Rabu, 21 Oktober 2026
20:15 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Kara (spesies tumbuhan)

Kara (spesies tumbuhan)

spesies tumbuhan polongan

Bagikan:
Kara
250px-Lablabpod.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Polong
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Subfamili: Faboideae
Genus: Lablab
Adans. (1763)
Spesies:
L. purpureus
Nama binomial
Lablab purpureus
(L.) Sweet (1826)
Subspesies dan varietas[1]
  • Lablab purpureus subsp. bengalensis (Jacq.) Verdc.
  • Lablab purpureus subsp. purpureus
  • Lablab purpureus var. rhomboideus (Schinz) Verdc.
  • Lablab purpureus subsp. uncinatus Verdc.
Sinonim[1][2]

 

  • Lablavia D.Don (1834)
  • Dolichos lablab L.
  • Dolichos purpureus L. (1763)
  • Lablab niger Medikus
  • Lablab lablab (L.) Lyons
  • Lablab vulgaris (L.) Savi
  • Vigna aristata Piper

Kara, biduk, bado, kacang komak[3] atau kacang koro (Lablab purpureus) adalah sejenis kacang-kacangan dari famili Fabaceae (Leguminosae). Tanaman ini terutama dikembangkan sebagai penghasil bahan pangan bebijian dan sayuran; tetapi juga baik sebagai pakan ternak, pupuk hijau, tanaman penutup tanah, dan tanaman hias. Spesies ini adalah satu-satunya anggota genus monotipik Lablab.[4]

Kacang atau polong dari buah ini berbentuk pipih dan biasa dikonsumsi sebagai sayuran dan daunnya dapat diolah.[3] Biji kacang yang tua dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat tempe.[3] Salah satu olahan kacang ini adalah pedis panas yang merupakan kuliner khas masyarakat Sasak, Lombok.[3]

Peristilahan

Kacang ini juga dikenal dengan nama-nama seperti kekara, kara-kara (Mly.), kacang jěriji, kacang pěda, roay katopès (Sd.); kårå, kekårå, kårå andhong, kårå usěng, kårå wědhus (Jw.); komak (Md.); ndoto, loto, roto (Rote).[5] Di Malaysia disebut kara-kara, kekara; di Filipina bàtau, itab, pardá; di Burma pe-gyi; di Thailand thua phaep; dan di Vietnam dâu van.

Di benua Eropa juga dikenal sebagai lablab, hyacinth bean (Ingg.), serta dolique lab-lab (Prc.).[6]

Pemerian botanis

250px-Lablab_purpureus_Blanco2.292-cropped.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pelat botani menurut Blanco

Terna tahunan yang membelit; merumpun rendah atau memanjat hingga 6 m tingginya; berakar dalam. Daun-daun majemuk beranak daun tiga, dengan anak daun bundar telur melebar, 5–15 cm × 4–15 cm, bertepi rata, hampir gundul atau berambut halus; duduk daun berseling.[6]

Perbungaan berupa tandan yang kaku di ketiak, panjang tangkainya 4–23 cm dan panjang rakis 2–24 cm, dengan banyak buku berisi 1–5 kuntum bunga. Bunga dengan mahkota putih, jambon, merah, atau ungu; bertangkai pendek yang menyegi-empat dan berambut jarang; benang sari 10 helai dalam dua tukal. Polongan bervariasi bentuk dan warnanya; pipih atau menggembung; 5–20 cm × 1–5 cm; lurus atau melengkung; biasanya dengan 3–6 biji bundar telur yang beraneka dalam ukuran dan warna.[6]

Asal-usul dan kegunaan

250px-Labla_purpu_130830-0108_tdp.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Karangan bunga
Komak, biji yang muda, diolah
Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz)
Energi209 kJ (50 kcal)
9.2 g
0.27 g
2.95 g
VitaminKuantitas
%AKG†
Tiamina (B1)
5%
0.056 mg
Riboflavin (B2)
7%
0.088 mg
Niasin (B3)
3%
0.48 mg
Folat (B9)
12%
47 μg
Vitamin C
6%
5.1 mg
MineralKuantitas
%AKG†
Kalsium
4%
41 mg
Zat besi
6%
0.76 mg
Magnesium
12%
42 mg
Mangan
10%
0.21 mg
Fosfor
7%
49 mg
Potasium
6%
262 mg
Seng
4%
0.38 mg
Link to USDA Database entry
Dikukus, dimasak tanpa garam, ditiriskan
†Persen AKG berdasarkan rekomendasi Amerika Serikat untuk orang dewasa.
Sumber: USDA FoodData Central

Asal-usul komak diperkirakan dari India, Asia Tenggara, atau Afrika. Tanaman ini didomestikasi dan dikembangkan terutama di India, Asia Tenggara, Mesir, dan Sudan.[6]

Di pelbagai wilayah Indonesia, polong komak yang muda populer sebagai sayuran;[5] direbus seperti buncis, dicampurkan ke dalam kari,[6] atau –di wilayah Jawa Timur– dimasak sebagai sayur asam. Biji yang muda, begitu pun daun-daun yang muda, pucuk, dan karangan bunganya, kerap direbus dan dilalap.[6] Bijinya yang tua dan kering dimanfaatkan sebagai kacang-kacangan.[6] Biji komak dapat diproses menjadi tempe,[7] diolah menjadi tepung kaya protein (PRF, Protein Rich Flour),[8] atau bahkan dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan daging tiruan.[9]

Pada musim kering yang panjang, ketika rumput sukar tumbuh, komak sering dibudidayakan sebagai pakan ternak.[5] Hijauan ini tidak dengan serta-merta dilahap oleh ternak, terkadang diperlukan waktu pembiasaan hingga beberapa hari sebelum ternak mau memakannya. Komak juga perlu dicampur dengan hijauan lain, seperti dedaunan atau kacang-kacangan lain, agar ternak tidak mengalami kembung. Pemberian komak dapat meningkatkan dengan segera bobot tubuh sapi dan produksi susunya.[10]

250px-Labla_purpu_130830-0093_tdp.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Polongan muda kacang komak

Komak membentuk nodul-nodul di akarnya, tempatnya bersimbiosis dengan Rhizobium yang mengikat nitrogen; meskipun simbiosis tidak selalu mudah terjadi antara komak dengan strain Rhizobium lokal. Di samping itu, komak memperkaya kandungan nitrogen tanah melalui dekomposisi daun-daun dan rantingnya yang berguguran.[10]

Bila lahannya dipersiapkan dengan baik, komak dapat tumbuh dengan cepat menutupi lahan-lahan yang terbuka. Jika telah tumbuh mantap, tanaman ini mampu menghadapi persaingan dengan aneka gulma di kebun.[10] Kultivar komak tertentu menghasilkan bunga dan polong yang berwarna indah, sehingga acap dijadikan tanaman hias.

Kultivar

Komak, Lablab purpureus, sejak lama diketahui memiliki banyak varietas budidaya (kultivar). Bahkan Rumphius (1690an) telah menyebutkan adanya dua bentuk komak yang disebutnya sebagai Cacara (=kekara) perennis dan Cacara alba atau Cacara puty (=kekara putih)[11] Kini bentuk-bentuk itu umumnya digolongkan ke dalam tiga kelompok kultivar:[6]

  • Kelompok kv. Lablab (tersebar luas)
  • Kelompok kv. Ensiformis (Asia Tenggara, Afrika Timur)
  • Kelompok kv. Bengalensis (Asia Selatan, Afrika Timur)

Catatan kaki

  1. 1 2 "Lablab purpureus (L.) Sweet". Plants of the World Online. Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses tanggal 3 September 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Lablab purpureus". Multilingual taxonomic information. University of Melbourne.
  3. 1 2 3 4 Stephanie, Maria (2024). Ensiklopedia dari Bumi Nusantara ke Piring Kita. Yogyakarta: Guru Bumi.
  4. ↑ Lablablab: Lablab purpureus, general information. Diarsipkan 2020-07-15 di Wayback Machine University of Agricultural Sciences, Bangalore, India.
  5. 1 2 3 Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia 2: 1067-68. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Bogor. (edisi 1916: 347)
  6. 1 2 3 4 5 6 7 8 Shivashankar, G. & R.S. Kulkarni 1989. Lablab purpureus (L.) Sweet Diarsipkan 2021-04-11 di Wayback Machine In: L.J.G. van der Maesen & S. Somaatmadja (Editors). Plant Resources of South-East Asia No. 1: Pulses. [Internet] Record from Proseabase, PROSEA (Plant Resources of South-East Asia) Foundation, Bogor, Indonesia. Diakses pada 3-Sep-2013
  7. ↑ Harnani, S. 2009. Studi Karakteristik Fisikokimia Dan Kapasitas Antioksidan Tepung Tempe Kacang Komak (Lablab Purpureus (L.) Sweet)
  8. ↑ Nafi, A., T. Susanto, A. Subagio. 2006. Development of Protein Rich Flour (PRF) from Hyacinth Bean (Lablab purpureus (L) Sweet) and Lima bean (Phaseolus lunatus) Diarsipkan 2015-06-10 di Wayback Machine. Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan, Vol 17, No 3.
  9. ↑ Bisnis OL: AGROBISNIS: Daging Tiruan Dari Kecambah Kacang Komak[pranala nonaktif permanen]. Rabu, 31 Juli 2013, 20:45 WIB
  10. 1 2 3 FAO: Lablab purpureus (L.) Sweet Diarsipkan 2005-01-30 di Wayback Machine
  11. ↑ Rumpf, G.E. 1741-50. Herbarium Amboinense:plurimas conplectens arbores, frutices, herbas, plantas terrestres ... Pars 5: 378, 380, Tab. 136. Amstelaedami: Apud Fransicum Changuion, Hermannum Uytwerf.

Galeri

  • Biji-biji komak
    Biji-biji komak
  • Bunga dan buah kacang kara
    Bunga dan buah kacang kara
  • Bunga komak
    Bunga komak
  • Polongan yang berwarna Lembayung
    Polongan yang berwarna Lembayung

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Lablab purpureus.
Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Kara (spesies tumbuhan).
Lablab purpureus
Dolichos purpureus
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan