Jumat, 09 Oktober 2026
19:43 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Jaran Bodhag

Jaran Bodhag

kesenian tradisional dari Probolinggo, Jawa Timur

Bagikan:
250px-Budaya_Jaran_Bodhag.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tari tradisional Jaran Bodhag dari Probolinggo

Jaran Bodhag adalah kesenian tradisional dari wilayah Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Kesenian ini telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 153992B/MPK.A/DU/2014 pada tanggal 17 Oktober 2014. Hingga saat ini masyarakat Probolinggo masih melestarikan kesenian Jaran Bodhag.

Deskripsi

Kesenian ini biasa dilaksanakan dalam rangka mendampingi arak-arakan acara hajatan, pernikahan, khitanan dan lain sejenisnya. Istilah Jaran Bodhag dalam Bahasa Jawa atau Bahasa Madura yaitu Jaran berarti kuda dan Bodhag berarti wadah. Jaran Bodhag merupakan kuda mainan sebagai bentuk tiruan dari kuda aslinya. Tiruan kuda ini dibuat dari batang kayu yang dibentuk menyerupai kepala kuda hingga leher. Kemudian leher kuda mainan itu disambungkan dengan berbagai pelengkap berupa aksesoris-aksesoris. Kesenian ini disuguhkan berupa arak-arakan di jalan dan di halaman rumah dengan diiringi lagu musik tradisional gamelan yang terdiri dari Kenong, Gong, Kendang, dan Sronen. Dengan dua orang Jaran Bodhag dibawa ada yang sebagai Janis dan adapula sebagai penunggang kuda. tembang-tembang tradisional mengiringi kesenian Jaran Bodhag, para seniman Jaran Bodhag memakai pakaian gemerlap dan unik. Rancangan pakaian ini dibuat oleh para seniman Jaran Bodhag. Kesenian ini awalnya terinspirasi dari kesenian Jaran Kencak. Beberapa sumber menyebutkan bahwa awal kemerdekaan kesenian ini berkembang di Indonesia.[1]

Pagelaran Jaran Bodhag terkenal di Kota Probolinggo yang hampir sama dengan pertunjukan Jaran Kencak. Awalnya masyarakat terinspirasi dari pertunjukan Jaran Kencak, yaitu pertunjukan Kuda Menari. pertunjukan ini dilakukan dengan kuda yang telah dilatih untuk menari dengan riasan pakaian beraksesoris lengkap. Masyarakat wilayah pinggiran atau masyarakat yang kurang mampu mendambakan pertunjukan yang sama dengan gelar acara Jaran Kencak. Sebab mereka kurang mampu untuk membeli kuda atau menyewa kuda maka mereka memilih untuk membuat kuda mainan untuk meniru acara Jaran Kencak. Lalu dibuatlah kuda tiruan yang dibuat dari kayu, berupa kepala kuda hingga leher kuda dengan berbagai aksesoris seperti acara Jaran Kencak. Penunggang kuda mainan itu seolah-olah menaiki kuda dengan berjalan dan berdiri dengan kaki sendiri, sehingga dari kejauhan tampak menyerupai pagelaran Jaran Kencak dan sekarang berkembang sebagai Jaran Bodhag.[2]

Referensi

  1. ↑ "KESENIAN JARAN BODHAG Jaran Bodhag adalah salah satu kesenian tradisional asli Probolinggo Jawa Timur dan merupakan warisan buda". webcache.googleusercontent.com. Diakses tanggal 2019-03-26.
  2. ↑ "Tari Jaran Bodhag". Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-03-25. Diakses tanggal 2019-03-25.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan