Jumat, 16 Oktober 2026
06:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Julius Richard Petri

Julius Richard Petri

ahli biologi asal Jerman

Bagikan:
Julius Richard Petri
Julius_Richard_Petri.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Julius Richard Petri, penemu cawan Petri, sekitar tahun 1888
Lahir(1852-05-31)31 Mei 1852
Meninggal20 Desember 1921(1921-12-20) (umur 69)
KewarganegaraanJerman
Karier ilmiah
BidangBakteriolog, dokter militer, ahli bedah
Tempat kerjaKaiserliches Gesundheitsamt, Göbersdorf sanatorium , Museum of Hygiene, Kaiserliches Gesundheitsamt

Julius Richard Petri (31 Mei 1852 – 20 Desember 1921) adalah seorang bakteriolog Jerman yang dikenal sebagai penemu Cawan Petri saat bekerja sebagai asisten Robert Koch. Ia adalah ilmuwan pertama yang memperkenalkan sistem modern untuk membiakkan bakteri.[1]

Kehidupan dan karier

Petri pertama kali belajar ilmu kedokteran di Kaiser-Wilhelm-Academy for Military Physicians (1871–1875) dan meraih gelar dokter pada tahun 1876. Ia lalu bertugas di Rumah Sakit Charité di Berlin dan aktif bertugas sebagai dokter militer hingga tahun 1882.

Dari tahun 1887-1879, ia ditugaskan di Imperial Health Office (bahasa Jerman:Kaiserliches Gesundheitsamt) Berlin sebagai asisten Robert Koch. Atas saran Angelina Hesse, istri dari Walther Hesse, laboratorium Koch mulai membiakkan bakteri pada piring agar. Petri kemudian menemukan wadah pembiakan standar yang diberi nama Cawan Petri, wadah yang dapat digunakan untuk penyelidikan tropi dan juga untuk mengkultur bakteri, khamir, spora, atau biji-bijian. Penemuannya ini telah menjadi peralatan standar di laboratorium biologi.[2]

Referensi

  1. ↑ Lee, L. (2001) The Name's Familiar II, Gretna: Pelican, pp. 269–270.
  2. ↑ Mosby's Dental Dictionary (Edisi 2nd). Elsevier. 2008. Diakses tanggal 2010-02-11.

Pranala luar

Flag of JermanBiography icon

Artikel bertopik biografi Jerman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan