Jumat, 30 Oktober 2026
10:31 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Jenny Shipley

Jenny Shipley

Bagikan:
Dame Jenny Shipley
250px-Jenny_Shipley_2013_%28crop%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Shipley pada 2013
Perdana Menteri Selandia Baru ke-36
Masa jabatan
8 Desember 1997 –10 Desember 1999
Penguasa monarkiElizabeth II
Gubernur-JenderalMichael Hardie Boys
WakilWinston Peters
Wyatt Creech
PendahuluJim Bolger
PenggantiHelen Clark
Pemimpin Oposisi ke-28
Masa jabatan
10 Desember 1999 –8 Oktober 2001
PendahuluHelen Clark
PenggantiBill English
Anggota Selandia Baru Parliament
dapil Rakaia
Masa jabatan
27 Oktober 1990 –27 Juli 2002
PendahuluDapil dibentuk
PenggantiBrian Connell
Anggota Selandia Baru Parliament
dapil Ashburton
Masa jabatan
15 Agustus 1987 –27 Oktober 1990
PendahuluRob Talbot
PenggantiDapil ditiadakan
Informasi pribadi
LahirJennifer Mary Robson
4 Februari 1952 (umur 74)
Gore, Selandia Baru
Partai politikNasional
Suami/istri
Burton Shipley
​
(m. 1972)​
Anak2

Dame Jennifer Mary Shipley DNZMPC (née Robson; lahir 4 Februari 1952)[1] adalah seorang mantan politikus Selandia Baru yang menjabat sebagai Perdana Menteri Selandia Baru ke-36 dari 1997 sampai 1999. Ia adalah perdana menteri Selandia Baru perempuan pertama, dan satu-satunya wanita yang memimpin Partai Nasional.[2]

Pendidikan

Jennifer Shipley lulus dari Christchurch Teachers' College pada tahun 1972.[3]

Karier Politik Awal

Ia mulai aktif dalam dunia politik Selandia Baru tahun 1975 dan bergabung dengan Partai Nasional Selandia Baru pada 1975. Karier politiknya meningkat setelah Pemilu tahun 1990 ketika menjadi Menteri Kesejahteraan Sosial dan Perempuan. Pada tahun 1993, ia menjadi Menteri Kesehatan yang juga mereformasi sistem pelayanan kesehatan Selandia Baru. Pada tahun 1996, ia menjadi Menteri Pelayanan Publik, Transportasi, dan Badan Usaha Milik Negara Selandia Baru.[3]

Menjadi Perdana Menteri

250px-Clinton_Shipley_walk.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perdana Menteri Selandia Baru Jenny Shipley bersama Presiden Amerika Serikat Bill Clinton setelah konferensi pers di Auckland, Selandia Baru, pada 15 September 1999.

Sebagai Perdana Menteri sejak 1997, ia menekankan tentang pemberlakuan kebijakan dalam mengurangi hutang nasional, menyederhanakan sistem pembayaran pajak, serta mengurangi distribusi dana kesejahteraan sosial.[4] Peran penting kepemimpinannya juga terlihat dalam menyelenggarakan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Auckland, Selandia Baru pada 1999.[3] Dalam Pemilu tahun 1999, ia dikalahkan oleh Helen Clark dari Partai Buruh. Ia menjadi pemimpin partai oposisi di Parlemen Selandia Baru pada tahun 1999 hingga 2002.

Aktivitas Lain

Setelah pensiun dari dunia politik pada 2002, Jennifer Shipley aktif dalam beberapa agenda organisasi non-profit, seperti Club of Madrid dan Council of Women World Leaders.[5]

Referensi

  1. ↑ "Jenny Shipley". New Zealand history online (dalam bahasa Inggris). Ministry for Culture and Heritage. 27 Oktober 2017. Diakses tanggal 2 Februari 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Skard, Torild (2014) "Jenny Shipley and Helen Clark" in Women of Power – Half a century of female presidents and prime ministers worldwide. Bristol: Policy Press, ISBN978-1-44731-578-0
  3. 1 2 3 "Jennifer Mary Shipley Prime Minister of New Zealand, Club de Madrid Member". Club de Madrid (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-03-18.
  4. ↑ "Jennifer Shipley | Biography & Facts | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-03-18.
  5. ↑ "Jenny Shipley". WIE (dalam bahasa American English). 2021-04-20. Diakses tanggal 2023-03-18.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Jenny Shipley.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan