Kamis, 29 Oktober 2026
19:21 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
KRI Clurit (641)

KRI Clurit (641)

kapal milik Angkatan Laut Republik Indonesia

Bagikan:
KRI Clurit
Sejarah
IndonesiaIndonesia
Nama Clurit
Asal nama Celurit
Pembangun PT Palindo Marine Indonesia
Diluncurkan April 2011
Mulai berlayar April 2011
Pelabuhan daftar Koarmabar
Identifikasi Nomor lambung: 641
Status Aktif
Ciri-ciri umum
Kelas dan jenis Kapal cepat rudal kelas Clurit
Berat benaman 250 ton
Panjang 44 m (144 ft 4 in)
Lebar 740 m (2.427 ft 10 in)
Kecepatan 30 knot (56 km/h; 35 mph) (maksimum)
Awak kapal 35
13 personel Pasukan Khusus
Sensor dan
sistem pemroses
  • Sistem Manajemen Tempur seri H/ZKT
  • Radar Pencarian TR-47AG
  • Radar Targeting TR-47C
  • sistem komunikasi internal EID ICCS [1]
Senjata

KRI Clurit adalah Kapal Perang Republik Indonesia bertipe Kapal Cepat Rudal yang pembuatannya dilakukan PT Palindo di Batam . Menhan berjanji akan terus membangun kapal-kapal perang seperti KRI Clurit yang 100% pembuatannya di lakukan di PT Palindo Marine Industries, Tanjunguncang, Batam. KRI Clurit (641) merupakan kapal pemukul reaksi cepat yang dalam pelaksanaan tugasnya mengutamakan unsur pendadakan, mengemban misi menyerang secara cepat, menghancurkan target sekali pukul dan menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat pula. Kapal berukuran panjang 44 meter, lebar 7,40 meter, dan berat 250 ton ini memiliki sistem pendorong handal yang mampu berlayar dan bermanuver dengan kecepatan 30 knot.

Sejarah

Nama

Nama KRI Clurit diambil dari sebuah senjata tajam dari Indonesia, yaitu celurit

Pembuatan

Pembuatan KRI Clurit ini ±99% dibuat di PT Palindo Marine Industries, Batam. KCR-40 ini terbuat dari baja khusus High Tensile Steel pada bagian hulu dan lambung kapal yang juga produk dalam negeri yang diperoleh dari PT Krakatau Steel, Cilegon, sedangkan untuk bangunan atas kapal menggunakan Aluminium Alloy.[2] Awalnya, konsep desain awal dari kapal ini dikembangkan oleh Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) asal Korea Selatan.[3]

Persenjataan

Meriam

Satu unit meriam CIWS NG-18[4] enam barel berkaliber 30mm pada geladak kapal, serta dua unit meriam pada anjungan kapal dengan kaliber 20mm.[5]

Peluru Kendali

2 set peluncur Rudal Anti Kapal Permukaan tipe C-705.[6]

Sensor dan Senjata Elektronik

Sensor Weapon Control (Sewaco)[7] dan Close in Weapon System (CIWS).[8]

Tenaga penggerak

memiliki sistem pendorong andal yang mampu berlayar dan bermanuver dengan kecepatan 30 knot daya gerak menggunakan 3 mesin penggerak dengan menerapkan System Propulsi Fixed Propeller 5 daun.

Penugasan

Pada Juli 2015, Clurit menangkap dua kapal nelayan Vietnam di Ranai, Natuna.[9] Dia menyelamatkan 15 nelayan dari kapal mereka yang terbakar pada tahun 2017 di Sabang.[10]

Referensi

  1. ↑ "EID - Naval Communications". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-11-25. Diakses tanggal 2019-06-29.
  2. ↑ http://defense-studies.blogspot.com/2013/01/palindo-marine-serahkan-kri-beladau-643.html
  3. ↑ Barone, Marco Giulio (2017). NAVAL FORCES - International Forum For Maritime Power. Bad Neuenahr-Ahrweiler: Mönch Publishing Group. hlm. 78. ISSN 0722-8880.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ indomiliter (2016-07-27). "TR-47C: Mengenal Kemampuan Radar Pengendali Tembakan di KCR Clurit Class TNI AL". Indomiliter.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-01-01.
  5. ↑ TNI, puspen (17 November 2011). "Kapal Baru KRI Clurit-641 Pertama Kali Perkuat Latihan". TNI MIL ID. Diakses tanggal 13 Desember 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ defense, indonesia (15 Juli 2022). "KRI Clurit (641), Kapal Cepat Rudal Pengusung Rudal C-705". Indonesia Defense Magazine. Diakses tanggal 13 Desember 2023.
  7. ↑ "Wow! RI Akan Buat Kapal Cepat Rudal Senilai Rp 42,14 Miliar". Republika Online. 2013-01-25. Diakses tanggal 2023-12-12.
  8. ↑ "Wow! RI Akan Buat Kapal Cepat Rudal Senilai Rp 42,14 Miliar". Republika Online. 2013-01-25. Diakses tanggal 2023-12-12.
  9. ↑ "KRI Clurit Tangkap 2 Kapal Vietnam". SINDOnews.com. 25 Juli 2015. Diakses tanggal 6 Desember 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "Kapal Terbakar di Sabang, KRI Clurit-641 Selamatkan 15 Nelayan". Poskota News. 4 Mei 2017. Diakses tanggal 6 Desember 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Sumber

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik Kapal Perang Republik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan