Senin, 19 Oktober 2026
08:48 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Jan Herman van Roijen

Jan Herman van Roijen

Politikus dan diplomat asal belanda

Bagikan:
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Jan Herman van Roijen" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Jan Herman van Roijen
250px-Ministers%2C_Roijen%2C_Herman_van%2C_Bestanddeelnr_139-0742.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Herman van Roijen ca 1940-an
Duta Besar Belanda untuk Amerika Serikat
Masa jabatan
19 September 1950 –1964
Penguasa monarkiJuliana
PresidenHarry S. Truman, Dwight D. Eisenhower, John F. Kennedy, Lyndon B. Johnson
PendahuluEelco van Kleffens
PenggantiCarl Willem Alwin Schurmann
Informasi pribadi
Lahir(1905-04-10)10 April 1905
Meninggal16 Maret 1991(1991-03-16) (umur 85)
Suami/istriAnne Snouck Hurgronje
Anak4
Orang tuaJan Herman van Roijen Sr
Albertina Taylor Winthrop
AlmamaterUniversitas Utrecht
Jan Herman van Roijen, rekaman wawancara berbahasa Belanda (Desember 1948)

Dr. Jan Herman van Roijen (10 April 1905 – 16 Maret 1991) adalah seorang politikus dan diplomat asal Belanda. Dalam Kabinet Schermerhorn/Drees, Van Roijen menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.

Selama Perang Dunia II, ia memainkan peran penting dalam perjuangan politik Belanda. Ia mengikuti jejak ayahnya sebagai diplomat dan kemudian menjadi pejabat tinggi di Kementerian Luar Negeri. Sebagai menteri, ia awalnya digantikan oleh Eelco Nicolaas van Kleffens. Setelah 4 bulan kemudian, Dr. Jan Herman Van Roijen menggantikannya. Setelah menjadi menteri, ia menjadi duta besar Belanda untuk Kanada, Amerika Serikat, dan Britania Raya.

Pada tahun 1949, ia memimpin delegasi Belanda dalam Perjanjian Roem-Roijen yang akan membuka langkah mengakhiri konflik Indonesia-Belanda. Pada tahun 1962, sebagai diplomat, ia turut serta pula dalam menyelesaikan masalah Papua bagian barat. Saat Herman Van Roijen datang untuk Perjanjian Roem-Roijen, ia datang ke Jendral Spoor dan bertanya “berapa gulden yang diperlukan untuk mengamankan jalan dari Jakarta ke Bogor?“ tanya Roijen, Jendral Spoor berkata sejumlah gulden[sebutkan angka]. Saat itu Roijen berpikir, jika harga yang di perlukan tidak sebanding dengan yang di dapat.[butuh rujukan] Maka dari itu saat Perjanjian Roem-Roijen Roijen mengusulkan gencatan senjata.

Pranala luar

Didahului oleh:
Edgar Michiels van Verduynen
Menteri Tanpa Portofolio untuk Urusan Luar Negeri
1945-1946
Diteruskan oleh:
E.N. van Kleffens
Didahului oleh:
Eelco van Kleffens
Menteri Luar Negeri
1946
Diteruskan oleh:
Pim van Boetzelaer van Oosterhout
120px-Flag_of_the_Netherlands.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan