Minggu, 04 Oktober 2026
08:58 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Predator puncak

Bagikan:
120px-Elang_Jawa_%28Nisaetus_Bartelsi%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Panthera_pardus_close_up.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Elang jawa dan macan tutul merupakan kedua contoh predator puncak.[1][2]

Predator puncak atau pemangsa puncak adalah jenis predator berada di atas puncak rantai makanan dan tidak memiliki predator yang memangsanya.[3] Istilah ini secara umum diterapkan ketika membahas dinamika trofik, di mana predator puncak menempati tingkatan trofik tertinggi. Predator puncak sebagai konsep diterapkan dalam berbagai kajian ekologi seperti ekowisata dan konservasi alam.

Binatang dapat menjadi predator puncak pada beberapa lingkungan tetapi tidak di tempat lain. Beberapa spesies berakhir pada rantai makanan panjang, ketika mereka memiliki peran penting untuk memelihara kesehatan ekosistem, dan beberapa predator pada akhir rantai makanan hanya memiliki 3 tahap (rumput→rusa→serigala). Beberapa seperti beruang, hiena, buaya, serigala, anjing besar, hiu, komodo, dan paus pembunuh adalah pemakan manusia, walaupun mereka menghindari manusia.

Referensi

  1. ↑ Ridwan, Iwan; At, Mulyadi; Rusli, Abdul Rahman (2014). "Pemantauan Ekologi Sarang Elang Jawa (Spizaets bartelsi) di Wilayah Hutan Cikaniki Taman Nasional Gunung Halimun Salak". Jurnal Nusa Sylva. 14 (2): 44-47. doi:10.31938/jns.v14i2.153.
  2. ↑ Sulistyadi, Eko (2012). "Komunitas Mamalia Besar Gunung Slamet". Dalam Maryanto, Ibnu; Noerdjito, Mas; Partomihardjo, Tukin (ed.). Ekologi Gunung Slamet (PDF). Jakarta: LIPI Press. hlm. 121–134.
  3. ↑ "Jean-Michel Cousteau : Ocean Adventures . Glossary | PBS". www.pbs.org. Diakses tanggal 2025-04-03.

Pranala luar

Umum
Hierarki
Interaksi biologis
Jangka pendek
Jangka panjang
Jaring-jaring makanan
Konsep
Peranan
Peran sebagai spesies
Distribusi spesies
Lain-lain
Ekologi ruang
Ikon rintisan

Artikel bertopik ekologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan