Selasa, 13 Oktober 2026
18:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Kalimi

Kalimi

Bagikan:
250px-Abah_Kalimi_mengajarkan_calung_renteng_ke_generasi_muda.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Abah Kalimi mengajarkan calung renteng pada generasi muda di Cibitung, Pandeglang

Kalimi, akrab disapa Abah Kalimi, merupakan maestro calung renteng yang mendapatkan Anugerah Kebudayaan Indonesia dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada tahun 2021.[1]

Abah Kalimi lahir tahun 1938 dan mulai mempelajari calung renteng pada tahun 70-an.[1][2] Calung renteng menjadi salah satu media untuk menghibur Nyi Pohaci Sanghyang Asri atau Dewi Padi yang diyakini masyarakat Sunda.[1][2] Sebagai petani huma, Abah Kalimi menguasai teknik dan pengetahuan tradisional pertanian huma atau ladang kering. Selain itu, Abah Kalimi juga menguasai teknik arsitektur tradisional Sunda, termasuk bentuk bangunan cawene nyingsat, julang ngapak, kebo nyusu, dan anjing ngadaweung.[1]

Pada tahun 2000, ketika Banten resmi menjadi provinsi ke-30 di Indonesia, beberapa miniatur Abah Kalimi dipamerkan di Anjungan Banten, Taman Mini Indonesia Indah.[1] Beberapa miniaturnya juga sempat dipamerkan sampai ke Jepang.[1] Pada tahun 2009, Abah Kalimi mendapatkan Penghargaan Seniman dan Budayawan Provinsi Banten.[1] Abah Kalimi mewariskan pengetahuannya kepada generasi muda lewat berbagai pelatihan dan pertunjukan. Beberapa repertoar yang biasa dinyanyikan Abah Kalimi di antaranya Lutung Kasarung, Adem Ayem, Wawayangan, dan Uti-Uti Uri.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 Goeyardi, Debby Lukito (2021). Profil Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2021. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. 1 2 "Mengenal Abah Kalimi, Maestro Calung Renteng yang Meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia". Bingar. 21 Desember 2021. Diakses tanggal 9 Januari 2025.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan