Rabu, 28 Oktober 2026
20:06 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kang Kek Iew

Kang Kek Iew

Bagikan:
Kang Kek Iew
កាំង ហ្កិច អ៊ាវ
250px-Kang_Kek_Iew_%28Kaing_Guek_Eav_or_Duch%29_before_the_Extraordinary_Chambers_in_the_Courts_of_Cambodia_-_20091126.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kang Kek Iew selama persidangannya (2009)
Lahir(1942-11-17)17 November 1942
Meninggal2 September 2020(2020-09-02) (umur 77)
Nama lainKamerad Duch
Hang Pin
Dikenal karenaDirektur kamp penjara S-21, Pimpinan Santebal
Pasangan menikahChhim Sophal (?-1995)
VonisKejahatan kemanusiaan
Hukuman pidana
30 tahun diperpanjang hingga seumur hidup (2 Februari 2012)
Tanggal penangkapan
Mei 1999
Artikel ini mengandung teks berbahasa Khmer. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan aksara Khmer.

Kang Kek Iew atau Kaing Kek Iev, juga diromanisasikan sebagai Kaing Guek Eav (bahasa Khmer:កាំង ហ្គេកអ៊ាវ), nom de guerre Kamerad Duch atau Deuch (មិត្តឌុច); atau Hang Pin, (17 November 1942 – 2 September 2020)[1] adalah seorang penjahat perang Kamboja dan mantan pemimpin gerakan Khmer Merah, yang memerintah Kampuchea Demokratik dari tahun 1975 hingga 1979. Sebagai kepala keamanan internal pemerintah (Santebal), ia mengawasi kamp penjara Tuol Sleng (S-21) tempat ribuan orang ditahan untuk diinterogasi dan disiksa, setelah itu sebagian besar dari para tahanan ini akhirnya dieksekusi.

Ia adalah pemimpin Khmer Merah pertama yang diadili oleh Persidangan Luar Biasa di Pengadilan Kamboja atas kejahatan rezim Khmer Merah,[2] dan dihukum karena kejahatan terhadap kemanusiaan, pembunuhan, dan penyiksaan karena perannya selama Khmer Merah memerintah di Kamboja dan dijatuhi hukuman 30 tahun penjara. Pada 2 Februari 2012, hukumannya diperpanjang menjadi penjara seumur hidup oleh Persidangan Luar Biasa di Pengadilan Kamboja.

Meski bertanggung jawab atas kematian ribuan orang, Kang Kek Iew, tidak seperti kader Khmer Merah lainnya, ia tidak menampik dan malah membenarkan kejahatannya. Ia mengakui bahwa ia salah dan telah melakukan hal-hal yang mengerikan; ia berkata bahwa ia bertobat dan telah menjadi Kristen. Selama persidangannya, ia memberikan laporan rinci tentang apa yang terjadi di dalam S-21 dan di dalam rezim Khmer Merah, dan hal itu membantu menjelaskan rezim dan tanggung jawab kader lainnya.[3]

Tahun-tahun awal

Kang Kek Iew lahir di desa Choyaot, subdistrik Kampong Chen, Provinsi Kampong Thom,[4] dan keturunan Tionghoa-Khmer.[5][6]

Meninggal

Pada 2 September 2020, Duch meninggal dunia pada usia 77 tahun di sebuah rumah sakit di Phnom Penh.[7]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Totten, Samuel; Bartrop, Paul Robert; Jacobs, Steven L. (2008). Dictionary of Genocide: A-L. Greenwood Publishing Group. hlm. 82. ISBN 978-0-313-34642-2. Diakses tanggal 12 Oktober 2010.
  2. ↑ "Landmark Khmer Rouge trial starts". BBC News. 17 Februari 2009. Diakses tanggal 17 Februari 2009.
  3. ↑ "Propaganda, Torture and French Colonial Heritage: Looking into the Methods of the Khmer Rouge - Cambodia Tribunal Monitor". www.cambodiatribunal.org. Diakses tanggal 25 November 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "CBIO Record of Comrade Duch". Yale Cambodian Genocide Program. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-11-24. Diakses tanggal 18 Desember 2005.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ David P. Chandler, Brother Number One: A Political Biography of Pol Pot, Westview Press, 1999, ISBN 0-8133-3510-8, pg 126
  6. ↑ Notes from a slaughterhouse Khmer Rouge Atrocities Diarsipkan 2009-06-11 di Wayback Machine, Bangkok Post Perspective 30 May 1999, Ben Kiernan, Universitas Yale
  7. ↑ "Khmer Rouge's chief jailer, guilty of war crimes, dies at 77". Associated Press. 2020-09-02. Diakses tanggal 2020-09-02.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Kang Kek Iew.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan