Minggu, 01 November 2026
10:07 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Jan Carel Josephus van Speijk

Jan Carel Josephus van Speijk

Bagikan:
Biografi ini tidak memiliki referensi atau sumber sehingga isinya tidak dapat dipastikan. Bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus.
Cari sumber: "Jan Carel Josephus van Speijk" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-De_ontploffing_voor_Antwerpen_van_kanonneerboot_nr_2_onder_commando_van_Jan_van_Speijk%2C_5_februari_1831_%28Martinus_Schouman%2C_1832%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kapal meriam no. 2 meledak di Antwerpen. Martinus Schouman, 1832

Jan Carel Josephus van Speijk, juga ditulis Van Speyk (31 Januari 1802 – 5 Februari 1831) adalah seorang letnan Angkatan Laut Kerajaan Belanda yang menjadi pahlawan bagi bangsa Belanda dalam usahanya meredam Revolusi Belgia.

Kehidupan awal

Van Speijk telah menjadi yatim beberapa minggu setelah kelahirannya. Ia bergabung dengan AL Kerajaan Belanda pada tahun 1820 dan berdinas di Hindia Belanda antara tahun 1823-1825. Ia turut serta sejumlah ekspedisi militer ke Bangka, Jawa, dan Bone dan mendapatkan julukan Schrik der Roovers (Teror Bandit).

Kematian

Pada saat pecah Perang Kemerdekaan Belgia, Van Speijk diangkat sebagai komandan kapal meriam. Van Speijk melecehkan gerakan kemerdekaan Belgia. Ia pernah mengumumkan bahwa lebih baik ia mati "daripada menjadi Brabander (orang Brabant) yang tak populer". Pada tanggal 5 Februari 1831, badai menghantarkan kapalnya ke pelabuhan Antwerpen. Orang Belgia menyerang kapal tersebut dan meminta Van Speijk menurunkan bendera Belanda. Alih-alih berbuat demikian, ia menembakkan pistol (beberapa versi mengatakan ia melemparkan segulung rokok - sedikit saksi mata yang masih hidup) ke arah drum berisi mesiu dan berkata "Dan liever de lucht in" ("Lebih baik meledak sekarang"). Jumlah korban jiwa akibat insiden tersebut tetap tak diketahui, kemungkinan lusinan jiwa. 28 dari 31 anak buah kapalnya tewas dalam ledakan tersebut.

Warisan

8 hari setelah kematian Van Speijk, Belanda mengumumkan masa berkabung. Mayatnya dimakamkan di Nieuwe Kerk, Amsterdam, gereja di mana jenazah Michiel de Ruyter, laksamana dan pahlawan AL juga terbaring.

Pada abad ke-19 dan paruh pertama abad ke-20, nasionalis Belanda menganggap Van Speijk sebagai pahlawan, yang membuahkan dekret kerajaan (koninklijk besluit no. 81, 11 Februari 1833) dikeluarkan oleh Raja Willem I yang menyatakan bahwa sepanjang Koninklijke Marine ada, akan selalu ada kapal bernama 'Van Speijk' untuk memperingatinya. Terdapat 7 kapal AL Belanda yang menggunakan namanya. Yang terakhir adalah Van Speijk (F828) (1994), sebuah frigat kelas Karel Doorman. Pendahulunya frigat Van Speijk (F802) yang diluncurkan tahun 1965 adalah kapal utama dari kelasnya sendiri. Tiang layar kapal Van Speijk masih disimpan di Institit Angkatan Laut Kerajaan Belanda. Untuk perannya sebagai komandan kapal meriam no. 2, Jan van Speijk dihormati dengan Salib Ksatria Kelas IV dari Orde Willem.

Mercusuar di Egmond dinamai menurut namanya.

Pranala luar


Flag of BelandaBiography icon

Artikel bertopik biografi Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan