Sabtu, 26 September 2026
16:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Jugemu

Jugemu adalah cerita humor klasik Jepang berbentuk susunan kata pembelit lidah yang sulit untuk diucapkan dalam bahasa Jepang. Susunan kata-kata yang panjang sekali digunakan sebagai nama anak kecil (nama singkat: Jugemu). Cerita Jugemu merupakan salah satu cerita pembuka dalam seni bercerita rakugo karena merupakan permainan kata yang dapat digunakan dalam berlatih mengucapkan cerita.

Cerita Jugemu sangat sederhana. Sepasang orang tua kebingungan dalam memilih nama anak laki-laki yang baru dilahirkan. Biksu yang dikunjungi menyarankan beberapa nama untuk sang bayi yang dimulai dengan nama Jugemu. Sang ayah ternyata masih juga kebingungan, hingga akhirnya seluruh nama yang diberikan biksu dijadikan nama si anak. Pada suatu hari, Jugemu jatuh ke danau dan nyaris tidak dapat diselamatkan. Semua orang di kampung kesulitan mengucapkan nama Jugemu yang sangat panjang.

Nama lengkap Jugemu dalam romaji dan kanji (bahasa Jepang):

Romaji Kanji
Jugemu-jugemu

Gokōnosurikire
Kaijarisuigyo-no Suigyōmatsu
Unraimatsu Fūraimatsu
Kūnerutokoroni-sumutokoro
Yaburakōjino-burakōji
Paipopaipo-paiponoshūringan
Shūringanno-gūrindai
Gūrindaino-ponpokopīno-ponpokonāno
Chōkyūmeino-chōsuke

寿限無寿限無

五劫の擦り切れ
海砂利水魚の 水行末
雲来末 風来末
食う寝る処に住む処
やぶら小路のぶら小路
パイポパイポ パイポのシューリンガン
シューリンガンのグーリンダイ
グーリンダイのポンポコピーのポンポコナーの
長久命の長助

Cerita dari Tiongkok yang berjudul Tikki Tikki Tembo[1] juga mirip dengan cerita Jugemu, tetapi sang anak benar-benar tenggelam.

Jugemu atau juga Jugem adalah nama karakter musuh Mario dalam permainan video Super Mario Bros.. Dalam permainan video Star Ocean: Blue Sphere, ジュゲム (jugemu) adalah monster bawah tanah yang di atas tanah hanya kelihatan seperti ranting kecil dengan sehelai daun.

Referensi

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan