Sabtu, 10 Oktober 2026
16:05 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Kapal Hitam

Kapal Hitam

Bagikan:
500px-Japanese_1854_print_Commodore_Perry.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
"Kapal Hitam" Komodor Matthew Perry dalam cetakan Jepang dari tahun 1854.

Kapal Hitam (Bahasa Jepang: 黒船, kurofune) adalah nama yang diberikan pada kapal-kapal bangsa Barat yang tiba di Jepang antara abad ke-15 dan ke-19. Secara khusus, istilah tersebut dipakai untuk menyebut kapal-kapal Mississippi, Plymouth, Saratoga, dan Susquehanna, yang berlabuh pada 14 Juli 1853 di Pelabuhan Uraga (saat ini bagian dari Yokosuka) di Prefektur Kanagawa, Jepang, di bawah komando Komodor Matthew Perry dari Amerika Serikat.[1] Kata "hitam" menggambarkan warna hitam dari layar kapal-kapal yang lebih tua itu, dan asap hitam yang keluar dari mesin uap berbahan bakar batubara pada kapal-kapal Amerika tersebut.

Kekuatan militer yang lebih hebat dari Komodor Perry merupakan faktor penentu dalam negosiasi traktat yang mengizinkan Amerika berdagang dengan Jepang. Hal ini secara efektif mengakhiri periode Sakoku (鎖国) yang telah berjalan selama lebih dari 200 tahun, yang mengizinkan hanya orang-orang Belanda dan Cina saja yang dapat berdagang dengan Jepang.

Lihat pula

Catatan kaki

Referensi

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan