Sabtu, 03 Oktober 2026
02:53 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri

Karel Supit

Politikus Partai Komunis Indonesia

Bagikan:
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Gaya atau nada penulisan artikel ini tidak mengikuti gaya dan nada penulisan ensiklopedis yang diberlakukan di Wikipedia. Bantulah memperbaikinya berdasarkan panduan penulisan artikel. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Karel Supit" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya.
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2025)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Ini adalah nama Minahasa, marganya adalah Supit.
Karel Supit
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
PresidenSoekarno
Anggota Konstituante
PresidenSoekarno
Informasi pribadi
Lahir20 Oktober 1917
Meninggal18 April 2006 (umur 88)
Partai politik  PKI

Karel Supit lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada tahun 1917. Menempuh pendidikan sekolah Hindia Belanda dalam Algemene Middelbare School (AMS). Di usia muda dia bekerja di kawasan perusahan minyak di Cepu, Jawa Timur. Sesudah proklamasi kemerdekaan pada tahun 1945, dia membentuk dan memimpin pasukan gerilya nasionalis di Jawa Timur melawan pemerintahan kolonial Belanda. Kembali ke Manado pada tahun 1950, di mana secara inisiatif mendirikan federasi perserikatan buruh, Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI), di Minahasa. Dia juga membantu mendirikan Partai Komunis Indonesia (PKI) di daerah ini. Pada tahun 1954, dia menjadi anggota Comite Central Partai. Tahun 1955 dia terpilih menjadi anggota dewan dari Partai Komunis dan menjadi orang yang paling berpengaruh di wilayahnya.

Dia dengan tegas melawan Permesta yang memberontak terhadap pemerintah pusat yang dideklarasilan pada tahun 1957. Dalam situasi ini, dia ditangkap oleh tentara Permesta dan dibebaskan beberapa bulan setelah pemberontakan dipukul kalah oleh tentara pemerintah pusat. Kemudian dia pindah ke Jakarta untuk bekerja di kantor pusat partai sebagai pimpinan departemen internasional. Tahun 1963 dia ditunjuk sebagai anggota delegasi dalam Sidang PBB2 Sesi XVII Tahun 1962. Dia juga ikut berpartisipasi dalam berbagai konferensi dan pertemuan internasional3 .

Sesudah Oktober 1965, para pemimpin dan anggota PKI berusaha menghindari penahanan tapi Karel Supit ditangkap dalam hitungan hari saja. Sesudah ditahan dalam penjara laki-laki di Salemba selama lima tahun, dia dipindahkan di camp tahanan Pulau Buru pada tahun 1969. Istrinya hilang dalam persembunyian tahun 1965, diketahui istrinya adalah anggota organisasi wanita pro-komunis; Gerwani. Anak-anak mereka dirawat oleh saudara mereka. Di awal tahun 1967, istrinya ditangkap dan ditahan di penjara Bukit Duri Jakarta. Walaupun penjara mereka berdekatan tapi Karel Supit tidak diizikan bertemu dengan istrinya. Setelahnya, salah satu anak mereka juga ditahan.

Ketika Karel Supit dipindahkan ke Pulau Buru dia berumur 52 tahun, melewati usia 45 yang seharusnya berdasarkan aturan pemerintah tidak harus dibawa ke pulau ini. Tidak mudah membayangkan, dengan kondisi usianya, bagaimana dia harus menghadapi ancaman kesehatan yang serius.

Dalam buku Nyanyi Sunyi Seorang Bisu4, autobiografi Pramoedya Ananta Toer, dia menggambarkan kondisi kamp penahanan di mana ada orang-orang Manado. Salah satunya adalah Karel Supit yang termasuk dalam daftar sebagai orang keras (diehard) secara politik dan ideologi. Karel Supit dibebaskan bersama Pram pada tahun 1979. Berbeda dengan para eks tapol lainnya yang masih aktif, Karel Supit cenderung tidak banyak bicara soal politik. Mungkin karena trauma sebagai korban politik atau memilih menghabiskan sisa hidup dengan damai bersama keluarga. Sampai saat ini keluarga pun masih tertutup untuk bicara tentang orang yang luar biasa telah mewarnai politik Indonesia. Karel Supit meninggal di Jakarta pada 18 April 2006.

Referensi

[1] Lihat laporan Karel Supit dalam Kongres Nasional Ke-VII (Luar Biasa) Partai Komunis Indonesia berjudul “Laksanakan Politik Luar Negeri yang Konsekuen Manipolis! Cegah Politik Luar Negeri Dualistis dan Lawan Neokolonialisme!”.

[2] Adapun rombongan dalam delegasi untuk Sidang PBB Sesi XVI di New York yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Subandrijo adalah: Ali Sastromidjojo; Sukardjo Wirjopranoto; L. N. Palar; Moh. Sjarif; Ismael Thaleb; Kolonel Thalib Hendraningrat; Manai Sophiaan; Ahmad Sjaichu; Karel Supit; dan Susanto Djojosugito. Sala satu masalah yang dibawa dalam sidang ini adalah sengketa antara Indonesia dan Belanda mengenai wilayah Papua.

[3] Sala satunya dalam International Parliamentary Unions Conference di Brussels tahun 1961.

[4] Toer, Pramoedya Ananta. Nyanyi Sunyi Seorang Bisu. Lentera. Jakarta. 1997.

Sumber: artikel Sual, Swadi. Karel Supit: Tokoh Kiri Nasional Asal Minahasa. Minahasa. 2021

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan