Minggu, 08 November 2026
20:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Kaskas

Kaskas

Bagikan:
250px-Poppy_seeds.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kaskas dalam jumlah besar

Kaskas adalah biji yang diperoleh dari tanaman candu ( Papaver somniferum ) yang telah mengering. Kaskas telah dibudidayakan oleh berbagai peradaban selama ribuan tahun hingga masa kini. Kaskas dibudidayakan dan diperdagangkan di berbagai negara, terutama di negara-negara Eropa Tengah dan Asia Selatan, untuk dijadikan makanan secara sah atau legal. Kaskas biasa disantap utuh atau dihaluskan menjadi tepung untuk berbagai jenis hidangan—terutama pastri dan roti—serta diperas menjadi minyak kaskas (poppyseed oil).

Sejarah

Kaskas telah termaktub pada teks-teks medis kuno dari berbagai peradaban. Misalnya, pada Papirus Ebers Mesir–yang ditulis sekitar tahun 1550 SM–tertulis kaskas sebagai obat penenang.[1] Peradaban Minoa, sebuah peradaban Zaman Perunggu yang muncul di Pulau Kreta (sekitar 2700–1450 SM), membudidayakan bunga candu untuk dipanen bijinya dan dicampurkan dengan susu, opium, serta madu untuk menenangkan bayi yang menangis. Bangsa Sumeria adalah peradaban lain yang diketahui juga membudidayakan kaskas.[2]

Penjelasan

Kaskas memiliki panjang kurang dari satu milimeter, berbentuk ginjal, dan permukaannya bercerukan.[3] Diperlukan sekitar 3.300 biji kaskas untuk membuat satu gram kaskas dan antara 1 hingga 2 juta biji kaskas untuk menghasilkan satu pon kaskas.[2] Senyawa rasa utamanya adalah 2-pentilfuran.[4]

Produksi

Produksi kaskas (rata-rata 2014–2018)
Negara Produksi ( ton )
 Ceko 22.739
 Turki 21.479
 Spanyol 11.812
 Hungaria 6.047
 Prancis 5.467
Sumber: FAOSTAT Perserikatan Bangsa-Bangsa [5]

Pada tahun 2018, produksi kaskas dunia mencapai 76.240 ton. Pada tahun 2024, Ceko merupakan produsen kaskas terbesar dengan 29.679 ton. Turki, Spanyol, Hongaria, dan Prancis merupakan produsen utama lainnya.[6]

Kaskas bisa menjadi produk sampingan dari budidaya Papaver somniferum untuk opium, jerami candu, atau keduanya. Namun budidaya candu sering kali menemui dilema antara memanen candu untuk kaskas atau opium karena kaskas harus dipanen saat candu sudah matang dan polong candu mengering sedangkan opium dipanen saat polongnya masih hijau, bijinya baru mulai tumbuh, serta getahnya melimpah. Berbeda dengan jerami candu yang bisa menjadi produk sampingan dari memanen kaskas. Dibandingkan dengan polong dan jerami candu, kaskas mengandung kadar opiat yang sangat rendah. Bijinya dapat dicuci untuk menghasilkan teh candu, tetapi dibutuhkan dalam jumlah besar yaitu sekitar 300–400 g tergantung pada kadar opiat.

Karena kaskas relatif mahal, terkadang kaskas dicampur dengan biji bayam yang sangat mirip dengan kaskas.[7]

Status hukum

Singapura melarang penjualan kaskas dari Papaver somniferum karena kandungan morfinnya. Selain itu, kaskas juga dilarang di Taiwan, karena ada risiko benih yang masih hidup akan dijual dan digunakan untuk menanam candu untuk opium.[8] Tiongkok pun melarang campuran rempah-rempah yang terbuat dari kaskas dan polong candu sejak tahun 2005 karena adanya jejak opiat di dalamnya.[9][10] Arab saudi juga melarang meskipun kaskas biasa dijadikan bumbu roti pada masakan Arab karena alasan pengendalian narkoba.

Wisatawan Internasional

Wisatawan yang berkunjung ke Uni Emirat Arab sangat rentan menghadapi masalah dan hukuman berat.[11][12] Di Singapura, kaskas diklasifikasikan sebagai "barang terlarang" oleh Biro Narkotika Pusat (CNB).[13]

Galeri

  • Dried poppy seed pods next to glass jars of blue, gray, and white poppy seeds used for pastries in Germany
    Polong candu kering di samping stoples kaca berisi kaskas biru, abu-abu, dan putih yang digunakan untuk pastri-pastri di Jerman
  • Macro photograph of poppy seeds
    Foto makro kaskas
  • White poppy seeds, close up
    kaskas putih, dilihat dari dekat
  • Czech blue poppy seeds (as food)
    kaskas biru Ceko (sebagai makanan)
  • A cut green seed pod with fresh latex
    Tetesan getah pada polong candu yang ditoreh
  • Electron micrograph of a poppy seed
    Mikrograf elektron dari kaskas
  • Energy-dispersive X-ray analysis showing high content of calcium and other mineral elements in the seed
    Analisis sinar-X dispersif energi menunjukkan kandungan kalsium dan unsur mineral lainnya yang tinggi dalam kaskas

Referensi

  1. ↑ Raghavan, Susheela (2006). Handbook of spices, seasonings, and flavorings. CRC Press. hlm. 158. ISBN 978-0-8493-2842-8.
  2. 1 2 McGee, Harold (2004). On Food and Cooking: The Science and Lore of the Kitchen. Simon and Schuster. hlm. 513. ISBN 978-0-684-80001-1.
  3. ↑ Yearbook of Agriculture. United States Government Printing Office. 1896. hlm. 203.
  4. ↑ Yiu H. Hui, Handbook of Food Science, Technology, and Engineering. CRC Press 2006. ISBN0-8493-9848-7
  5. ↑ "Poppy seed production in 2018, Crops/Regions/World list/Production Quantity (pick lists)". UN Food and Agriculture Organization, Corporate Statistical Database (FAOSTAT). 2019. Diakses tanggal 30 Agustus 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Poppy seed production in 2018, Crops/Regions/World list/Production Quantity (pick lists)". UN Food and Agriculture Organization, Corporate Statistical Database (FAOSTAT). 2019. Diakses tanggal 30 Agustus 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Singhal, Rekha S.; Pushpa R. Kulkarni; Dinanath V. Rege (1997). Handbook of Indices of Food Quality and Authenticity. Woodhead. hlm. 414. ISBN 978-1-85573-299-5.
  8. ↑ "Court convicts bagel shop owner over poppy seeds - Taipei Times". 4 Mei 2001. Diakses tanggal 20 April 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "Controls over poppy seed strengthened". Asia Times. Oktober 18, 2005. Diarsipkan dari versi asli pada Maret 16, 2006. Diakses tanggal April 20, 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "In China, poppy seedpod is a spice too hot to handle". 21 Oktober 2013. Diakses tanggal 20 April 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Travel Warning – Khas Khas (Poppy Seed) Imprisonment in UAE Diarsipkan 2017-06-19 di Wayback Machine. Hoax-slayer.com. Retrieved on 2015-04-24.
  12. ↑ "Indian in UAE denies using poppy seeds as drugs". Yahoo News India. IANS. Juli 10, 2014. Diarsipkan dari asli tanggal Maret 5, 2016. Diakses tanggal Juli 17, 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "I would like to know if I am allowed to bring poppy seeds into Singapore for my baking business". Diarsipkan dari asli tanggal April 30, 2008. Diakses tanggal 31 Agustus 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan