Minggu, 18 Oktober 2026
02:00 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Kapal karam

Kapal karam

Bagikan:
330px-St%C3%B6wer_Titanic.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tenggelamnya Titanic, diilustrasikan oleh Willy Stöwer pada tahun 1912

Karamnya kapal sebagai nomina adalah hilangnya sebuah kapal, dan sebagai verba berarti menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada sebuah kapal sehingga mengakibatkan hilangnya kapal tersebut.[1] Bentuk karamnya kapal meliputi kandas atau tenggelam, yang dapat menjadi konsekuensi dari berbagai kemungkinan penyebab. Sebuah kapal terbengkalai yang belum hancur disebut kapal terlantar. Sisa-sisa fisik yang dihasilkan dari kapal yang hancur disebut bangkai kapal atau puing-puing.[2]

Penyebab

250px-Estonia_ferry2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rakit penolong dari MS Estonia, yang tenggelam di Laut Baltik pada tahun 1994

Kemungkinan penyebab karamnya kapal meliputi tabrakan yang menyebabkan kapal kemasukan air dan tenggelam; terdamparnya kapal di bebatuan, daratan, atau perairan dangkal; perawatan yang buruk, yang mengakibatkan kurangnya kelaiklautan; atau hancurnya kapal baik secara sengaja maupun akibat cuaca ekstrem. Faktor-faktor hilangnya kapal dapat meliputi:

Referensi

  1. ↑ "Shipwrecking." Merriam-Webster.com Thesaurus, Merriam-Webster, https://www.merriam-webster.com/thesaurus/shipwrecking. Accessed 10 Oct. 2025.
  2. ↑ "Shipwreck." Merriam-Webster.com Dictionary, Merriam-Webster, https://www.merriam-webster.com/dictionary/shipwreck. Accessed 10 Oct. 2025.
Ikon rintisan

Artikel bertopik transportasi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan