Sabtu, 17 Oktober 2026
03:43 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Jerapah afrika barat

Jerapah afrika barat

Bagikan:
Jerapah afrika barat
250px-Giraffe-solo_Koure-NIGER.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di dekat Kouré, Niger
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Giraffidae
Genus: Giraffa
Spesies:
Subspesies:
G. c. peralta
Nama trinomial
Giraffa camelopardalis peralta
Thomas, 1898
250px-Giraffa_camelopardis_distribution_2018.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebaran dalam oranya gelap

Jerapah afrika barat (Giraffa peralta[2] atau Giraffa camelopardalis peralta), juga dikenal sebagai jerapah niger, adalah spesies atau subspesies jerapah yang dibedakan berdasarkan bintik-bintiknya yang berwarna terang. Kawanan terakhirnya yang mampu bertahan hidup berada di barat daya Niger, didukung oleh serangkaian tempat perlindungan di Wilayah Dosso dan pusat wisata di Kouré, sekitar 80 km di tenggara Niamey.[3][4]

Pada abad ke-19, jerapah ini tersebar dari Senegal hingga Danau Chad,[5] tetapi pada tahun 2011 subspesies ini hanya bertahan hidup di beberapa kantong terpencil yang berisi sekitar 400 individu secara total.[6] Semua jerapah yang disebut "jerapah afrika farat" yang ditawan kini dikenal sebagai jerapah kordofa (G. c. antiquorum).[5]

Referensi

  1. ↑ Fennessy, J.; Marais, A.; Tutchings, A. (2018). "Giraffa camelopardalis ssp. peralta". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2018 e.T136913A51140803. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-2.RLTS.T136913A51140803.en.{{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. ↑ Groves, Colin; Grubb, Peter (2011). Ungulate Taxonomy (dalam bahasa Inggris). JHU Press. hlm. 68–70. ISBN 9781421400938.
  3. ↑ Niger : la population des girafes augmente de 24% en 2011 (officiel) Diarsipkan 5 Maret 2016 di Wayback Machine, Xinhua, 2012-03-01.
  4. ↑ Galadima, Mariama (16 Juli 2008). "Le Sanctuaire des Girafes". Centre d'Echange d'Informations sur la Biodiversité du Niger.
  5. 1 2 Hassanin, Alexandre; Ropiquet, Anne; Gourmand, Anne-Laure; Chardonnet, Bertrand; Rigoulet, Jacques (2007). "Mitochondrial DNA variability in Giraffa camelopardalis: consequences for taxonomy, phylogeography and conservation of giraffes in West and central Africa". Comptes Rendus Biologies. 330 (3): 265–274. doi:10.1016/j.crvi.2007.02.008. PMID 17434121.
  6. ↑ Fennessy, Julian; Bidon, Tobias; Reuss, Friederike; Kumar, Vikas; Elkan, Paul; Nilsson, Maria A.; Vamberger, Melita; Fritz, Uwe; Janke, Axel (2016). "Multi-locus Analyses Reveal Four Giraffe Species Instead of One". Current Biology. 26 (18): 2543–2549. Bibcode:2016CBio...26.2543F. doi:10.1016/j.cub.2016.07.036. PMID 27618261.

Bacaan lebih lanjut

  • I. Ciofolo. "West Africa's Last Giraffes: The Conflict between Development and Conservation," Journal of Tropical Ecology, Vol. 11, No. 4 (November 1995), pp. 577–588
  • Yvonnick Le Pendu and Isabelle Ciofolo (1999). Seasonal movements of giraffes in Niger. Journal of Tropical Ecology, 15, pp 341–353

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik mamalia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan