Sabtu, 10 Oktober 2026
17:04 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Kebangkitan Asia

Kebangkitan Asia

Bagikan:
Kebangkitan Asia
Bagian dari Unjuk rasa Gen Z
330px-The_victory_celebration_of_Bangladeshi_student%27s_one_point_movement.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-2025_Indonesia_Gelap_protests_21_February_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail250px-2021_Myanmar_Protest_in_Hleden.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-2025_Nepalese_Gen_Z_protesters_infront_of_Bharatpur_mahanagarpalika_office.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail250px-Trillion_Peso_March_-_EDSA.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanggal2021–kini
LokasiAsia Selatan dan Asia Tenggara
Sebab
Tujuan
Metode
HasilBeragam
Hasil penuh menurut negara
Jumlah korban
Korban jiwaca 8.400
Cedera13.000+
Ditangkap30.000+

Sejak awal 2020-an, serangkaian kebangkitan dan unjuk rasa anti-pemerintah yang banyak dipimpin oleh kaum muda kelahiran Gen Z menyebar di seluruh belahan Asia Selatan dan Asia Tenggara, dengan sejumlah besar di antaranya berujung pada reformasi dan pergantian rezim. Protes tersebut dimulai sebagai tanggapan terhadap merebaknya korupsi, nepotisme, ketidaksetaraan dan mismanajemen ekonomi, otoritarianisme, serta kemunduran demokrasi.[1][2] Istilah "Kebangkitan Asia" secara tak resmi dicetuskan untuk menyebut peristiwa tersebut, mengutip kemiripannya dengan kebangkitan dunia Arab, meskipun "Musim Semi Asia", "Protes Gen-Z", dan "revolusi Gen-Z" juga dipakai.[3][4][5][6][7]

Protes tersebut dikenal karena peran utamanya diambil oleh Generasi Z, khususnya pelajar, dengan media sosial memainkan peran penting dalam mengorganisasi perlawanan dan penyebaran pesan mereka.[8][9][10][11] Sejumlah pemerintah terdampak memberlakukan pencekalan media sosial sebagai akibatnya.[12][13] Simbol-simbol dalam budaya populer, seperti bendera Bajak Laut Topi Jerami dari seri manga Jepang One Piece, diadopsi oleh para pengunjuk rasa di sepanjang belahan Asia untuk mendukung tujuan mereka.[14][15] Pemerintahan dilengserkan di Sri Lanka, Bangladesh, dan Nepal;[16] sementara unjuk rasa di Indonesia dan Timor-Leste menghasilkan perombakan kebijakan yang tak populer.[17][18][19] Unjuk rasa massa juga sedang terjadi di Filipina.[20][21][22] Di Myanmar, pergesekan pemerintahan melawan unjuk rasa pro-demokrasi berujung pada perang saudara antara junta pemerintahan dan sejumlah pemberontakan besar.[23][24][25] Karena tanggapan yang ditangani dengan keras dan peredaman kekerasan oleh pasukan pemerintahan, terjadi penangkapan massal dan ribuan kematian.[26][27][28]

Referensi

  1. ↑ "Gen Z protests in Asia: Can they spark real change? – DW – 09/18/2025". dw.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-21.
  2. ↑ "From Nepal to Indonesia, What's Driving Asia's Gen Z Protests?".
  3. ↑ Singh, Anand (2025-09-11). "Is this the Asian Spring? Are there parallels with the Arab Spring?". India Today (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-19.
  4. ↑ "Opinion | From Arab Spring to Asian uprisings". kathmandupost.com (dalam bahasa English). Diakses tanggal 2025-09-19.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ↑ Sufian, Abu (2024-08-15). "Arab Spring Effect In South Asia: After Sri Lanka And Bangladesh, Where Next? – OpEd". Eurasia Review (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-19.
  6. ↑ "Opinion | A Leaderless and Connected Gen Z Is Taking Over in Asia" (dalam bahasa American English). 2025-09-19. Diakses tanggal 2025-09-19.
  7. ↑ Sharma, Yashraj. "Nepal, Bangladesh, Sri Lanka: Is South Asia fertile for Gen Z revolutions?". Al Jazeera (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-21.
  8. ↑ Subedi, D. B. (2025-09-11). "Deadly Nepal protests reflect a wider pattern of Gen Z political activism across Asia". The Conversation (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-21.
  9. ↑ "Social media is a double-edged sword in protests against corruption and nepotism". ABC News (dalam bahasa Australian English). 2025-09-20. Diakses tanggal 2025-09-21.
  10. ↑ "How Gen Z-led protests are rattling governments across Asia". NBC News (dalam bahasa Inggris). 2025-09-15. Diakses tanggal 2025-09-21.
  11. ↑ Jacob, Jayanth (2025-09-14). "From Bangladesh to Nepal: Youth uprisings and what they mean for India". The New Indian Express (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-19.
  12. ↑ Ramachandran, Naman (2024-07-19). "Bangladesh Internet in 'Total Shutdown' Amid Student Protests and Dozens of Deaths: 'Things Are Really Turning Bad'". Variety (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Juli 2024. Diakses tanggal 2024-07-20.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "Gen Z protest in Kathmandu against corruption and ban on social media platforms". The Kathmandu Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 9 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Harvey, Lex (2025-09-20). "This Japanese manga flag has become a global protest symbol for Gen Z". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-21.
  15. ↑ Guzman, Chad de. "Indonesian Authorities Respond to Mass Flying of 'One Piece' Flag". TIME (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2025-09-17. Diakses tanggal 2025-09-21.
  16. ↑ "How public fury toppled leaders in Nepal, Sri Lanka and Bangladesh". ABC Asia (dalam bahasa Australian English). 2025-09-18. Diakses tanggal 2025-09-19.
  17. ↑ "Indonesian leader fires ministers of finance and security after deadly protests". NBC News (dalam bahasa Inggris). 2025-09-09. Diakses tanggal 2025-09-19.
  18. ↑ "'Stop thieves': Timor-Leste protesters vow to keep rallying over MP car plan". ABC News (dalam bahasa Australian English). 2025-09-16. Diakses tanggal 2025-09-19.
  19. ↑ International, VB Desk (2025-09-17). "Demonstrations shake Timor-Leste now". Views Bangladesh (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-19.
  20. ↑ Lamb, Kate (2025-09-19). "Mass protest expected in Philippines capital amid public fury over alleged corruption in government projects". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-09-19.
  21. ↑ "Philippines president says corruption scandal protests justified | International". BSS. Diakses tanggal 2025-09-19.
  22. ↑ "Philippines: Fury over corruption and 'nepo babies' as floods paralyse daily life". www.bbc.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2025-09-17. Diakses tanggal 2025-09-19.
  23. ↑ "Myanmar military government sets long prison terms for election protests". Al Jazeera (dalam bahasa Inggris). 30 Juli 2025. Diakses tanggal 2025-09-19.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. ↑ "Myanmar military tightens grip as anti-coup protests enter fifth day".
  25. ↑ "Myanmar Violence Escalates With Rise of 'Self-defense' Groups, Report Says". Voice of America. Agence France-Presse. Juni 27, 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Januari 2022. Diakses tanggal 20 Januari 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. ↑ "UN expert calls for Myanmar action as death toll tops 2,000". www.aljazeera.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Oktober 2022. Diakses tanggal 2022-10-10.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. ↑ "A Faux Pas by Bangladesh's PM Has Morphed a Small Protest Into a Nationwide Movement". The Wire (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 Juli 2024. Diakses tanggal 2024-07-22.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. ↑ Ellis-Petersen, Hannah (8 September 2025). "At least 10 people killed during protests against Nepal's social media ban". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 8 September 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan