Di politik Amerika Serikat, Kaukus Makar (bahasa Inggris: Sedition Caucus, Treason Caucus,[1][2] atau Seditious Caucus[3]) adalah istilah peyoratif terhadap anggota Kongres Amerika Serikat ke-117 yang menolak untuk mengakui kemenangan Joe Biden dan Kamala Harris pada Pemilihan umum Presiden Amerika Serikat 2020. Pemunggutan suara yang dipicu oleh penolakkan hasil pemilu di Arizona dan Pennsylvania terjadi beberapa jam setelah massa pendukung Donald Trump menyerbu Gedung Kapitol untuk mengganggu proses pemungutan suara. Istilah ini merujuk kepada sebuah kaukus kongresional tidak begitu merujuk ke suatu perkelompokan yang formal, dan lebih kepada anggota kongres yang memilih menolak hasil pemilu. Mereka dianggap mendukung tindakan makar dan kudeta, dan memiliki peran langsung atau tidak langsung dalam penyerbuan Gedung Kapitol. Istilah ini berasal dari media massa, dan kerap digunakan oleh lawan politik (terutama Partai Demokrat) untuk menjatuhkan citra Partai Republik, tetapi istilah ini juga diciptakan oleh para pakar.
Walaupun istilah ini awalnya digunakan kepada mereka yang menolak sertifikasi kemenangan Biden-Harris, istilah ini kemudian melebar secara penggunaan (namun masih berkaitan dengan akibat penyerbuan Gedung Kapitol). Sebagai contoh, istilah ini dipakai untuk para senator yang menvonis Trump "tidak bersalah" di pemakzulan kedua Donald Trump.
Efek terhadap donasi politik
Dukungan mereka terhadap penolakan kemenangan Biden-Harris membuat kepercayaan donor politik kepada mereka mulai memudar akibat kemarahan publik.
Pada 11 Januari, beberapa perusahaan besar menarik donor politik dari calon kandidat yang menolak kemenangan Joe Biden.[4] Namun pada Juni, perusahaan yang sama tersebut kembali memberikan donor politik, menurut Citizens for Responsibility and Ethics in Washington (CREW). Yang paling dermawan antara semua itu adalah Toyota, yang memberikan dua kali lipat lebih banyak dibandingkan juara dua, Cubic Corporation.[5][6][7]
Pada 21 Januari, The Lincoln Project menyatakan bahwa mereka akan menyiarkan iklan melawan anggota Kaukus Makar.[8]
Anggota Kongres yang dimaksud
Sebanyak 147 anggota Kongres memilih untuk menolak hasil dari Kolese Elektoral Amerika Serikat untuk pemilu 2020. 139 berasal dari Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat dan 8 berasal dari Senat Amerika Serikat.
Senat
8 anggota Senat Amerika Serikat yang disebut berdasarkan makna awalnya adalah sebagai berikut:[9]
| Portret | Nama | Negara bagian | Partai | Memilih untuk menolak suara elektoral | ||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Arizona | Pennsylvania | |||||
| Ted Cruz | Texas | Republik | ||||
| Josh Hawley | Missouri | Republik | ||||
| Cindy Hyde-Smith | Mississippi | Republik | ||||
| John Kennedy | Louisiana | Republik | ||||
| Cynthia Lummis | Wyoming | Republik | ||||
| Roger Marshall | Kansas | Republik | ||||
| Rick Scott | Florida | Republik | ||||
| Tommy Tuberville | Alabama | Republik | ||||
Dewan Perwakilan Rakyat
139 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat yang menjadi bagian dari kaukus tersebut adalah sebagai berikut (berdasarkan abjad dari setiap negara bagian):[10]
Catatan kaki
- ↑ LaTurner tidak hadir dalam pemungutan suara hasil Pennsylvania karena terjangkit COVID-19.
Referensi
- ↑ Kotz, Pete (Januari 20, 2021). "After Jan 6 Capitol Riot, Ohio Congressmen Plot 'Less Scary' Way to Overthrow Democracy". The Cleveland Scene (dalam bahasa American English). Diakses tanggal Januari 28, 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link) - ↑ "Florida's Hall of Shame: The 13 Sunshine State Seditionists". The Sun Sentinel. Januari 11, 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 27, 2021. Diakses tanggal Januari 28, 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Dias, Isabela (Januari 14, 2021). "Lawmakers Who Attended the President's Pre-Riot Rally Are Going to Feel Fundraising Pain". Mother Jones. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 17, 2021. Diakses tanggal Januari 28, 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Korte, Gregory; Allison, Bill (Januari 11, 2021). "GOP Lawmakers Hit by Boardroom Backlash for Bid to Undo Election". Bloomberg News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 27, 2021. Diakses tanggal Januari 27, 2021.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Weber, Peter (Juni 28, 2021). "Toyota is the top donor to the 'Sedition Caucus' of Republicans who wouldn't certify Biden's win". The Week. Diakses tanggal Juni 28, 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Markay, Lachlan (Juni 27, 2021). "Toyota leads companies in election-objector donations". Axios. Diakses tanggal Juni 28, 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Cottle, Michelle (Juni 16, 2021). "Opinion | Corporate America Forgives the Sedition Caucus". The New York Times. Diakses tanggal Januari 18, 2023.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Cole, Brendan (Januari 21, 2021). "Lincoln Project Pivots to Targeting 'Sedition Caucus' of Ted Cruz, Josh Hawley". Newsweek. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 28, 2021. Diakses tanggal Januari 27, 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Gross, Jenny; Broadwater, Luke (Januari 7, 2021). "Here are the Republicans who objected to certifying the election results". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 7, 2021. Diakses tanggal Februari 17, 2021.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Yourish, Karen; Buchanan, Larry; Lu, Denise (Januari 7, 2021). "The 147 Republicans Who Voted to Overturn Election Results". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 7, 2021. Diakses tanggal Februari 17, 2021.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)