Rabu, 30 September 2026
15:08 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu
Jinaha

Jinaha

Bagikan:
Jinaha
250px-Paddletail_melb_aquarium.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Spesimen dewasa di Sea Life Melbourne Aquarium
250px-Humpback_snapper%2C_juvenile_%28Lutjanus_gibbus%29_%2843709448002%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Spesimen remaja di Morotai, Indonesia
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Lutjanidae
Genus: Lutjanus
Spesies:
L. gibbus
Nama binomial
Lutjanus gibbus
(Forsskål, 1775)
Sinonim[2]
  • Sciaena gibba Forsskål, 1775
  • Diacope lineata Quoy & Gaimard, 1824
  • Diacope borensis G. Cuvier, 1828
  • Diacope coccinea G. Cuvier, 1828
  • Lutjanus coccineus (G. Cuvier, 1828)
  • Diacope striata G. Cuvier, 1828
  • Diacope rosea Valenciennes, 1830
  • Diacope axillaris Valenciennes, 1830
  • Diacope tiea Lesson, 1831
  • Diacope melanura Rüppell, 1838
  • Mesoprion janthinurus Bleeker, 1854
  • Genyoroge bidens W. J. Macleay, 1882
  • Lutianus tahitiensis Seale, 1906
  • Anthias heraldi L. P. Schultz, 1953
  • Lutjanus comoriensis Fourmanoir, 1957

Jinaha atau Tandu (Lutjanus gibbus) adalah sejenis ikan kakap merah yang banyak tersebar di wilayah Indo-Pasifik. Ikan ini merupakan ikan bernilai ekonomi penting, serta merupakan ikan pancing yang banyak dicari pemancing. Ikan ini juga merupakan ikan populer yang banyak dipajang di akuarium umum. Daging ikan ini tercatat bisa menyebabkan keracunan.

Taksonomi

Ikan ini pertama kali dicatat di tahun 1775 dengan nama Sciaena gibba oleh petualang dan naturalis Finlandia Peter Forsskål dengan lokalitas Laut Merah.[3] Nama jenisnya, gibbus berarti "bungkuk", mengacu kepada tampilan punggung dan kepala ikan dewasa yang menonjol tinggi dan curam ke atas.[4]

Habitat

Jinaha menghuni perairan dengan kedalaman 1 hingga 150 m (3 ft 3 in hingga 492 ft 2 in), di mana di siang hari ikan ini berkumpul dalam kawanan besar di sekitar terumbu karang. Ikan mudanya berlindung di dasar laut berlumpur atau berpasir yang dipenuhi oleh rumput laut, di mana ikan ini baru membentuk kawanan jika usianya menuju dewasa. Ikan dewasa yang lebih besar menghuni perairan pesisir yang lebih dalam.[5]

Rujukan

  1. ↑ Russell, B.; Smith-Vaniz, W.F.; Lawrence, A.; Carpenter, K.E.; Myers, R. (2016). "Lutjanus gibbus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T194385A2328128. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T194385A2328128.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "{{{genus}}} {{{species}}}". FishBase. Ed. Ranier Froese and Daniel Pauly. February {{{year}}} version. N.p.: FishBase, {{{year}}}.
  3. ↑ Randall, John E. (1983). Red Sea Reef Fishes (dalam bahasa Inggris). IMMEL. ISBN 978-0-907151-04-3.
  4. ↑ Christopher Scharpf and Kenneth J. Lazara, ed. (5 Januari 2021). "Order LUTJANIFORMES: Families HAEMULIDAE and LUTJANIDAE". The ETYFish Project Fish Name Etymology Database. Christopher Scharpf and Kenneth J. Lazara. Diakses tanggal 9 Juni 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Lutjanus gibbus (Humpback Red Snapper)". IUCN Red List. IUCN. Diakses tanggal 2022-11-05.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan