Jumat, 16 Oktober 2026
14:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo

Kalang obong

tradisi upacara kematian dalam suku Kalang, Jawa Tengah

Bagikan:

Kalang obong adalah tradisi upacara kematian dalam suku Kalang, terutama yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Upacara ini biasanya dilakukan setelah setahun seseorang meninggal seseorang, atau dalam bahasa Jawa disebut sependhak.[1] Meskipun sama-sama berangkat dari tradisi Hindu, Upacara Kalang Obong berbeda dengan Ngaben di Bali, karena yang dibakar (diobong) hanyalah boneka (puspa), bukan jenazah asli manusia.

Upacara Kalang Obong sempat terancam kepunahan karena sudah jarang dilaksanakan. Dalam kurun 1948 sampai 1960, tercatat hanya tiga kali diadakan upacara Kalang Obong. Upacara keempat, yaitu pada 27 Juli 1961, dilakukan di Jatingarang, Gunung Kidul.[2]

Dalam rangka melestarikan budaya masyarakat Kalang ini, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta mengadakan beberapa upaya revitalisasi, antara lain melalui penerbitan buku saku Upacara Kalang Obong, pertunjukan teatrikal terkait upacara obong, dan lain-lain. Di samping itu, pada 2018 lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menetapkan Kalang Obong Kendal sebagai salah satu dari Warisan Budaya Takbenda di Indonesia.

Referensi

  1. ↑ Paluseri, dkk, Dais Dharmawan (2018). Penetapan Budaya Warisan Takbenda Indonesia 2018 (PDF). Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 209.
  2. ↑ "Revitalisasi Upacara Kalang Obong di Kotagede Yogyakarta". Tembi.net. 2017-12-15. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-02-18. Diakses tanggal 2019-02-18.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan