Sabtu, 31 Oktober 2026
15:43 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Pembelit lidah

Bagikan:

Pembelit lidah (bahasa Inggris:tongue twister) adalah frasa atau susunan kata-kata yang memiliki kemiripan dalam bunyi sehingga sulit diucapkan secara cepat dengan benar. Kemiripan bunyi dalam pembelit lidah di antaranya disebabkan adanya aliterasi (pengulangan bunyi konsonan awal, misalnya: buaya, biawak, buaian), asonansi (pengulangan bunyi vokal), dan konsonansi (pengulangan bunyi konsonan akhir). Kadang-kadang pembelit lidah disusun dari homofon, dan sering kali disusun hingga mengandung rima.[1]

Fungsi

Pembelit lidah, yang hanya terdiri dari beberapa kata, dimaksudkan untuk diucapkan berulang-ulang secepat mungkin. Kalimat-kalimat panjang yang menjadi pembelit lidah hanya perlu diucapkan sekali, tetapi secepat mungkin dan tanpa salah.

Pembelit lidah dapat digunakan untuk membantu mengembangkan kemampuan berbicara, terapi berbicara, membantu menghilangkan aksen, dan sebagai permainan untuk orang yang merasa tertantang untuk bisa mengucapkannya.[2] Di kalangan anak-anak, permainan pembelit lidah populer untuk saling memperlihatkan kemahiran berbicara. Anak-anak senang bila terjadi keseleo lidah yang mengakibatkan terucapkannya kata-kata tabu.

Pembelit lidah dikenal dalam berbagai bahasa di dunia. Dalam bahasa Inggris misalnya, fonem s [s] dan sh [ʃ] yang bunyinya mirip menyebabkan kesulitan artikulasi, misalnya: She sells seashells on the seashore (Dia menjual cangkang kerang di tepi pantai). Salah satu pembelit lidah dalam bahasa Prancis, Un chasseur sachant chasser sait chasser sans son chien de chasse (Seorang pemburu yang tahu cara berburu tahu cara berburu tanpa anjing berburunya) juga disebabkan kemiripan fonem s [s] dan sh [ʃ]. Menurut Guinness Book of World Records, pembelit lidah tersulit dalam bahasa Inggris adalah The sixth sick sheik's sixth sheep's sick.

Pembelit lidah dalam berbagai bahasa

  • Bahasa Indonesia : Boli bolak-balik beli bola bulat atau Kakak, kok kuku-kuku kaki kakak-kakak ku kok kaku-kaku kak?
  • Bahasa Jawa : Lor ril ana regol marep ngalor
  • Bahasa Madura : Bâḍâ bâḍḍhâna beḍḍhâ' bheḍḍhâ (ada wadahnya bedak bedah)
  • Bahasa Sunda : Kuring dagang karung lamun karung kuring kurang tarang kuring kerung (saya menjual karung jika karung saya kurang, dahi saya berkerut)

Referensi

  1. ↑ Clements, William M. (1997). "Tongue Twister". Dalam Thomas A. Green (ed.). Folklore: An Encyclopedia of Beliefs, Customs, Tales, Music, and Art. ABC-CLIO. hlm. 793. ISBN 0-87436-986-X.
  2. ↑ Rief, Sandra F. (2007). How to Reach and Teach All Children through Balanced Literacy: User-friendly Strategies, Tools, Activities, and Ready-to-use Materials. John Wiley and Sons. hlm. 108. ISBN 0-7879-8805-7. Diakses tanggal 2009-11-27.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)

Lihat pula

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tongue twisters.


Ikon rintisan

Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan