Senin, 28 September 2026
03:52 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Jython

Jython
Templat:Kotak info perangkat lunak/simple
Ditulis dalamPython dan Java
Sistem operasiCross-platform
PlatformJava Virtual Machine
JenisPython Programming Language Interpreter
LisensiPython Software Foundation License
Situs webhttp://www.jython.org
Repositori

Jython sebelumnya dikenal dengan JPython merupakan salah satu bentuk implementasi bahasa pemrograman Python yang ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman Java. Program yang dibuat di atas Jython dapat dengan mudah memanfaatkan fungsionalitas serta kepustakaan Java secara langsung kecuali pada beberapa modul dasar. Karena fungsionalitas tersebut, umumnya program Jython lebih banyak memanfaatkan kepustakaan Java dibandingkan milik python sendiri. Jython membawa serta hampir semua kepustakaan yang terdapat pada standar implementasi bahasa pemrograman Python terkecuali pada beberapa kepustakaan yang ditulis dengan memanfaatkan bahasa C. Cara kerja Jython adalah dengan mengkompilasi kode sumber dalam bahasa Python ke dalam bytecode Java. Proses kompilasi ini dapat dilakukan secara statis ataupun dinamis.

Sejarah

Jim Hugunin menciptakan Jython pada akhir tahun 1997, awalnya perangkat lunak ini ditujukan untuk menggantikan kebergantungan pada bahasa C dengan memanfaatkan Java untuk unjuk kerja dan pemanfaatan intensif atas program yang ditulis dengan bahasa Python. Perangkat lunak tersebut dikembangkan hingga tahun 1999.[1] Pada bulan Februari 1999, Barry Warsaw mengambil alih kepemimpinan pengembangan perangkat lunak tersebut. Pada bulan Oktober 2000, fasilitas pengembangan serta distribusi perangkat lunak ini sepenuhnya diganti dengan memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh SourceForge.

Status dan Rencana pengembangan

Rilis terbaru saat ini adalah Jython 2.5.2, tersedia sejak 3 Maret 2011.[2] Jython 2.5.2 membawa serta beberapa fitur-fitur baru seperti dukungan atas soket IPv6, serta peningkatan unjuk kerja, termasuk didalamnya pula perbaikan atas kesalahan-kesalahan program. Jython 2.5.2 mengimplementasikan seperangkat fitur bahasa seperti yang terdapat pada CPython 2.5.[3] Seperti halnya Python 2.5, Jython mampu menjalankan framework populer saat ini seperti Django, Pylons, atau SQLAlchemy.[4] Meskipun secara teknis Jython mengimplementasikan spesifikasi bahasa pemrograman Python, pada implementasinya terdapat beberapa perbedaan termasuk masalah kompatibilitas dengan CPython.[5][6]

Kebijakan lisensi

Sejak rilis 2.2, Jython menyertakan pustaka standar yang dirilis di bawah lisensi Python Software Foundation License (v2). Versi-versi sebelumnya dirilis dengan menggunakan lisensi Jython 2.0, 2.1 dan JPython 1.1.x Software License.[7]

Penggunaan

  • Jython merupakan satu dari dua bahasa skrip yang digunakan dalam paket server aplikasi WebSphere. Bahasa ini digunakan pula dalam paket pengembangan perangkat lunak IBM Rational. Jython juga digunakan pula sebagai bahasa pemrograman utama pada aplikasi JHelpWork, sebuah perangkat lunak analisis data.
  • Ghidra, perkakas rekayasa balik yang dikembangkan oleh NSA. Pluginnya dapat ditulis dalam Java atau Jython.

Lihat pula

Pranala luar

Rujukan

  1. ↑ Hugunin, Jim (Maret 2002). "Story of Jython". Diakses tanggal 2009-06-05.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Jython 2.5.2 Release Notes!". 2011-03-03. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-05-01. Diakses tanggal 2011-04-01.
  3. ↑ Wierzbicki, Franck (2009-06-16). "Jython 2.5.0 Final is out!". Diakses tanggal 2009-07-02.
  4. ↑ "Jython 2.5 - Why you should upgrade". Maret 2002. Diakses tanggal 2009-06-26.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "JythonFaq". Jython's project. Diakses tanggal 2009-07-05.
  6. ↑ "Differences between CPython and Jython". Jython's project. Diakses tanggal 2009-07-05.
  7. ↑ "The Jython License". Jython's project. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-02-23. Diakses tanggal 2008-02-09.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan