Minggu, 25 Oktober 2026
05:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Kebajikan pokok

Kebajikan pokok

Bagikan:
250px-Figure_des_quatre_Vertus_from_Ballet_comique_de_la_reine.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah gambar yang mempersonifikasikan empat kebajikan (Ballet Comique de la Reine, 1582)
40px-Emblem_of_the_Papacy_SE.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dari seri tentang
Filsafat Katolik
Etika
Cabang

icon PortalKatolik

PortalFilsafat

Kebajikan pokok atau kebajikan kardinal (bahasa Inggris:cardinal virtues) adalah empat nilai luhur dalam pikiran dan karakter menurut filsafat klasik. Keempatnya meliputi kebijaksanaan, keadilan, keberanian, dan penguasaan diri. Seluruhnya membentuk sebuah teori etika kebajikan. Istilah "kardinal" berasal dari bahasa Latin cardo yang berarti 'poros'. Keempat kebajikan ini disebut "kardinal" karena semua kebajikan lainnya bernaung di bawahnya dan berporos pada keempat nilai tersebut.[1]

Kebajikan-kebajikan ini pada awalnya bersumber dari pemikiran Plato dalam Republik Buku IV, 426-435.[a] Aristoteles kemudian menguraikannya secara sistematis dalam karyanya Etika Nikomakheia. Selain itu, kaum Stoa juga mengakuinya, dan Cicero memperluas pembahasan mengenai nilai-nilai tersebut. Dalam tradisi Kristen, kebajikan-kebajikan ini tercantum dalam kitab-kitab Deuterokanonika, tepatnya dalam Kebijaksanaan Salomo 8:7 dan 4 Makabe 1:18-19. Para Pujangga Gereja seperti Ambrosius, Agustinus, dan Aquinas[2] kemudian menguraikan pasangan supranatural dari kebajikan tersebut, yaitu tiga kebajikan teologal: iman, pengharapan, dan kasih.

Empat kebajikan pokok

  • Kebijaksanaan (φρόνησις, phrónēsis; Latin: prudentia; juga kearifan, sophia, sapientia), yaitu kemampuan untuk membedakan tindakan tepat yang harus diambil dalam situasi tertentu pada waktu yang tepat, dengan mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin terjadi; kecermatan.
  • Keadilan (δικαιοσύνη, dikaiosýnē; Latin: iustitia): juga dianggap sebagai kepatutan;[3] kata dalam bahasa Yunani untuk istilah ini juga memiliki makna kebenaran moral. also considered as fairness; the Greek word also having the meaning righteousness.
  • Keberanian (ἀνδρεία, andreía; Latin: fortitudo): mencakup kesabaran, kekuatan, daya tahan, kegigihan, dedikasi, serta kemampuan untuk menghadapi ketakutan, ketidakpastian, dan intimidasi (keberanian, ketegasan, keberanian heroik, tekad). Secara khusus, kata ἀνδρεία (andreia), yang berkaitan erat dengan ἀνήρ (anēr; "laki-laki dewasa"), juga dapat diterjemahkan sebagai "kejantanan".
  • Penguasaan diri (σωφροσύνη, sōphrosýnē; Latin: temperantia): juga dikenal sebagai pengekangan diri, praktik pengendalian diri, pantang, kebijaksanaan dalam bertindak, dan moderasi yang mengendalikan hasrat. Plato menganggap sōphrosynē, yang juga dapat diterjemahkan sebagai kesehatan pikiran, sebagai kebajikan yang paling utama. Istilah sōphrosýnē sering digunakan dalam konteks minum minuman keras dan "mengetahui takaran yang tepat" guna menghindari perilaku kasar atau pertengkaran.

Catatan

  1. ↑ Lihat pula Protagoras 330b, yang juga memasukkan kesalehan (hosiotes).

Referensi

  1. ↑ Catholic Straight Answers website
  2. ↑ Thomas Aquinas. Summa Theologica. II(I).61.
  3. ↑ "Cardinal Virtues of Plato, Augustine and Confucius". ThePlatonist.Com. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-04.

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikisource logo
Wikisource memiliki teks artikel the 1911 Encyclopædia Britannica tentang Cardinal Virtues.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan