Sabtu, 26 September 2026
17:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Kapal Hitam

Kapal Hitam

500px-Japanese_1854_print_Commodore_Perry.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
"Kapal Hitam" Komodor Matthew Perry dalam cetakan Jepang dari tahun 1854.

Kapal Hitam (Bahasa Jepang: 黒船, kurofune) adalah nama yang diberikan pada kapal-kapal bangsa Barat yang tiba di Jepang antara abad ke-15 dan ke-19. Secara khusus, istilah tersebut dipakai untuk menyebut kapal-kapal Mississippi, Plymouth, Saratoga, dan Susquehanna, yang berlabuh pada 14 Juli 1853 di Pelabuhan Uraga (saat ini bagian dari Yokosuka) di Prefektur Kanagawa, Jepang, di bawah komando Komodor Matthew Perry dari Amerika Serikat.[1] Kata "hitam" menggambarkan warna hitam dari layar kapal-kapal yang lebih tua itu, dan asap hitam yang keluar dari mesin uap berbahan bakar batubara pada kapal-kapal Amerika tersebut.

Kekuatan militer yang lebih hebat dari Komodor Perry merupakan faktor penentu dalam negosiasi traktat yang mengizinkan Amerika berdagang dengan Jepang. Hal ini secara efektif mengakhiri periode Sakoku (鎖国) yang telah berjalan selama lebih dari 200 tahun, yang mengizinkan hanya orang-orang Belanda dan Cina saja yang dapat berdagang dengan Jepang.

Lihat pula

Catatan kaki

Referensi

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan