Jumat, 16 Oktober 2026
00:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Jihad-jihad Fula

Jihad-jihad Fula

Bagikan:
500px-Fula_jihad_states_map_general_c1830.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Negara-negara yang mengobarkan jihad Fula di Afrika sekitar tahun 1830

Jihad-jihad Fula atau Fulani adalah serangkaian jihad yang dikobarkan di Afrika Barat pada abad ke-18 dan ke-19 oleh negara-negara suku bangsa Fula yang beragama Islam. Jihad mereka berakhir akibat penjajahan bangsa Eropa.

Perang pertama yang terilhami oleh agama Islam di Afrika Barat berlangsung di Futa Jalon pada 1725 ketika para penggembala Fula (yang dibantu oleh pedagang Muslim) memberontak melawan negara-negara yang masih didominasi agama tradisional. Pada tahun 1750, suku Fula telah mendirikan Keimaman Futa dan menerapkan hukum syariah. Keberhasilan mereka mengilhami suku Toucouleur di tepi Sungai Senegal yang kemudian mendirikan keimaman mereka sendiri, yaitu Keimaman Futa Toro.[1]

Pada awal abad ke-19, pergerakan jihad menyebar ke negara-negara suku Hausa di timur. Pada tahun 1804, Usman dan Fodio memimpin jihad yang berujung pada pendirian Kekhalifahan Sokoto, negara terbesar di Afrika Barat pada masa itu.[1]

Walaupun agama menjadi landasan jihad, mungkin ada pula faktor ekonomi yang menjadi pendorong: suku Fula ingin memperoleh tawanan yang dapat dijual sebagai budak.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Shillington (2012), hlm. 230ff. sfnp error: tanpa target: CITEREFShillington2012 (bantuan)
  2. ↑ Hawthorne, Walter (2010-09-13). From Africa to Brazil: Culture, Identity, and an Atlantic Slave Trade, 1600–1830 (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. hlm. 70. ISBN 9780521764094.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan