Minggu, 27 September 2026
15:59 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Kancah

Kancah[1] atau kawah[2] (bahasa Inggris:cauldron)[3] adalah kuali besar yang digunakan untuk memasak makanan atau minuman pada Zaman Tembaga dan Zaman Besi.[4] Kaldron yang pernah ditemukan di Inggris dan Irlandia terbuat dari tembaga, besi, atau campuran keduanya.[4] Di era modern, kaldron digunakan di dalam upacara olimpiade olahraga sebagai tempat api olimpiade dinyalakan untuk simbol pembukaan acara.[5]

Etimologi

Kata cauldron pertama kali tercatat pada abad ke-13 yang ditulis dalam bahasa Inggris cauldron atau caudron.[6] Kata cauldron atau caudron sendiri merupakan resapan dari bahasa Prancis chaudron yang diturunkan dari bahasa Latin klasik calidārium atau caldārium yang berarti ‘permandian air panas’.[6]

Sejarah

250px-Sheet_bronze_cauldron_british_museum.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kancah tembaga dari Zaman Tembaga dan kail untuk mengaitkan daging.

Kaldron pada mulanya digunakan sebagai tempat memasak daging atau memanaskan minuman pada akhir Zaman Tembaga sampai awal Zaman Besi (1200SM - 600SM).[4] Kaldron pada masa tersebut terbuat dari lempengan-lempengan tembaga yang dipaku menjadi satu.[4] Ada sekitar 60 artefak kaldron zaman tersebut yang telah ditemukan dan salah satunya adalah kaldron Battersea.[4] Kaldron dari akhir Zaman Besi (200SM - 100M) tidak jauh berbeda dengan kaldron dari Zaman Tembaga, hanya saja sudah terdapat kandungan besi di dalam bahan pembuatannya.[4] Kaldron Gundestrup merupakan salah satu dari 30 kaldron Zaman Besi yang telah ditemukan.[4][7] Kaldron Gundestrup ditemukan di Gundestrup, Denmark.[7] Karena ukurannya yang cukup besar, kaldron dipercaya hanya digunakan dalam perayaan keagamaan atau ritual sebagai tempat untuk memasak bahan makanan.[4]

Referensi

  1. ↑ "Hasil Pencarian - KBBI Daring". KBBI Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Diakses tanggal 1 Oktober 2021.
  2. ↑ "Hasil Pencarian - KBBI Daring". KBBI Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Diakses tanggal 1 Oktober 2021.
  3. ↑ "Hasil Pencarian - KBBI Daring". KBBI Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Diakses tanggal 1 Oktober 2021.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Cauldron and feasting in the Iron Age". The British Museum. Diakses tanggal 2014-05-27.
  5. ↑ "Olympic flame". Encyclopedia Britannica. Diakses tanggal 2014-05-27.
  6. 1 2 T. F. Hoad . 1993 . English Etymology . Oxford University Press . ISBN 0-19-283098-8
  7. 1 2 "Gundestrup Cauldron". unc.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-02-21. Diakses tanggal 2014-05-27.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan