Senin, 12 Oktober 2026
01:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Kaum marginal

Bagikan:

Kaum marginal atau masyarakat marginal adalah sebutan untuk kelompok sosial yang terpinggirkan oleh sebuah tatanan masyarakat baik dalam ekonomi, pendidikan dan budaya.[1] Kelompok sosial tersebut tidak memiliki akses dalam penentuan kebijakan publik dan hanya menjadi objek kebijakan politik.[2] Kaum marginal hidup dengan kesulitan ekonomi, penghasilan yang tidak mencukupi kebutuhan hidupnya, dan sering kali mengalami ketidakadilan serta eksploitasi.[2] Mereka identik sebagai "masyarakat miskin kota", yang berprofesi sebagai pemulung, pengemis, gelandangan, atau pun buruh. Kelompok sosial tersebut berada dalam posisi minoritas dan rentan, sehingga mudah mengalami diskriminasi.[3]

Referensi

  1. ↑ "Pemberdayaan Literasi Kaum Marginal". Situs Web Resmi Universitas Airlangga. 2020-04-12. Diakses tanggal 2024-01-30.
  2. 1 2 Team, Ruangguru Tech. "Kelompok marginal menjadi salah satu sasaranprogra..." roboguru.ruangguru.com. Diakses tanggal 2024-01-30.
  3. ↑ "Minoritas, Marginal, dan Rentan | BaKTINews". baktinews.bakti.or.id. Diakses tanggal 2024-01-30.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sosiologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan