Rabu, 04 November 2026
18:19 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Suhu swasulut

batas suhu terendah di mana suatu zat dapat menyala dengan sendirinya

Bagikan:

Suhu swasulut (suhu penyalaan otomatis, temperatur autosulutan, suhu swanyala, ataupun suhu penyalaan sendiri [1] (Bahasa Inggris: autoignition temperature) dari suatu zat kimia adalah batas suhu terendah zat tersebut akan terbakar di atmosfer normal tanpa adanya sumber pembakaran dari luar, seperti api dsb. Pada suhu ini, sebagian besar energi kinetik gas telah mencapai energi aktivasi dari reaksi pembakaran. Suhu swasulut pada keadaan non-atmosfer turun jika tekanan meningkat atau konsentrasi oksigen meningkat. Hal ini biasanya diterapkan pada campuran bahan bakar.

Suhu swasulut bahan kimia cair biasanya diukur menggunakan labu kimia berukuran 500 mililiter yang diletakkan pada pemanas (yang suhunya dapat diatur) sesuai dengan prosedur yang dijelaskan dalam ASTM E659.[2]

Persamaan swasulut

Waktu tig yang dibutuhkan suatu bahan untuk mencapai suhu swasulut Tig jika diekspos pada suatu aliran panas q″ dihitung menurut persamaan berikut

tig=(π4)(kρc)[Tig−Toq″]2[3]

di manak = konduktivitas termal (W/(m·K)), ρ = densitas (kg/m³), dan c = kapasitas panas spesifik (J/(kg·K)) dari bahan tersebut.To adalah suhu, dalam satuan Kelvin, suhu awal bahan (atau suhu bahan bulk), dan q″ adalah heat flux (W/m²) yang dikenakan pada bahan.

Titik swasulut sejumlah bahan

Dalam literatur tercatat variasi suhu yang luas dan hanya dipakai sebagai perkiraan. Faktor-faktor yang menyebabkan variasi ini termasuk tekanan parsial oksigen, ketinggian, kelembapan, dan panjang waktu yang dibutuhkan untuk penyulutan. Umumnya suhu swasulut bagi campuran hidrokarbon/udara turun seiring dengan meningkatkan berat molekul dan bertambahnya panjang rantai. Suhu swasulut juga lebih tinggi pada hidrokarbon berantai cabang daripada hidrokarbon berantai lurus.[4]

BahanTitik swasulut (°C)Titik swasulut (°F)Catatan
Trietilborana−20 °C−4 °F
Silana21 °C70 °Fatau lebih rendah
Fosfor putih34 °C93 °FTersulut ketika bersentuhan dengan bahan organik, kalau tidak, meleleh
Karbon disulfida90 °C194 °F
Dietil eter160 °C320 °F[5]
Diesel atau Jet A-1210 °C410 °F
Bensin (Petrol)247–280 °C477–536 °F[6]
Etanol363 °C685 °F[6]
Butana405 °C761 °F[7]
Kertas218–246 °C424–475 °F[8]
Magnesium473 °C883 °F
Hidrogen536 °C997 °F[9]

Untuk kertas, ada variasi luas antara sumber-sumbernya, terutama karena ada banyak variabel fisika pada berbagai jenis kertas, seperti ketebalan, densitas dan komposisi; lagipula, lebih lama untuk kertas mengalami combustion pada suhu rendah.[10]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Glosarium Pusat Bahasa[pranala nonaktif permanen]
  2. ↑ Chen, Chan-Cheng; Liaw, Horng-Jang; Shu, Chi-Min; Hsieh, Yen-Cheng (2010-11-11). "Autoignition Temperature Data for Methanol, Ethanol, Propanol, 2-Butanol, 1-Butanol, and 2-Methyl-2,4-pentanediol". Journal of Chemical & Engineering Data. 55 (11): 5059. doi:10.1021/je100619p. ISSN 0021-9568. Moreover, it was believed that in the literature most AITs of liquid chemicals were measured by a now-discontinued procedure of the ASTM D2155 method, which used a 200 mL flask as the ignition container. The now-existing ASTM method of ASTM E659 uses a spherical 500 mL flask instead of a 200 mL one.
  3. ↑ Principles of Fire Behavior. ISBN 0-8273-7732-0. 1998.
  4. ↑ Zabetakis, M.G. (1965), Flammability characteristics of combustible gases and vapours, U.S. Department of Mines, Bulletin 627.
  5. ↑ "Diethyl Ether - Safety Properties". Wolfram|Alpha.
  6. 1 2 Fuels and Chemicals - Autoignition Temperatures, engineeringtoolbox.com
  7. ↑ "Butane - Safety Properties". Wolfram|Alpha.
  8. ↑ Tony Cafe. "Physical Constants for Investigators". Journal of Australian Fire Investigators. (Reproduced from "Firepoint" magazine)
  9. ↑ "Hydrogen - Safety Properties". Wolfram|Alpha.
  10. ↑ Forest Products Laboratory (1964). "Ignition and charring temperatures of wood" (PDF). Forest Service U. S. Department of Agriculture. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-02-18. Diakses tanggal 2015-01-05.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan