Minggu, 11 Oktober 2026
21:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Isoprenalin

Isoprenalin

senyawa kimia

Bagikan:
Isoprenalin
INN: Isoprenalin
250px-Isoprenaline.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Data klinis
Nama dagangBanyak[1]
Nama lainTemplat:Infobox drug/localINNvariants
MedlinePlusa601236
Kategori
kehamilan
Rute
pemberian
Inhalasi (80–120 μg), suntikan intravena (IV)
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
  • ℞ (Hanya resep)
Data farmakokinetika
Waktu paruh eliminasi~2 menit
Pengenal
  • (RS)-4-[1-hidroksi-2-(isopropilamino)etil]benzena-1,2-diol
Nomor CAS
PubChem CID
IUPHAR/BPS
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.028.807 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC11H17NO3
Massa molar211,258 g/mol
Model 3D (JSmol)
  • Oc1ccc(cc1O)C(O)CNC(C)C
  • InChI=1S/C11H17NO3/c1-7(2)12-6-11(15)8-3-4-9(13)10(14)5-8/h3-5,7,11-15H,6H2,1-2H3 checkY
  • Key:JWZZKOKVBUJMES-UHFFFAOYSA-N checkY
  (verify)

Isoprenalin, atau isoproterenol, adalah obat yang digunakan untuk pengobatan bradikardia (denyut jantung lambat), hadangan jantung, dan, jarang digunakan, untuk asma. Obat ini adalah agonis adrenoreseptor β tak selektif yang merupakan analog isopropilamina dari epinefrin (adrenalin).[2]

Penggunaan medis

Isoprenalin digunakan untuk mengobati halangan jantung dan episode sindrom Adams-Stokes yang tidak disebabkan oleh fibrilasi atau takikardia ventrikel, dalam keadaan darurat untuk henti jantung hingga renjut jantung dilakukan, untuk bronkospasme yang terjadi selama anestesi, dan sebagai tambahan dalam pengobatan renjat hipovolemik, renjat septik, keadaan curah jantung rendah (hipoperfusi), gagal jantung kongestif, dan renjat kardiogenik.[2]

Secara historis, isoprenalin digunakan untuk mengobati asma melalui aerosol bermeter atau alat penguap obat; obat ini juga tersedia dalam formulasi sublingual, oral, intravena, dan intramuskular.[3] Panel Ahli Program Pencegahan dan Edukasi Asma Nasional Amerika Serikat merekomendasikan penentangan penggunaan obat ini sebagai penguap untuk konstriksi bronkus akut; penggunaan agonis-beta2 apa pun termasuk isoprenalin tidak direkomendasikan pada krisis pernapasan asmatik.[4]

Kontraindikasi

Isoprenalin tidak boleh digunakan pada penderita takiaritmia, takikardia atau halangan jantung yang diakibatkan oleh keracunan digitalis, aritmia ventrikel yang memerlukan terapi inotropik, atau angina.[2]

Efek samping

Efek samping isoprenalin antara lain gugup, sakit kepala, pusing, mual, penglihatan kabur, takikardia, jantung berdebar, angina, serangan Adams-Stokes, edema paru, hipertensi, hipotensi, aritmia ventrikel, takiaritmia, kesulitan bernapas, berkeringat, tremor ringan, lemas, wajah kemerahan, dan pucat.[2]

Farmakologi

Efek samping isoprenalin juga berkaitan dengan efek obat kardiovaskular. Isoprenalin dapat menimbulkan takikardia (denyut jantung meningkat), yang membuat kecenderungan aritmia jantung pada orang yang mengonsumsinya.[3]

Farmakodinamika

Isoprenalin merupakan agonis adrenoreseptor β1 dan β2 serta hampir tidak ada aktivitas terhadap reseptor adrenergik alfa.[3] Efek agonis pada TAAR1 memberikan efek farmakodinamik yang menyerupai amina jejak endogen, seperti tiramina.[5]

Efek isoprenalin pada sistem kardiovaskular (tak selektif) berkaitan dengan kerjanya terhadap reseptor jantung β1 dan β2 pada otot halus di dalam tunika media dari arteriol. Isoprenalin memiliki efek inotropik dan kronotropik positif pada jantung. Stimulasi adrenoreseptor β2 pada otot halus arteriolar menyebabkan vasodilatasi. Efek inotropik dan kronotropiknya meningkatkan tekanan darah sistolik, sementara efek vasodilatasinya cenderung menurunkan tekanan darah diastolik. Efek keseluruhannya adalah menurunkan tekanan arteri rerata akibat vasodilatasi reseptor β2.[6]

Gugus isopropilamina pada isoprenalin membuatnya selektif terhadap reseptor β. Gugus hidroksil katekol bebas menjaganya mudah dimetabolisme secara enzimatik.[7]

Kimia

Isoprenalin secara struktur berkaitan dengan epinefrin.[2]

Sejarah

Isoprenalin pertama kali disetujui di Amerika Serikat pada 1947.[3] Antara tahun 1963 dan 1968 di Inggris, Wales, Skotlandia, Irlandia, Australia, dan Selandia Baru, terdapat peningkatan kematian di antara orang yang menggunakan isoprenalin untuk mengobati asma. Kejadian ini dikaitkan dengan overdosis: inhaler yang diproduksi di wilayah tersebut menyediakan lima kali dosis yang disediakan oleh inhaler yang diproduksi di Amerika Serikat dan Kanada, tempat dengan kasus kematian tidak teramati.[8][9]

Merek

Per Juni 2017, isoprenalin dipasarkan di bawah banyak nama merek di seluruh dunia dan dua garam berbeda: Aleudrina, Asthpul, Iludrin, Isomenyl, Isoprenalin, Isoprenalina, Isoprenaline, Isoprénaline, Isoprenalin hydrochloride, Isoprenaline sulfate, Isoprenalinesulfaat, Isoprenalinsulfat, Isoprenalinum, Isopropydine, Isopropylnoradrenaline, Isoproterenol, Isoproterenol hydrochloride, Isoproterenol sulfate, Isuprel, Neo-Epinine, Neodrenal, Proternol, Saventrine, dan Win 5162.[1] Obat ini juga dipasarkan sebagai obat kombinasi dengan asam kromoglisat sebagai Frenal Compositum, kombinasi dengan pronase sebagai Isopal P, dan kombinasi dengan atropina sebagai Stmerin D.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 "Isoprenaline international brands". Drugs.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-06-26. Diakses tanggal 21 Juni 2017.
  2. 1 2 3 4 5 "Label: Isoproterenol hydrochloride injection, solution". NIH DailyMed. 10 September 2013. Diakses tanggal 21 Juni 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 Mozayani, Ashraf; Raymon, Lionel (2003). Handbook of Drug Interactions: A Clinical and Forensic Guide (dalam bahasa Inggris). Springer Science & Business Media. hlm. 541–542. ISBN 9781592596546.
  4. ↑ National Asthma Education and Prevention Program Expert Panel (28 Agustus 2007). "Expert Panel Report 3: Guidelines for the Diagnosis and Management of Asthma" (PDF). NIH National Heart, Lung, and Blood Institute.
  5. ↑ Kleinau G, Pratzka J, Nürnberg D, Grüters A, Führer-Sakel D, Krude H, Köhrle J, Schöneberg T, Biebermann H (Oktober 2011). "Differential modulation of Beta-adrenergic receptor signaling by trace amine-associated receptor 1 agonists". PLoS ONE. 6 (10): e27073. doi:10.1371/journal.pone.0027073. PMC 3205048. PMID 22073124.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
    "Table 1: EC50 values of different agonists at hTAAR1, hADRB1 and hADRB2."
  6. ↑ Korbut, Ryszard (2017). Farmakologia (dalam bahasa Polski). Wydawnictwo Lekarskie PZWL. hlm. 36. ISBN 9788320053685.
  7. ↑ Mehta, Akul (27 Januari 2011). "Notes - Medicinal Chemistry of the Peripheral Nervous System - Adrenergics and Cholinergic". Pharmaxchange. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-11-04. Diakses tanggal 21 Juni 2017.
  8. ↑ Pierce, Neil; Hensley, Michael J. (1998). "Epidemiologic Studies of Beta Agonists and Asthma Deaths" (PDF). Epidemiologic Studies. 20 (2). PMID 9919437.
  9. ↑ Jalba, MS (2008). "Three generations of ongoing controversies concerning the use of short acting beta-agonist therapy in asthma: a review". The Journal of Asthma. 45 (1): 9–18. doi:10.1080/02770900701495512. PMID 18259990.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan