Rabu, 04 November 2026
11:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Taman Yoyogi

taman di Jepang

Bagikan:
Taman Yoyogi
osm-intl,a,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Taman_Yoyogi&revid=29896537&groups=_daa80341bbd3a42876e1d5cf8afa08b8f5551efc&parser=parsoid
Peta interaktif Taman Yoyogi
LokasiShibuya, Tokyo, Jepang
Koordinat35°40′19″N 139°41′52″E / 35.671975°N 139.69768536°E / 35.671975; 139.69768536
Area541 ha (1.340 ekar)
Dibuat1967
Akses angkutan umumStasiun Harajuku, Stasiun Yoyogi-Koen, Stasiun Meiji-jingumae

Taman Yoyogi (代 々木 Yoyogi kōen?) adalah sebuah taman kota terbesar keempat di Tokyo, Jepang, terletak berdekatan dengan Stasiun Harajuku dan Meiji Shrine di Shibuya. Taman ini dipisahkan oleh jalan menjadi dua bagian; Bagian A untuk Taman/Hutan, dan Bagian B untuk stadion, panggung terbuka, dan fasilitas lainnya.[1]

Fasilitas taman dengan tanaman hijau dan pemandangan air terdiri atas tiga air mancur besar dan kecil dengan ukuran 15 sampai 30 meter. Pembangunan aliran air selesai pada Mei 1990. Di sisi utara taman terdapat pohon-pohon yang rimbun dan tanaman hijau di mana masyarakat dapat beristirahat untuk menikmati pemandangan atau membiarkan hewan peliharaan mereka berkeliaran bebas di taman. Di sisi selatan taman memiliki plaza untuk acara atau panggung terbuka dari festival Tokyo, termasuk acara tahunan Hari Bumi, Thai Festival dan One Love Jamaika. Taman ini buka 24 jam, dan termasuk parkir.

Sejarah

Taman Yoyogi berada di situs penerbangan pertama pesawat bertenaga yang sukses oleh Kapten Yoshitoshi Tokugawa pada tanggal 19 Desember 1910 di Jepang berlangsung.[2] Kemudian tempat ini digunakan untuk parade militer. Sejak September 1945, dijadikan tempat barak militer yang dikenal sebagai "Washington Heights" bagi petugas AS selama pendudukan Sekutu di Jepang.[3]

Pada tahun 1964, daerah itu digunakan sebagai perumahan utama desa atlet dan Gymnasium Nasional Yoyogi untuk Olimpiade Tokyo. Bangunan khas, yang dirancang oleh Kenzo Tange, sebagai tempat perlombaan renang dan menyelam, dengan halaman untuk permainan basket.[4][5]

Pada tahun 1967 sebagian besar wilayah utara kompleks gimnasium dan selatan Kuil Meiji berubah menjadi Taman Yoyogi.[6]

Taman menjadi tujuan populer di Tokyo. Pada hari Minggu, tempat ini digunakan sebagai tempat berkumpul untuk fans musik rock Jepang, akrobat, komedian, klub seni bela diri, cosplayer dan subkultur lainnya serta kelompok hobi.[6] Pada musim semi, ribuan orang mengunjungi taman untuk menikmati bunga sakura selama hanami. Taman ini memiliki area piknik, jalur sepeda, penyewaan sepeda dan lapangan olahraga.[7]

Tokyo gagal menjadi tuan rumah pada Olimpiade Musim Panas 2016 termasuk usulan untuk membangun kembali Taman Yoyogi. Sebuah arena voli baru akan dibangun di sebelah barat Gymnasium Nasional Yoyogi. Arena tersebut menggantikan sebuah lapangan sepak bola yang ada dan lapangan atletik.[8] Dalam usulan Olimpiade Tokyo 2020, Gymnasium Nasional Yoyogi diusulkan untuk arena permainan bola tangan.[9]

Referensi

  1. ↑ http://www.tokyo-park.or.jp/english/park/detail_03.html Diarsipkan 2010-08-08 di Wayback Machine Taman Metropolitan Tokyo]
  2. ↑ Ikuhiko Hata; Yasuho Izawa; Christopher Shores (5 April 2012). Japanese Army Fighter Aces: 1931-45. Stackpole Books. hlm. 1. ISBN 978-0-8117-1076-3. Diakses tanggal 3 Desember 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Toyoko Yamazaki; V. Dixon Morris (2008). Two Homelands. University of Hawaii Press. hlm. 551. ISBN 978-0-8248-2944-5. Diakses tanggal 3 Desember 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Allison Lee Palmer (30 September 2009). The A to Z of Architecture. Scarecrow Press. hlm. 265. ISBN 978-0-8108-6895-3. Diakses tanggal 3 Desember 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Morris Low (30 April 2006). Japan On Display: Photography and the Emperor. Taylor & Francis. hlm. 106. ISBN 978-0-415-37148-3. Diakses tanggal 3 Desember 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 Roman A. Cybriwsky (1 Februari 2011). Historical Dictionary of Tokyo. Scarecrow Press. hlm. 275. ISBN 978-0-8108-7238-7. Diakses tanggal 3 Desember 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Profile of the basketball court at Yoyogi Park". courtsoftheworld.com
  8. ↑ "Tokyo 2016 Olympics". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-03-12. Diakses tanggal 2009-10-30.
  9. ↑ "Venue Plan". Tokyo 2020 Bid Committee. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-07-27. Diakses tanggal 8 Juli 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Yoyogi Park.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan