Rabu, 28 Oktober 2026
14:28 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Jin dari Xia

Bagikan:
Artikel ini mengandung Teks Tionghoa. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan Karakter Tionghoa.

Jǐn (1810 – 1789 SM) (廑) merupakan raja ketiga belas dari semi legendaris Dinasti Xia. Ia disebut juga Yinjia (胤甲).[1][2]

Pemerintahan

Jin diduga memerintah selama 21 tahun. Ayahandanya adalah Raja Jiongdan namanya berarti "Pondok".

Menurut Sejarah Bambu, Jin memindahkan ibu kotanya ke Sungai Barat (西河).[3] Pada tahun keempat pada masa pemerintahan Jin, ia merindukan bekas kampung halamannya dan menciptakan musik Suara Barat.[4]

Pada tahun kedelapan pada masa pemerintahannya, terjadi musim Kekeringan yang serius.[5]

Salah satu vasalnya, Ji Fan, adalah pemimpin Kunwu. Awalnya ia ditunjuk ke wilayah Wei, tetapi ia memindahkan ibu kotanya dari Wei ke Xu.

Sumber

  1. ↑ Chinese archaeological abstracts: prehistoric to Western Zhou by Albert E. Dien, Jeffrey K. Riegel, Nancy Thompson Price. Online version.
  2. ↑ Catatan Sejarah Agung, translated by Burton Watson (Columbia University, Revised Edition, 1993)
  3. ↑ Sejarah Bambu
  4. ↑ James Legge (1865), The Chinese Classics, Volume 3, part 1.
  5. ↑ Xia Dynasty by Valentino Križanić (Walenikino). "It was written that during the reign of Jin, several suns appeared in the sky and China was in the great draught. Jin died during the draught."
Jin dari Xia
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Jiong
Raja Xia
1810 SM – 1789 SM
Diteruskan oleh:
Kong Jia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan