Selasa, 20 Oktober 2026
13:42 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Ius trium liberorum

Bagikan:

Ius trium liberorum (bahasa Indonesia: "hak tiga anak")[1] adalah hak istimewa yang diberikan kepada warga Romawi yang telah menghasilkan paling sedikit tiga anak atau kepada mantan budak yang telah menghasilkan paling sedikit empat.[2] Hak istimewa ini dihasilkan dari Lex Papia Poppaea dan undang-undang lain mengenai moral yang diperkenalkan oleh Augustus pada abad ke-1 SM dan M. Hukum-hukum ini bertujuan untuk meningkatkan populasi kelas atas Romawi yang semakin berkurang.

Referensi

  1. ↑ Perseus Digital Library Project
  2. ↑ Berger, hlm. 530

Bibliografi

  • Berger, Adolf. "Encyclopedic Dictionary of Roman Law." Transactions of the American Philosophical Society. ns. 43.2 (1953)
  • Clarke, M. L.. "Poets and Patrons at Rome." Greece & Rome. 2nd ser. 25.1 (1978): 46–54.
  • Dunham, Fred S.. "The Younger Pliny, Gentleman and Citizen." The Classical Journal. 40.7 (1945): 417–426.
  • Field, James A. Jr.. "The Purpose of the Lex Iulia et Papia Poppaea." The Classical Journal. 40.7 (1945)
  • Tuori, Kaius. "Augustus, Legislative Power, and the Power of appearances." Fundamina 20.2 (2014): 938–945.
  • Yue, Esther. "Mirror Reading and Guardians of Women in the Early Roman Empire." Journal of Theological Studies. 59.2 (2008)
Ikon rintisan

Artikel bertopik Romawi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan