaan kognitif.[6] Contoh metode ini, di mana enam derajat keterpisahan tampak jelas dalam film dengan pemeran ansambel, dapat ditemukan pada produksi seperti Love Actually, Crash, dan Babel, yang masing-masing memiliki tema mendasar yang kuat dan saling terjalin dalam alur cerita sehingga menyatukan film tersebut.[4] Film Whodunit juga kerap menampilkan tokoh-tokoh yang saling terhubung sebagai tersangka, seperti dalam Death on the Nile, Clue, dan Knives Out.[7]

The Avengers, X-Men, dan Justice League merupakan tiga contoh pemeran ansambel dalam genre pahlawan super.[8][9] Akting referensial menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan ini, karena para pemeran ansambel "bermain saling menanggapi satu sama lain alih-alih terhadap realitas".[3]

Sutradara yang dikenal sering menggunakan pemeran ansambel antara lain Robert Altman, Woody Allen, Spike Lee, Quentin Tarantino, Wes Anderson, dan Paul Thomas Anderson, di antara lainnya.

Televisi

Pemilihan pemeran ensemble juga menjadi lebih populer dalam seri televisi karena memberikan fleksibilitas bagi penulis untuk berfokus pada karakter yang berbeda dalam tiap episode. Selain itu, keluarnya seorang pemain tidak terlalu mengganggu dibandingkan dengan pemeran yang terstruktur secara tetap. Seri televisi The Muppets, The Golden Girls, The Proud Family, The Simpsons, Family Guy dan Friends merupakan contoh arketipal pemeran ensemble dalam sitkom Amerika. Drama misteri fiksi ilmiah Lost juga menampilkan pemeran ensemble. Pemeran ensemble dengan 20 aktor atau lebih umum ditemukan dalam opera sabun, sebuah genre yang sangat bergantung pada pengembangan karakter dari pemeran ensemble.[10] Genre ini juga menuntut perluasan pemeran secara berkelanjutan seiring perkembangan seri, dengan opera sabun seperti General Hospital, Days of Our Lives, Coronation Street, EastEnders, Guiding Light, Neighbours, The Young and the Restless, dan The Bold and the Beautiful tetap tayang selama puluhan tahun.[11]

Salah satu contoh keberhasilan televisi dalam pemilihan pemeran ensemble adalah seri Emmy Award pemenang HBO berjudul Game of Thrones. Seri fantasi ini menampilkan salah satu pemeran ensemble terbesar di layar kaca.[12] Seri ini terkenal dengan kematian karakter utama, yang mengakibatkan perubahan konstan dalam pemeran ensemble.[13]

Pemeran ensemble juga umum dalam televisi anak-anak, baik dengan pemeran manusia maupun non-manusia. Contohnya termasuk: Sesame Street, Thomas & Friends, Foster's Home for Imaginary Friends, My Little Pony: Friendship is Magic, Rugrats, SpongeBob SquarePants, Total Drama, Arthur, Animaniacs, Tiny Toon Adventures, Freakazoid!, Cow and Chicken, Hey Arnold!, The Replacements, dan Xiaolin Showdown.[butuh rujukan]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Random House: ensemble acting Linked 2013-07-17
  2. ↑ Steven Withrow; Alexander Danner (2007). Character design for graphic novels. Focal Press/Rotovision. hlm. 112. ISBN 9780240809021. Diakses tanggal 2009-09-05.
  3. 1 2 Mathijs, Ernest (1 Maret 2011). "Referential acting and the ensemble cast". Screen. 52 (1): 89–96. doi:10.1093/screen/hjq063. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Maret 2021. Diakses tanggal 15 Juni 2020 – via academic.oup.com.
  4. 1 2 3 "Ensemble Film, Postmodernity and Moral Mapping". www.screeningthepast.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Agustus 2018. Diakses tanggal 15 Juni 2020.
  5. ↑ "Intolerance (1916)". Filmsite. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Juni 2020.
  6. 1 2 Silvey, Vivien (5 Juni 2009). "Not Just Ensemble Films: Six Degrees, Webs, Multiplexity and the Rise of Network Narratives". FORUM: University of Edinburgh Postgraduate Journal of Culture & the Arts (8). doi:10.2218/forum.08.621. S2CID 129196139. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 April 2021. Diakses tanggal 25 Juni 2014 – via www.forumjournal.org.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Allen, Nick (27 November 2019). "13 Great Ensemble Whodunits to Watch After Knives Out". Vulture (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 19 Januari 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Child, Ben (23 April 2012). "Avengers Assemble disarms the critics". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 November 2018. Diakses tanggal 19 Desember 2016 – via www.theguardian.com.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "Joss Whedon talks in depth about the ensemble cast of 'The Avengers'". www.hypable.com. 19 November 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Mei 2017. Diakses tanggal 15 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Ford, Sam (2008-09-15). "View of Soap operas and the history of fan discussion | Transformative Works and Cultures". Transformative Works and Cultures. 1. doi:10.3983/twc.2008.042. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-02-09. Diakses tanggal 2020-06-15.
  11. ↑ "The Survival of Soap Opera (Part Two):The History and Legacy of Serialized Television". Henry Jenkins. 2010-12-07. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-08-30. Diakses tanggal 2020-06-15.
  12. ↑ Campbell, Scott (2014-06-10). "David Cameron: 'I'm a Game of Thrones fan'". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-05-07. Diakses tanggal 2018-04-05 – via www.telegraph.co.uk.
  13. ↑ Brereton, Adam (2013-06-12). "The Game of Thrones: Nobody wins, everybody dies". ABC Religion & Ethics. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-01-11. Diakses tanggal 2020-06-15.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan