Minggu, 08 November 2026
03:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Katekol

Katekol

senyawa kimia

Bagikan:
Katekol
Skeletal formula
Pyrocatechol
Ball-and-stick model
Ball-and-stick model
Nama
Nama IUPAC (preferensi)
Benzena-1,2-diol[1]
Nama lain
Pirokatekol[1]
1,2-Benzenadiol
2-Hidroksifenol
1,2-Dihidroksibenzena
o-Benzenadiol
o-Dihidroksibenzena
Penanda
Model 3D (JSmol)
Referensi Beilstein 471401
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
DrugBank
Nomor EC
Referensi Gmelin 2936
KEGG
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/C6H6O2/c7-5-3-1-2-4-6(5)8/h1-4,7-8H
    Key: YCIMNLLNPGFGHC-UHFFFAOYSA-N
  • Oc1c(O)cccc1
Sifat
C6H6O2
Massa molar 110,11 g·mol−1
Penampilan kristal berbulu putih hingga coklat
Bau bau fenolik samar
Densitas 1.344 g/cm3, padat
Titik lebur 105 °C (221 °F; 378 K)
Titik didih 2.455 °C (4.451 °F; 2.728 K)(menyublim)
312 g/L pada 20 °C[2]
Kelarutan sangat larut dalam piridina
larut dalam kloroform, benzena, CCl4, dietil eter, etil asetat
log P 0,88
Tekanan uap 20 Pa (20 °C)
Keasaman (pKa) 9,45; 12,8
−6,876×10−5 cm3/mol
Indeks bias (nD) 1.604
2,62±0,03 D [3]
Struktur
monoklinik
Bahaya
Lembar data keselamatan Sigma-Aldrich
Piktogram GHS GHS06: BeracunGHS08: Bahaya KesehatanGHS05: Korosif
Keterangan bahaya GHS {{{value}}}
H301, H311, H315, H317, H318, H332, H341
P261, P301, P302, P305, P310, P312, P330, P331, P338, P351, P352
Titik nyala 127 °C (261 °F; 400 K)
510 °C (950 °F; 783 K)
Ambang ledakan 1,4%–?[4]
Dosis atau konsentrasi letal (LD, LC):
300 mg/kg (tikus, oral)
Batas imbas kesehatan AS (NIOSH):
PEL (yang diperbolehkan)
tidak ada[4]
REL (yang direkomendasikan)
TWA 5 ppm (20 mg/m3) [kulit][4]
IDLH (langsung berbahaya)
N.D.[4]
Senyawa terkait
Related benzenadiol
Resorsinol
Hidrokuinon
Senyawa terkait
1,2-Benzokuinona
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Katekol, juga dikenal sebagai pirokatekol atau 1,2-dihidroksibenzena, adalah senyawa organik dengan rumus molekul C6H4(OH)2. Senyawa ini merupakan isomer orto dari tiga isomer benzenadiol. Senyawa tak berwarna ini terdapat secara alami dalam jumlah sedikit. Senyawa ini pertama kali ditemukan melalui distilasi destruktif ekstrak tumbuhan katekin. Sekitar 20.000 ton katekol kini diproduksi secara sintetis setiap tahunnya sebagai bahan kimia organik komoditas, terutama sebagai prekursor pestisida, perasa, dan pewangi. Sejumlah kecil katekol terdapat dalam buah-buahan dan sayuran.[2]

Referensi

  1. 1 2 "Front Matter". Nomenclature of Organic Chemistry: IUPAC Recommendations and Preferred Names 2013 (Blue Book). Cambridge: The Royal Society of Chemistry. 2014. hlm. 691. doi:10.1039/9781849733069-FP001. ISBN 978-0-85404-182-4.
  2. 1 2 Fiege, Helmut; Voges, Heinz-Werner; Hamamoto, Toshikazu; Umemura, Sumio; Iwata, Tadao; Miki, Hisaya; Fujita, Yasuhiro; Buysch, Hans-Josef; Garbe, Dorothea; Paulus, Wilfried (2000), "Phenol Derivatives", Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, doi:10.1002/14356007.a19_313, ISBN 978-3-527-30385-4
  3. ↑ Lander, John J.; Svirbely, W. J. (1945). "The Dipole Moments of Catechol, Resorcinol and Hydroquinone". Journal of the American Chemical Society. 67 (2): 322–324. Bibcode:1945JAChS..67..322L. doi:10.1021/ja01218a051.
  4. 1 2 3 4 NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards. "#0109". Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (NIOSH).

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pyrocatechol.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan