Senin, 28 September 2026
08:15 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Johnny Kitagawa

Johnny Kitagawa
ジャニー喜多川
Lahir
John Hiromu Kitagawa

(1931-10-23)23 Oktober 1931
Meninggal9 Juli 2019(2019-07-09) (umur 87)
Pekerjaan
  • Produser rekaman
Karier musik
Genre
Tahun aktif1968–2019
Situs webwww.johnnys-net.jp

John Hiromu Kitagawa (喜多川 擴, Kitagawa Hiromu, 23 Oktober 1931 – 9 Juli 2019 ), dikenal secara profesional sebagai Johnny Kitagawa (ジャニー喜多川, Janī Kitagawa), adalah seorang pengusaha dan manajer bakat Jepang-Amerika. Ia pendiri dan presiden dari Johnny & Associates, sebuah agensi yang menaungi banyak boyband-boyband populer di Jepang, seperti SMAP, Arashi, Kanjani8, Hey! Say! JUMP, V6, NEWS, dan KAT-TUN. Pengaruh Kitagawa telah menyebar bukan hanya dalam dunia musik tetapi juga dalam dunia teater dan televisi. Dianggap sebagai salah satu orang paling berpengaruh di dunia industri hiburan Jepang, ia telah memonopoli pembentukan boyband di Jepang lebih dari 40 tahun.[1]

Kehidupan awal

Lahir pada tahun 1928 di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Kitagawa kembali ke Jepang bersama keluarganya pada tahun 1933. Ayahnya Taido adalah seorang pendeta Buddha dan kepala uskup ketiga dari kuil Buddha Koyasan di Little Tokyo dari tahun 1924 hingga 1933.[2] Kitagawa pergi ke Amerika sekitar tahun 1949. Pada awal tahun 1950, ia kembali ke Jepang untuk bekerja di Kedutaan Besar Amerika Serikat. Ketika berjalan melewati Taman Yoyogi di Tokyo, ia bertemu dengan sekelompok anak laki-laki yang sedang bermain baseball. Ia merekrut mereka untuk membentuk sebuah grup penyanyi dengan ia sebagai manajernya. Ia menamai grup tersebut "The Johnnies".[1] The Johnnies memperoleh kesuksesan dengan menggunakan formula pencampuran dari anggota menarik yang menyanyi lagu popular dengan tarian terkoordinasi. The Johnnies adalah grup pop pertama di Jepang yang seluruh anggotanya laki-laki, dan hal itu akan menjadi pola untuk grup-grup bentukan Kitagawa selanjutnya.[1]

Kesuksesan besar

Pada tahun 1968, kesuksesan Kitagawa semakin luas dengan boyband beranggotakan 4 orang yang ia beri nama Four Leaves (フォーリーブス, Fō Rībusu). Lagu dan tarian grup tersebut membawa mereka pada kesuksesan, dibuktikan dengan kemunculan mereka selama tujuh kali berturut-turut di program tahunan, Kōhaku Uta Gassen (紅白歌合戦, Pertarungan Lagu Merah Putih), dimulai dari tahun 1970.[3] Four Leaves tampil bersama selama sepuluh tahun sebelum akhirnya bubar pada tahun 1978. Kemudian, pada tahun 2002 Kitagawa mengatur reuni grup tersebut.[3] Selain The Johnnies dan Four Leaves, Kitagawa juga membentuk banyak grup-grup lainnya seperti SMAP, Tokio, V6, KinKi Kids, Arashi, Kanjani8, NEWS, Hey! Say! JUMP, dan masih banyak lainnya.[1] Kitagawa telah berhasil menyebarkan pengaruhnya ke dunia per-televisian, hal itu terbukti dengan seringnya artis-artisnya muncul di televisi, dengan kebanyakan muncul di program varietas mereka sendiri. Mereka juga sering muncul di iklan, film, dan drama.[4][5] Kesuksesan artis-artis Kitagawa membuat pemasukan Johnny & Associates meningkat dengan pemasukan sekitar 2,9 miliar yen per-tahunnya pada saat boyband sedang booming.[4] Pada tahun 1997, artis-artis dari agensinya telah muncul di lebih dari 40 program televisi dan lebih dari 40 iklan.[4][6] Kesuksesan agensinya tersebut membuat Kitagawa menjadi salah satu orang terkaya di Jepang.[7]

Formula

Kitagawa berulang kali telah menetapkan sebuah formula standar dalam mengembangkan dan memasarkan artis-artisnya.[8]

"Saya tidak begitu tertarik dengan rekaman. Setelah kau merilis sebuah rekaman, kau harus menjual rekaman tersebut. Kau hanya harus mengedarkan satu lagu. Kau tidak dapat memikirkan yang lainnya. Hal seperti itu tidak baik bagi seorang artis."

 —Johnny Kitagawa, Juni 1996[9]

Johnny & Associates selalu membuka pendaftaran untuk anak-anak yang memiliki potensi. Agensi tersebut merekrut anak-anak laki-laki yang umurnya masih belasan tahun untuk menjadi trainee di dalamnya, atau yang dikenal dengan sebutan Johnny's Jr..[1] Pendaftar yang sukses akan tinggal di asrama agensi dan menghadiri sekolah yang dikelola oleh agensi. Kemampuan mereka diasah dengan latihan menyanyi, menari dan akting.[5] Anggota Johnny's Jr. yang menjanjikan akan muncul bersama dengan artis-artis populer Kitagawa. Mereka menjadi penari latar artis-artis populer tersebut dengan tujuan utama meningkatkan kepopuleran agar dapat debut.[1] Anggota-anggota Johnny's Jr. juga muncul di "Hachi-ji da J", sebuah acara variety show mingguan. Mereka menyanyi, menari, dan menghibur untuk meningkatkan kemampuan mereka.[10] Fokus Kitagawa adalah untuk meningkatkan kemampuan artisnya untuk menjadi artis yang sempurna. Sebagai contoh, Shonentai tidak merilis single hingga semuanya bersama dalam waktu lebih dari 7 tahun.[9] "Saya tidak begitu tertarik dengan rekaman," Kitagawa berkata di sebuah interview pada tahun 1996. "Setelah kau merilis sebuah rekaman, kau harus menjual rekaman tersebut. Kau hanya harus mengedarkan satu lagu. Kau tidak dapat memikirkan yang lainnya. Hal seperti itu tidak baik bagi seorang artis."[9]

Kitagawa dikenal dengan menggunakan artis-artisnya untuk membuat stasiun televisi memberitakan kabar terbaru tentang artisnya, dan memastikan liputan pers yang menguntungkan bagi artis-artisnya dan dirinya sendiri.[5][7] Artis-artisnya tidak akan diperbolehkan untuk melakukan interview dan menghadiri program yang menayangkan liputan yang tidak menguntungkan baginya.[6] Kitagawa mempertahankan kontrol tingkat tinggi terhadap artis-artisnya.[1][11] Seluruh artisnya diminta untuk mempertahankan citra publik yang dapat menarik wanita-wanita muda; sebagai hasilnya, kehidupan pribadi mereka dilarang untuk diungkapkan kepada publik.[11] Kitagawa sendiri juga mencegah dirinya menjadi pusat perhatian publik. Ia jarang memperbolehkan fotonya diambil, dan tidak pernah tampil bersama dengan artis-artisnya.[1][11]

Klaim pelecehan seksual dan gugatan fitnah

Kegiatan pasca-litigasi

Pada tahun 2006, boyband KAT-TUN debut secara resmi dan seluruh single dan album rilisan mereka berhasil menempati tempat pertama tangga lagu Oricon; versi Jepang dari tangga lagu Amerika Billboard Hot 100. Pada tahun 2007, Hey! Say! 7, grup bentukan Kitagawa lainnya, debut sebagai unit masa terbatas. Tidak lama setelah debut, grup tersebut menjadi boyband termuda yang berhasil menempati tempat puncak tangga lagu Oricon, dengan rata-rata umur di bawah 15.[12] Kitagawa mulai dari bulan September 2007, terus terlibat dalam pekerjaan regular Johnny & Associates.[11]

Meninggal

Pada 9 Juli 2019, Kitagawa meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Tokyo setelah menderita stroke pendarahan subaraknoid, ia meninggal pada usia 87 tahun.[13][14][15]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 Chris Campion (2005-08-21). "J-Pop's dream factory". The Guardian Music Observer Monthly. London (dipublikasikan 21 Ags 2005). Diakses tanggal 2 Feb 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Kazahaya, Katsuichi. (1974) Koyasan Beikoku Betsuin 50 nen shi. pp. 138-9.
  3. 1 2 "Four Leaves Taabo battling cancer". Japan Zone. 19 Januari 2009. Diakses tanggal 5 Februari 2009.
  4. 1 2 3 Justin McCurry (23 April 2000). "Japan's star-maker accused of sexually abusing boys". Kobe Observer. London. Diakses tanggal 4 Feb 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 Bruce Wallace (28 Jan 2007). "The story is written on this actor's face". The Los Angeles Times. Diakses tanggal 16 Nov 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 "In Japan, Tarnishing a Star Maker". The New York Times. 30 Jan 2000. Diakses tanggal 2 Feb 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 Calvin Sims (14 Apr 2000). "Lawmakers In Japan Hear Grim Sex Case". The New York Times. Diakses tanggal 4 Feb 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Alex Hoban (11 Feb 2009). "Turning Japanese: The seedy underworld of music moguls". The Guardian. London. Diakses tanggal 23 Mar 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. 1 2 3 McClure, Steve (1996). "You Look Like a Music Star". Billboard. 108 (35). Nielsen Business Media: 76–80. ISSN 0006-2510. Diakses tanggal 30 Januari 2010.
  10. ↑ Phillip Brasor (15 Sep 1999). "Young at heart, but never free of Johnny". The Japan Times. Diakses tanggal 6 Feb 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. 1 2 3 4 Phillip Brasor (16 Sep 2007). "They're fey, maybe not gay, but anyway, the 'talent' are coming out to play". The Japan Times. Diakses tanggal 2 Feb 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "Hey! Say! 7 youngest boy band's place in history (Japanese)". Oricon. Diakses tanggal 23 Mar 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "Japanese entertainment mogul Johnny Kitagawa dies at age 87". Kyodo News. 9 Juli 2019. Diakses tanggal 9 Juli 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ https://www.bbc.com/news/world-asia-48927331
  15. ↑ https://www.japantimes.co.jp/culture/2019/07/09/music/johnny-kitagawa-dead-87/
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan