Minggu, 18 Oktober 2026
05:20 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Józef Retinger

Józef Retinger

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Józef Retinger" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Józef Hieronim Retinger
Jozef_Retinger_%28cropped%29_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Józef Retinger, pada sekitar tahun 1944
Lahir(1888-04-17)17 April 1888
Meninggal12 Juni 1960(1960-06-12) (umur 72)
KewarganegaraanPolandia
Dikenal karenaBilderberg Group, Gerakan Eropa Internasional
Karier ilmiah
BidangIlmu ekonomi, hubungan internasional, politik
Tempat kerjaUniversitas Sorbonne Phd, Sekolah Ekonomi dan Ilmu Politik London, Pemerintahan Polandia

Józef Hieronim Retinger (nama samaran Perang Dunia II Salamandra / "Salamander", dan Brzoza / "Pohon Birch"; 17 April 1888 – 12 Juni 1960) adalah seorang politisi, akademisi, aktivis politik internasional asal Polandia yang memiliki akses ke beberapa pialang kekuasaan terkemuka di abad ke-20, serta seorang publikis dan penulis.

Sejak menjadi mahasiswa berbakat di Paris dan London, ia telah bergaul erat dengan tokoh-tokoh terkemuka di bidang musik dan sastra. Salah satu yang paling menonjol, ia menjalin persahabatan dengan sesama kompatriatnya, Joseph Conrad.[1] Selama Perang Dunia I, Retinger muda aktif secara politik di Austria-Hongaria dan Rusia atas nama gerakan kemerdekaan Polandia. Menyusul upaya kegagalan memediasi perdamaian antara Austria-Hongaria dan Sekutu pada Perang Dunia I, ia harus mundur ke Amerika Tengah, di mana ia menjadi penasihat ekonomi.

Setelah pecahnya Perang Dunia II, ia menjabat sebagai penasihat utama untuk pemerintah Polandia dalam pengasingan. Pada awal tahun 1944, sebuah misi berani penerjunan payung ke Polandia yang Diduduki dengan bantuan intelijen Inggris semakin memperkuat aura misteri serta kontroversi yang melingkupi dirinya.[2]

Sebagai seorang Freemason yang dikenal memiliki reputasi sebagai éminence grise (tokoh berpengaruh di balik layar), pasca-Perang Dunia II ia menjadi salah satu pendiri Gerakan Eropa yang kelak membuka jalan bagi pembentukan Uni Eropa serta memainkan peran krusial dalam mendirikan Bilderberg Group yang bersifat tertutup. Pada tahun 1958, ia dinominasikan untuk menerima Penghargaan Nobel Perdamaian.[3]

Masa muda

Józef Retinger lahir di Kraków, Polandia (saat itu bagian dari Austria-Hongaria), sebagai anak bungsu dari lima bersaudara: ayahnya memiliki seorang putri bernama Aniela dari pernikahan pertama dengan Helena Jawornicka. Ibunya adalah Maria Krystyna Czyrniańska, putri dari seorang profesor kimia Katolik Yunani Lemko di Universitas Jagiellonian. Ayahnya, Józef Stanisław Retinger, merupakan penasihat hukum pribadi dan penasihat sukses bagi Count Władysław Zamoyski yang kelahiran Prancis. Buyut Retinger, Filip Rettinger, adalah seorang penjahit Yahudi dari Tarnów yang bersama keluarganya berpindah ke agama Katolik pada tahun 1827.

Ketika cucu pengacara Count Zamoyski meninggal dunia, sang Count membawa pemuda berbakat tersebut, Józef Retinger, ke dalam kediamannya dan membiayai pendidikannya di Bartłomiej Nowodworski Lyceum di Kraków.

Kakak tertua Retinger, Emil, menjadi komandan di Angkatan Laut Polandia, dan putranya, Witold Retinger, selama Perang Dunia II (1943–45) ditempatkan di Britania Raya sebagai anggota, kemudian pemimpin, dari Skuadron 308 Angkatan Udara Polandia. Saudara laki-laki Retinger lainnya, Juliusz, mengajar kimia fisiologis di Universitas Chicago dan Universitas Wilno.

Retinger sendiri awalnya mempertimbangkan karier di bidang keimaman, namun pada saat berada di Jesuit novitiate selama tiga bulan di Roma mengonfirmasi bahwa ia tidak cocok untuk menjadi imam.

Dengan dukungan finansial lebih lanjut dari Count Zamoyski pada tahun 1906, Retinger mendaftar secara bersamaan di École des Sciences Politiques dan Sorbonne di Paris. Dua tahun kemudian, pada usia dua puluh tahun, ia menjadi orang termuda yang pernah meraih gelar Ph.D. di bidang sastra di lembaga tersebut.[4]

Selama berada di ibu kota Prancis, dibekali dengan surat pengantar dari Zamoyski dan kerabatnya sendiri Misia Sert seorang salonnière dan pianis, ia masuk ke dalam lingkaran intelektual dan menjalin persahabatan dengan André Gide, François Mauriac, Bernard Grasset, Jean Giraudoux, Erik Satie, dan Maurice Ravel.

Referensi

  1. ↑ John Poiman, Joseph Retinger (1972). Memoirs Of An Eminence Grise, Joseph Retinger , edited by John Pomian, (1972) better scan (dalam bahasa English).{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ↑ "The Most Mysterious Man in 20th-Century Politics". Culture.pl (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-10-05.
  3. ↑ Pieczewski, Andrzej (2010-08-01). "Joseph Retinger's conception of and contribution to the early process of European integration". European Review of History: Revue européenne d'histoire. 17 (4). Routledge: 581–604. doi:10.1080/13507486.2010.495766. ISSN 1350-7486.
  4. ↑ Roszkowski, Wojciech; Kofman, Jan (2016-07-08). Biographical Dictionary of Central and Eastern Europe in the Twentieth Century (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-1-317-47593-4.


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan