Adrar Ighud | |
Irhoud 1, Museum Sejarah Alam Smithsonian | |
| Nama alternatif | جبل إيغود |
|---|---|
| Lokasi | Sebelah barat Marrakesh |
| Wilayah | Maroko |
| Koordinat | 31°51′18″N 8°52′21″W / 31.85500°N 8.87250°W / 31.85500; -8.87250 |
| Sejarah | |
| Periode | Paleolitikum |
| Terkait dengan | Homo sapiens |
| Catatan situs | |
| Tanggal ekskavasi | 1991 |
Jebel Irhoud atau Adrar Ighud (bahasa Arab:جبل إيغود, translit. žbəl iġud; bahasa Berber: [ⴰⴷⵔⴰⵔ ⵏ ⵉⵖⵓⴷ adrar n iɣud] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) adalah sebuah situs arkeologi yang terletak di dekat Sidi Moktar, sekitar 100 km (60 mi) di sebelah barat Marrakesh, Maroko. Situs ini dikenal akan fosil-fosil hominidnya yang telah ditemukan semenjak tahun 1960. Awalnya dianggap sebagai Neanderthal, spesimen-spesimen ini pada akhirnya digolongkan sebagai Homo sapiens dan berusia lebih dari 300.000 tahun. Jika betul, fosil-fosil ini akan menjadi fosil Homo sapiens tertua yang pernah ditemukan.[1][2][3][4][5][6]

Sejarah
Fosil-fosil yang ditemukan di situs ini pada awalnya dikategorikan sebagai Neanderthal, karena alat-alat batu yang ditemukan diyakini merupakan alat-alat yang hanya digunakan oleh Neanderthal. Mereka juga memiliki ciri-ciri yang diyakini merupakan ciri-ciri Neanderthal. Mereka diyakini berusia sekitar 40.000 tahun, tapi perkiraan ini diragukan akibat adanya bukti fauna yang menunjukkan bahwa mereka berasal dari masa Pleistosen Pertengahan, sekitar 160.000 tahun yang lalu. Fosil-fosil tersebut lalu ditinjau ulang sebagai representasi bentuk kuno Homo sapiens atau mungkin populasi Homo sapiens yang telah berkawin dengan Neanderthal.[1] Namun, pada tahun 2017, ilmuwan di Max Planck Institute melaporkan bahwa analisis fosil dari Jebel Irhoud, Maroko, mengindikasikan bahwa Homo sapiens telah berkembang setidaknya 100.000 tahun lebih awal daripada perkiraan sebelumnya.
Lihat pula
Referensi
- 1 2 Zimmer, Carl (7 Juni 2017). "Oldest Fossils of Homo Sapiens Found in Morocco, Altering History of Our Species". New York Times. Diakses tanggal 7 Juni 2017.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Callaway, Ewan (7 Juni 2017). "Oldest Homo sapiens fossil claim rewrites our species' history". Nature (journal). doi:10.1038/nature.2017.22114. Diakses tanggal 7 Juni 2017.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Oldest Homo sapiens bones ever found shake foundations of the human story The Guardian, 2017-06-07. Quote: "Hublin concedes that scientists have too few fossils to know whether modern humans had spread to the four corners of Africa 300,000 years ago. The speculation is based on what the scientists see as similar features in a 260,000-year-old skull found in Florisbad in South Africa."
- ↑ "Le Jbel Irhoud livre peu à peu ses secrets". L'economiste.com. 1 Juni 2017. Diakses tanggal 7 Juni 2017.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Scientists discover the oldest Homo sapiens fossils at Jebel Irhoud, Morocco". Phys.org. 7 Juni 2017. Diakses tanggal 7 Juni 2017.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Hublin, Jean-Jacques; McPherron, Shannon (2012). Modern Origins: A North African Perspective. Springer Science & Business Media. hlm. 111. ISBN 978-94-007-2928-5.