Sabtu, 26 September 2026
20:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Judensau

Bagian dari seri
Antisemitisme
120px-Yellowbadge_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dari sejarah Yahudi
Kategori

Judensau (bahasa Jerman untuk "babi Yahudi"),[1][2][3] yang juga dikenal dengan sebutan Saujude adalah sebuah gambar seni foklor[4] dari Yahudi yang digambarkan sebagai seekor babi betina besar, yang dalam Yudaisme adalah sebuah hewan tak bersih (tidak Kosher) yang muncul pada abad ke-13 di Jerman[1] dan beberapa negara Eropa lainnya, ketenarannya berlangsung selama lebih dari 600 tahun.[5] Di Jerman Nazi, anak-anak sekolah Jerman dikirim untuk melihat Judensau di gereja-gereja Jerman[6] dan istilah tersebut masih dipakai sebagai hinaan neo-Nazi.[1]

Galeri gambar

Referensi

  1. 1 2 3 "The Judensau (Jews' sow) on mediaeval churches". concordatwatch.eu. Diakses tanggal 7 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Wolffsohn, Michael (1993). Eternal Guilt?: Forty Years of German-Jewish-Israeli Relations. Columbia University Press. hlm. 194. ISBN 978-0-231-08275-4.
  3. ↑ Shachar, Isaiah (1974). The Judensau : a medieval anti-Jewish motif and its history. Warburg Institute, University of London. ISBN 0854810498.
  4. ↑ "Zionism and Israel - Encyclopedic Dictionary: Judensau". zionism-israel.com. Diakses tanggal 7 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Madigan, Kevin (2005). "Judensau". Dalam Richard S. Levy (ed.). Antisemitism: a Historical Encyclopedia of Prejudice and Persecution. Vol. Vol 1: A-K. ABC-CLIO. hlm. 387–88. ISBN 978-1-85109-439-4.{{cite book}}: |volume= memiliki teks tambahan
  6. ↑ Wolfram Kastner, Feuerwehr löscht das Wort 'Judensau': Die staatliche Sau-Skulptur bleibt ohne Kommentar, haGalil.com, 5 August 2003.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Judensau.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan